TokoIDN.com - Portal Berita Terhangat di Indonesia: Liga Champion

Hasil Undian 16 Besar Liga Champions, Jadwal Big Match UCL

Pengundian babak 16 besar Liga Champions 2020/2021 telah digelar di Nyon Swiss, pada Senin (14/12/2020). Pengundian itu memunculkan beberapa laga menarik dan menjanjikan kejutan-kejutan apik.

Pertandingan yang menarik perhatian adalah duel seru  antara Barcelona Vs Paris Saint-Germain. Terakhir kali keduanya bertemu pada babak 16 besar Liga Champions edisi 2016/2017.

Kemudian ada pertandingan yang tak kalah menarik yakni Atletico Madrid Vs Chelsea. Kedua tim terakhir kali bertemu pada babak penyisihan grup Liga Champions edisi 2017/2018.

Sementara itu, juara bertahan Bayern Munchen akan menantang Lazio pada babak 16 besar Liga Champions. Adapun Real Madrid akan meladeni wakil Italia, Atalanta.

Pertandingan yang tak kalah seru adalah pertemuan Liverpool melawan RB Leipzig. Kemudian Juventus akan menghadapi klub Portugal, Porto.

Berikut ini jadwal lengkap babak 16 besar Liga Champions 2020/2021.

RB Leipzig Vs Liverpool 

Leg 1: 16 Februari 2021

Leg 2: 10 Maret 2021

 

Barcelona Vs PSG 

Leg 1: 16 Februari 2021

Leg 2: 10 Maret 2021

 

 

Porto Vs Juventus

Leg 1: 17 Februari 2021

Leg 2: 9 Maret 2021

 

Sevilla Vs Borussia Dortmund 

Leg 1: 17 Februari 2021

Leg 2: 9 Maret 2021

Lazio Vs Bayern Munchen

Leg 1: 23 Februari 2021

Leg 2: 17 Maret 2021

 

Atletico Madrid Vs Chelsea 

Leg 1: 23 Februari 2021

Leg 2: 17 Maret 2021

 

Borussia Monchengladbach Vs Manchester City 

Leg 1: 24 Februari 2021

Leg 2: 16 Maret 2021

 

Atalanta Vs Real Madrid 

Leg 1: 24 Februari 2021

Leg 2: 16 Maret 2021

Bayern Munchen Diprediksi Bertemu Barcelona di 16 Besar Liga Champions

Kekalahan 0-3 dari Juventus pada matchday pemungkas Grup G Liga Champions 2020/21, Rabu (9/12/2020) kemarin mungkin akan lebih lama disesali Barcelona. Hasil ini bakal menentukan nasib mereka di putaran selanjutnya.

Betapa tidak, kekalahan ini membuat Barca merosot ke peringkat ke-2 alias gagal finis sebagai juara grup. Artinya pada fase gugur nanti Barca mungkin menghadapi tim yang lebih kuat.

Pada undian 16 besar, Senin (14/12/2020) mendatang Barca akan menemukan siapa lawan mereka, yang jelas satu di antara delapan juara grup.

Barca tidak akan menghadapi tim dari Spanyol dan tidak bisa melawan tim dari grup yang sama, berarti Real Madrid dan Juventus tercoret otomatis dari calon lawan.

Mengutip Sport, undian fase gugur ini sekilas tampak acak, tapi sebenarnya bisa dihitung secara persentase. Barca ternyata paling mungkin menghadapi Bayern Munchen.

Tepatnya ada 22,3 persen kemungkinan Barca akan menghadapi Bayern, tim yang menghajar mereka 8-2 di Lisbon beberapa bulan lalu.

Kemudian ada 21,55 persen kemungkinan Barca menghadapi Borussia Dortmund dan 14,34 persen dipasangkan dengan PSG.

Sisanya ada tiga tim Inggris: Chelsea (14,15 persen), Liverpool (14,03 persen), dan Manchester City (13,67 persen).

Barca sudah melaju sempurna di fase grup sampai akhirnya dikalahkan Juventus. Nahasnya, duel di 16 besar nanti mungkin sekaligus jadi perpisahan mereka dengan Liga Champions.

Ya, andai benar dipertemukan dengan Bayern, kemungkinan menang Barca sangat kecil. Ada banyak faktor yang membuat Bayern lebih diunggulkan pada pertemuan ini.

Yang pertama jelas perkara mental. Kekalahan dengan skor telak 2-8 masih membekas di benak pemain Barca. Mereka tidak bisa begitu saja melupakannya saat melawan Bayern lagi nanti.

Lalu ada masalah permainan dan komposisi tim. Bayern jelas lebih matang, Barca masih mencari kestabilan di bawah Ronald Koeman.

Tersingkir dari Liga Champions, Suporter Inter Milan Kesal ke Conte

MANCHESTER United dan Inter Milan mencoreng muka wakil Inggris serta Italia di Liga Champions 2020-2021. Dibilang begitu karena mereka menjadi satu-satunya wakil Inggris dan Italia yang gagal lolos ke 16 besar Liga Champions 2020-2021.

Inggris diwakilkan empat klub di Liga Champions 2020-2021, yakni Liverpool, Manchester City, Chelsea dan Man United. The Citizens –julukan Man City– keluar sebagai juara Grup B dengan koleksi 16 angka, unggul tiga poin dari FC Porto di tempat kedua.

Kemudian ada Liverpool yang keluar sebagai juara Grup D. The Reds –julukan Liverpool– mengoleksi 13 angka, unggul dua poin dari Atalanta di tempat kedua.

