Showing posts with tag: Manchester City vs Manchester United

Dilepas Manchester City, Barcelona Siap Amankan Jasa Ilkay Gundogan

Spekulasi masa depan Ilkay Gundogan memasuki babak baru. Barcelona dilaporkan akan mencoba mendatangkan sang gelandang di musim panas nanti.

 

Kontrak Gundogan di Manchester City akan habis di tahun 2023 mendatang. Namun sang gelandang dikabarkan tidak akan diperpanjang kontraknya sehingga ia bisa cabut di musim panas nanti.

Gundogan sendiri diminati banyak klub. Pasalnya sang gelandang menunjukkan performa yang ciamik di skuat City pada musim ini.

Fabrizio Romano melaporkan bahwa Gundogan bisa melanjutkan karirnya di Spanyol. Barcelona tertarik untuk memboyongnya di musim panas nanti.

Menurut laporan tersebut, Xavi tertarik dengan prospek memboyong Gundogan ke Camp Nou pada musim depan.

Xavi menyukai gaya bermain Gundogan. Ia menilai sang gelandang bisa menerapkan gaya bermain yang ia inginkan.

Itulah mengapa ia ingin Gundogan bergabung dengan timnya di musim panas nanti.

Laporan lain yang beredar menyebut bahwa Xavi mengincar jasa Gundogan sebagai antisipasi kepergian Frenkie De Jong.

Gelandang Timnas Belanda itu berpotensi dijual ke Manchester United di musim panas ini. Karena Barcelona sedang butuh tambahan dana.

Alhasil jika De Jong pergi, Xavi ingin Gundogan untuk masuk menggantikan posisi yang ditinggalkan De Jong.

Barcelona harus merogoh kocek agak dalam untuk mendapatkan jasa Gundogan.

Pemain Timnas Jerman itu dilaporkan bakal dibanderol sekitar 35 juta Euro di musim panas nanti.

Manchester United! Erik Ten Hag Minta Dibelikan N’Golo Kante Nih!

Sektor tengah menjadi salah satu kendala Manchester United dalam beberapa tahun terakhir. Dan kabarnya, Erik ten Hag selaku pelatih baru meminta klub membajak N’Golo Kante dari Chelsea untuk memperkuat sektor tersebut.

 

Ten Hag resmi diikat kontrak selama tiga tahun, dengan masa aktif dimulai pada tanggal 1 Juli 2022. Meskipun begitu, ia sepertinya sudah sibuk mengurus the Red Devils sejak sekarang.

Bursa transfer musim panas segera dibuka, dan itu akan menjadi kesempatan Ten Hag untuk mengobrak-abrik skuat Manchester United. Sektor tengah menjadi perhatiannya, dan ini memang sudah menjadi masalah sejak lama.

Duet Fred dan Scott McTominay dirasa kurang cukup untuk menjadi penyaring serangan lawan sebelum sampai ke lini pertahanan. Sementara, gelandang Manchester United lain tidak memiliki atribut bertahan seperti mereka berdua.

Ada banyak nama yang kerap dikaitkan dengan Manchester United untuk posisi ini. Mulai dari Declan Rice, Kalvin Phillips, hingga Frenkie de Jong. Namun opsi yang tersedia dirasa belum cukup oleh Ten Hag.

Seperti yang dilaporkan Daily Mirror, Ten Hag sedang mengarahkan bidikannya ke N’Golo Kante. Bahkan diketahui kalau pelatih asal Belanda tersebut sedang mendesak klub agar segera melepaskan tawaran buat sang sang bintang.

Kante merupakan salah satu pemain yang diakui sebagai gelandang terbaik di dunia. Karier dan prestasinya terus mengalami peningkatan, terhitung sejak dirinya bergabung dengan Leicester City pada tahun 2015 lalu.

Hampir semua kompetisi besar, baik di Inggris hingga Eropa, pernah dimenangkan olehnya. Prestasi terbaiknya tentu saja membawa Timnas Prancis keluar sebagai juara dalam ajang Piala Dunia 2018 lalu.

Sosok Kante sulit digantikan di Chelsea. Akan tetapi, tidak jarang dirinya digosipkan bakal cabut dari Stamford Bridge. Namanya selalu ada dan dikaitkan dengan klub lain setiap bursa transfer akan dibuka sampai hari penutupan.

Pada musim panas ini, Kante akan memasuki tahun terakhir dalam kontraknya bersama Chelsea. Pemilik baru the Blues diketahui siap menjual Kante jika memang membutuhkan uang untuk belanja pemain baru lagi.

Peringatan Courtois Buat Liverpool: Real Madrid ke Final untuk Menang

Real Madrid kembali menciptakan malam yang magis di Liga Champions. Dalam laga leg kedua babak semifinal melawan Manchester City, Kamis (5/5/2022), klub besutan Carlo Ancelotti berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.

 

Lagi-lagi Real Madrid lepas dari jeratan maut. Pada menit ke-73, mereka di ambang ketersingkiran. Gol yang dicetak Riyad Mahrez membuat Manchester City unggul dua gol dalam agregat, dan semakin dekat dengan partai puncak.

Namun klub berjuluk Los Merengues itu tidak mengenal kata menyerah, dan berjuang mati-matian untuk mengejar selisih skor. Harapan tercipta pada menit ke-90 saat Rodrygo Goes berhasil membuat skor kembali imbang 1-1.

Selang satu menit, Rodrygo kembali membuat fans di Santiago Bernabeu bersorak. Duel berlanjut ke babak extra time dan Karim Benzema membuka jalan Real Madrid ke final lewat eksekusi penaltinya di menit ke-95.

Kemenangan 3-1 membuat Real Madrid berhasil mengungguli Manchester City dengan agregat 6-5. Tentu, the Citizens berupaya sekuat tenaga untuk mencetak gol. Tapi upayanya tidak membuahkan hasil hingga laga berakhir.

Real Madrid pun melenggang ke babak final. Mereka bakal bertemu Liverpool, raksasa Inggris yang pernah ditemui dan dikalahkan pada babak final Liga Champions tahun 2018 lalu.

“Kami sudah tidak sabar ingin bermain di final. Ketika Madrid sampai final, kami ke sana untuk memenangkannya,” kata Courtois usai pertandingan, seperti yang dikutip dari situs resmi klub.

Entah karena keberuntungan atau kualitas yang tiada tara, sulit untuk menjelaskan penyebab keberhasilan calon juara La Liga itu mencapai final Liga Champions. Ini bukan kali pertama mereka berada di ambang jurang ketersingkiran.

Mereka mengalami situasi sulit itu sejak di babak 16 besar. PSG juga sempat mengunggulinya dua gol di agregat skor. Namun situasinya berhasil dibalikkan Real Madrid hanya dalam waktu kurang dari 45 menit.

Pada babak perempat final, Chelsea juga sempat berada di depan Los Merengues sebelum gol dari Rodrygo memaksa duel berlanjut ke extra time. Dan sama seperti di laga kontra City, Benzema juga menjadi penentu kelolosan Madrid kala itu.

“Kami menyingkirkan beberapa tim hebat di sepanjang jalan, seperti PSG, Chelsea, dan hari ini. Hari ini terjadi di beberapa menit terakhir yang rasanya sukar dipercaya, tapi kami tahu apapun bisa terjadi ketika bermain di kandang,” pungkas Courtois.

Ancelotti Sudah Tahu, Bertahan Total Lawan Man City Berarti Bunuh Diri!

Carlo Ancelotti tampaknya sudah paham betul apa yang harus dilakukan Real Madrid ketika meladeni Manchester City dalam duel leg kedua semifinal Liga Champions 2021/22.

 

Kamis (5/5/2022), Madrid akan menjamu Man City di Santiago Bernabeu. Situasi duel lebih menguntungkan Man City yang berhasil menang 4-3 di leg pertama lalu.

Musim ini sudah tidak ada aturan gol tandang di Liga Champions. Jadi, Madrid wajib menang dengan selisih lebih dari satu gol untuk merebut tiket ke final, tidak cukup hanya menang 1-0.

Masalahnya, Man City layak disebut sebagai salah satu tim terkuat di Eropa musim ini. Lantas apa yang harus dilakukan Madrid?

Ancelotti bicara cukup panjang di sesi konferensi pers sebelum pertandingan. Dia pun menegaskan bahwa Madrid tidak bisa hanya main bertahan lawan Man City. Membiarkan Man City terus menyerang berarti bunuh diri.

“Jika kami menerapkan tembok pertahanan rendah, kami tidak akan membiarkan mereka melepas 99 tembakan. Jika kami hanya bertahan di kotak penalti, mereka akan menembak 99 kali,” ujar Ancelotti.

“Terkadang Anda harus mengambil risiko. Kami bisa mencetak banyak gol di laga semacam ini.”

“Kami mencetak tiga gol lawan PSG, lima lawan Chelsea, dan tiga lawan Man City. Terkadang, Anda harus mengambil sedikit risiko dan kami bisa melakukan itu,” imbuhnya.

Intinya, Ancelotti menyadarai betapa kuatnya Man City jika terus dibiarkan menguasai bola dan menggempur. Madrid memang akan terpaksa bertahan, tapi tidak terus-menerus.

“Kami harus memberikan performa tangguh yang komplet. Garis pertahanan rendah kami harus lebih baik dari leg pertama dan kami harus menerapkan tekanan untuk menghindari operan antarlini mereka,” sambung Ancelotti.

“Kami tidak akan mulai dengan garis pertahanan rendah, itu jelas. Namun, dalam beberapa momen di pertandingan, mungkin hal itu tidak bisa dihindari,” tandasnya.

Dilepas Manchester City, AC Milan Fokus Kejar Riyad Mahrez

Klub Serie A, AC Milan punya prioritas transfer baru di musim panas nanti. Rossonerri dilaporkan akan fokus mengejar tanda tangan Riyad Mahrez dari Manchester City.

 

Pemain Timnas Aljazair itu sebenarnya sedang tampil on fire bersama Manchester City. Musim ini ia produktif mencetak 23 gol dan sembilan assist bagi Man City.

Kontrak Mahrez di City akan habis di tahun 2023. Sejauh ini beredar kabar City dan sang winger gagal mencapai kata sepakat terkait kontrak baru sang winger.

Dengan situasi ini, City berencana menjual Mahrez di musim panas nanti. Laporan Tuttosport mengklaim bahwa klub Italia, AC Milan dilaporkan siap menampung sang winger.

Menurut laporan tersebut, AC Milan sangat membutuhkan winger baru di musim panas nanti.

Stefano Pioli kurang puas dengan kualitas para penyerang sayap Liverpool. Sehingga ia ingin mendatangkan winger baru.

Melihat winger sekelas Mahrez tersedia di bursa transfer membuat Milan siap bergerak untuk mengamankan jasa sang winger.

Mahrez dikabarkan akan dijual dengan harga yang cukup mahal. Man City membanderolnya sekitar 60 juta Euro.

Namun AC Milan tidak resah dengan mahar transfer setinggi itu. Karena mereka kini punya pemilik baru.

Investor baru mereka dikabarkan siap jor-joran di musim panas nanti. Sehingga Milan siap mengamankan jasa sang winger.

Jika transfer ini jadi, Mahrez bukan satu-satunya pemain EPL yang akan pindah ke San Siro di musim panas ini.

Rossonerri dilaporkan juga sudah sepakat memboyong Divock Origi dari Liverpool di musim panas nanti dengan status free agent.

Tentang Rotasi Skuad yang Penuh Makna dari Klopp dan Guardiola

Liverpool dan Manchester City sama-sama membungkus kemenangan dalam pekan ke-34 Premier League 2021/22. Hasil ini kian memanaskan persaingan menuju juara.

 

Sabtu (31/4/2022), Liverpool bermain lebih dahulu dan berhasil menundukkan Newcastle (1-0). Beberapa jam setelahnya, giliran man City yang menghajar Leeds United (4-0).

Kedua hasil ini sempat membuat posisi di puncak klasemen berubah. Liverpool sempat memimpin beberapa jam, tapi Man City kembali menyalip dan naik ke puncak.

Saat ini kedua tim sudah menempuh 34 pertandingan, Man City memimpin dengan 83 poin, Liverpool mengejar dengan 82 poin.

Kemenangan kedua tim kemarin terasa istimewa karena kedua pelatih, Jurgen Klopp dan Josep Guardiola, sama-sama melakukan rotasi skuad. Memang, baik Liverpool maupun Man City harus membagi fokus dengan semifinal Liga Champions.

Menurut analis Premier League, Gary Neville, rotasi skuad di pertandingan kemarin menunjukkan betapa tangguhnya kedua pelatih.

“Yang dilakukan Jurgen Klopp dan Guardiola hari ini adalah memberdayakan skuad,” kata Neville dikutip dari Sky Sports.

“Anda mungkin pernah dengar manajer berkata: ‘Saya punya skuad hebat’, tapi tidak berani memainkannya di laga penting ketika harus menang.”

Menurut Neville, rotasi di pertandingan kemarin jauh lebih berarti dan berisiko karena kedua tim sedang bersaing ketat di puncak klasemen. Artinya, bakal jadi bencana jika rotasi itu membuat tim kalah.

“Ketika Anda tahu bahwa jika Anda gagal menang akan ada konsekuensi besar, mungkin Anda akan kehilangan gelar liga, atau tersingkir dari kompetisi Eropa,” sambung Neville.

“Jadi, melakukan rotasi seperti itu lalu berhasil meraih kemenangan, Anda telah memberdayakan setiap orang dalam tim.”

“Anda membuat semua orang merasa jadi bagian [dari skuad dan perjuangan],” pungkasnya.

Waduh, Real Madrid Tanpa Dua Pilar Utama Lawan Manchester City

Ada kabar kurang baik datang bagi Real Madrid. Dua penggawa mereka, Casemiro dan David Alaba dilaporkan bakal absen melawan Manchester City.

 

Pada tengah pekan ini Real Madrid akan melakoni sebuah laga krusial. Mereka akan berhadapan dengan Manchester City di leg pertama semifinal Liga Champions.

Kemenangan menjadi harga mati bagi El Real di laga ini. Karena mereka ingin mengamankan satu tiket ke final Liga Champions nanti.

Namun Marca melaporkan bahwa Real Madrid bakal pincang di laga ini. Dua penggawa mereka, Casemiro dan David Alaba disebut bakal absen di laga ini.

Alaba dan Casemiro memang baru saja sembuh dari cedera yang menimpa mereka.

Keduanya dimasukkan Ancelotti ke skuat El Real yang berangkat ke Inggris baru-baru ini. Namun kondisi mereka ternyata belum sembuh benar.

Di sesi latihan terakhir sebelum berangkat, kedua pemain ini tidak bisa berlatih penuh. Sehingga mereka berdua diragukan untuk bermain melawan City nanti.

Menurut laporan tersebut, Real Madrid akan mendapatkan satu tambahan amunisi melawan City.

Bek kiri mereka, Ferland Mendy dilaporkan sudah pulih dari cedera. Ia sudah sepekan ini berlatih di skuat Real Madrid.

Ia dikabarkan sudah pulih seutuhnya, sehingga ia berpotensi untuk tampil sebagai starter di laga ini.

Hanya ada satu pemain Real Madrid yang dipastikan tidak bisa bermain melawan City nanti.

Eden Hazard dipastikan bakal absen karena mengalami cedera.

Pengakuan Guardiola, Pertahanan Solid Penting untuk Juara

Josep Guardiola dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan penguasaan bola dan gaya bermain ofensif. Meski begitu, Pep mengakui pentingnya kekuatan defensif untuk jadi juara.

 

Adu taktik ofensif vs defensif jadi cerita utama pertandingan Manchester City vs Atletico Madrid di Liga Champions. Dua tim ini dipimpin oleh pelatih dengan filosofi yang tampak bertolak belakang.

Pekan lalu, Man City mengalahkan Atletico dengan skor tipis 1-0 dalam duel leg pertama perempat final UCL 2021/22. Kemenangan ini tidak datang dengan mudah bagi Man City.

Betapa tidak, Atletico memasang formasi 5-5-0, alias ultra-ofensif. Man City boleh menguasai bola, tapi tidak benar-benar bisa menyerang.

Kamis (14/4/2022), giliran Man City yang menyambangi Atletico di Wanda Metropolitano dalam duel leg kedua. Guardiola tahu pertandingan ini bakal lebih alot

Menariknya, meski sering diadu dan dianggap bertolak belakang dengan Diego Simeone, Guardiola menegaskan bahwa kekuatan pertahanan sangatlah penting.

“Untuk meraih trofi Anda harus main solid, tidak membiarkan lawan menciptakan peluang. Ketika Anda membawa bola, coba bertahan sebaik mungkin dengan bola,” ujar Pep di Manchester Evening News.

“Cara bertahan terbaik adalah soal apa yang Anda lakukan ketika membawa bola. Memang ada momen-momen ketika kami tidak membawa bola, seperti situasi bola mati, saat itu kami harus bertahan.”

Guardiola pun meyakini bahwa timnya sudah terbukti bisa bertahan dengan baik. Memang umumnya mereka tidak banyak diserang, tapi para pemain selalu siap pasang badan.

“Anda tidak bisa jadi juara jika Anda tidak mengurangi jumlah kebobolan. Riyad [Mahrez], Phil [Foden], Gundo [Gundogan], mereka bukanlah pemain defensif, tapi mereka main habis-habisan sejak awal. Kami solid sebagai tim,” sambung Guardiola

“Kami juga harus tampil solid besok [vs Atletico di Wanda Metropolitano]. Bakal sulit melangkah ke semifinal,” tandasnya.

Duel Atletico Madrid vs Manchester City, Apa pun Masih Bisa Terjadi di Leg Kedua

Pelatih legendaris asal Italia Arrigo Sacchi memperingatkan Manchester City bahwa Atletico Madrid belum sepenuhnya mereka kalahkan karena masih ada leg kedua, di mana segalanya masih bisa terjadi.

 

Manchester City diundi melawan Atletico Madrid di babak perempat final Liga Champions 2021-22. Laga leg pertama digelar di Etihad Stadium pada Rabu (06/04/2022) kemarin.

Di laga tersebut, Man City tampil dominan dalam penguasaan bola. Di sisi lain Atletico bermain ultra defensif.

Akan tetapi pada akhirnya pertahanan berlapis mereka dijebol juga oleh Kevin De Bruyne. Man City pun menang 1-0 atas Atletico.

Manchester City memang menang. Namun menurut Arrigo Sacchi posisi mereka masih terlalu rawan.

Apalagi masih ada leg kedua yang digelar di Wanda Metropolitano. Sacchi menyebut masih ada kemungkinan Atletico Madrid bisa memberikan kejutan pada pasukan Josep Guardiola.

“Namun, kita harus jujur. Persaingan antara tim Spanyol dan City masih terbuka. Apa pun bisa terjadi di leg kedua,” serunya pada Gazzetta dello Sports.

Arrigo Sacchi menambahkan peluang terjadinya kejutan bisa makin besar apalagi setelah melihat penampilan Manchester City yang tak terlalu spesial. Ia mengatakan City tak bisa menghasilkan banyak peluang di gawang Atletico Madrid di malam itu.

“Atletico tidak memiliki satu tembakan ke gawang, itu benar, tetapi City tidak memiliki banyak. Terlepas dari gol [Kevin] De Bruyne, yang indah dalam membangun dan mengeksekusinya, saya tidak ingat banyak peluang mencetak gol,” serunya.

“Itu adalah tantangan bagi mereka sehingga tidak menyenangkan. Atletico tidak ingin bermain sepak bola, tetapi City memiliki tugas untuk melakukan sesuatu yang lebih untuk mengatasi tembok itu,” tutur Sacchi.

Senjata Rahasia Pep Guardiola di Laga Man City vs Atletico Madrid: Minta Bantuan Anak Gawang

Manajer Manchester City, Josep Guardiola dikabarkan meminta bantuan anak gawang di Etihad Stadium untuk mengatasi strategi mengulur waktu yang dilakukan Atletico Madrid.

 

Rabu (6/4/2022) dini hari WIB kemarin, Manchester City harus dibuat susah payah oleh Atletico Madrid asuhan Diego Simeone yang bermain ultra defensif di laga leg pertama perempat final Liga Champions 2021/22.

Beruntung Manchester City bisa mencetak satu gol lewat aksi Kevin De Bruyne. The Citizens pun untuk sementara unggul agregat 1-0 meski kini harus melakoni leg kedua di markas Atletico.

Kini seperti dilansir The Athletic, Guardiola menggunakan anak gawang Manchester City untuk mencoba membuat Atletico tak bisa melakukan strategi mereka mengulur waktu.

Sebelum pertandingan, Guardiola kabarnya bertemu dengan staf akademi City untuk membahas rencananya bagi para anak gawang. Guardiola tahu betul bagaimana Atletico akan bermain.

Guardiola menginstruksikan para pemain akademi yang menjadi anak gawang di laga kontra Atletico untuk secara langsung menyediakan bola pengganti ketika bola keluar dari arena permainan, baik untuk pemain City atau Atletico.

Bahkan, Guardiola meminta para anak gawang tersebut untuk sangat berkonsentrasi menjalankan tugas layaknya mereka lah yang bermain di laga tersebut.

Dalam upaya menjelaskan strateginya tersebut, Guardiola pun membuat sebuah video pendek berisi instruksi secara ringkas dan jelas. Video ini diperlihatkan kepada para pemain akademi yang bertugas menjadi anak gawang.

Menariknya, beberapa pemain akademi merasa bahwa mereka tak pernah segugup ini sebelumnya. Namun, mereka merasa bangga bisa memberikan bantuan bagi tim utama dalam sebuah pertandingan krusial.