Pencapaian serupa digapai Chelsea. Sama seperti Man City dan Liverpool, The Blues –julukan Chelsea– juga keluar sebagai juara Grup. Chelsea finis sebagai juara Grup E dengan koleksi 14 angka, unggul satu poin dari Sevilla di tempat kedua.

Bagaimana dengan Man United? Skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu hanya menempati posisi tiga Grup H dengan koleksi sembilan poin dan terlempar ke Liga Eropa 2020-2021. Man United terpaut tiga angka dari PSG dan RB Leipzig di tempat pertama serta kedua.

Sementara Italia juga diwakilkan empat klub yakni Juventus, Inter Milan, Lazio dan Atalanta. La Dea –julukan Atalanta– finis sebagai runner-up Grup D di bawah Liverpool. Sementara Lazio, juga finis sebagai runner-up Grup F dengan raihan 10 angka, terpaut tiga poin dari Borussia Dortmund di puncak.

Untuk Juventus, skuad asuhan Andrea Pirlo ini keluar sebagai juara Grup G dengan koleksi 15 angka. Bianconeri –julukan Juventus– mengungguli Barcelona yang juga mengoleksi 15 poin.

Bagaimana dengan Inter Milan? Skuad racikan Antonio Conte ini terbenam di dasar klasemen Grup B dengan koleksi enam poin. Hal itu berarti, kiprah Inter di kompetisi antarklub Eropa musim ini otomatis berakhir.

Padahal jika Inter finis di posisi tiga, Nerazzurri –julukan Inter– dapat melanjutkan kiprah di Liga Eropa. Dengan kegagalan Man United dan Inter, itu berarti hanya Spanyol dan Jerman yang meloloskan semua wakil mereka ke 16 besar.

Bayern Munich, Borussia Dortmund, RB Leipzig dan Borussia Monchengladbach menjadi wakil Jerman yang melaju ke 16 besar Liga Champions 2020-2021. Sementara Spanyol diwakilkan Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid dan Sevilla. Karena itu, menarik menanti hasil undian 16 besar Liga Champions 2020-2021 yang dilangsungkan di Nyon, Swiss, pada Senin 14 Desember 2020 pukul 18.00 WIB.

Juventus Hajar Barcelona 2-0, Cristiano Ronaldo Cetak 2 Gol

Dwigol penalti Ronaldo membantu Bianconeri merebut puncak klasemen fase grup Liga Champions mereka dari Barcelona.

Cristiano Ronaldo mengukir rekor baru atas namanya usai membantu Juventus meneror Camp Nou untuk mengklaim kemenangan telak 3-0 di Liga Champions.

Ronaldo akhirnya kembali ke stadion kebanggaan Blaugrana, Rabu (9/12) dini hari WIB, menghadapi Barcelona untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Real Madrid pada 2018.

Semasa di La Liga, Ronaldo membuktikan dirinya sebagai salah satu rival terbesar Barcelona sepanjang masa, karena ketika masih berkostum Madrid, sang superstar Portugal sering berduel dengan andalan Barca, Lionel Messi.

Rivalitas bersejarah itu memasuki babak baru saat Ronaldo pindah ke Juventus, namun CR7 tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan yang signifikan dan justru tampil optimal di Camp Nou.

Ronaldo mencetak dua gol yang menandai kemenangan tiga gol tanpa balas Juventus atas Barcelona, dengan satu gol lainnya dibukukan oleh Weston McKennie.

Gol pertama mantan bintang Real Madrid itu terjadi pada menit ke-13 melalui tendangan penalti, sedangkan gol keduanya, yang dicetak pada menit ke-52, juga ditembakkan dari titik penalti.

Dengan dua gol tersebut, Ronaldo kini telah mencetak 14 gol di Camp Nou di semua kompetisi, lebih banyak dari stadion tandang mana pun dalam karier klubnya. Selain itu, dwigolnya membuatnya sekarang menorehkan 650 gol dalam karier klubnya.

Selain itu, Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah Liga Champions yang mengonversi dua gol dari titik penalti di kandang Barcelona.

Dalam hal kedudukan di Liga Champions, kekalahan tersebut merugikan Barcelona, yang pada akhirnya harus puas finis kedua dengan Juventus merebut puncak klasemen.

Kedua tim memang sama-sama mengumpulkan 15 poin, tapi Juventus unggul dalam hasil head-to-head meski kalah 2-0 dalam duel pertama pada Oktober lalu.

Manchester United Tersingkir dari Liga Champions

Berdasarkan klasemen Liga Champions, terdapat dua belas klub yang mengunci tempat di babak 16 besar Liga Champions, Rabu (9/12/2020).

Mereka antara lain adalah, Bayern Munchen, Manchester City, Porto, Liverpool, Chelsea, Sevilla, Borussia Dortmund, Barcelona, Juventus, Lazio, Leipzig, dan PSG.

Empat tiket tersisa akan diperebutkan dini hari nanti, termasuk diperebutkan Real Madrid dan Inter Milan, Kamis (10/12/2020).

Dari daftar klub di atas, semua klub dari Liga Inggris dinyatakan lolos ke babak selanjutnya, kecuali Manchester United.

Manchester United menjadi satu-satunya tim asal Inggris yang gagal lolos ke fase gugur atau babak 16 besar.

Man United tersingkir seusai kalah tipis 2-3 saat menghadapi RB Leipzig pada laga keenam Grup H Liga Champions, Selasa (8/12/2020) atau Rabu dini hari WIB.

Kekalahan itu membuat Man United dipastikan tersingkir meskipun laga Grup H lainnya, Paris Saint-Germain (PSG) vs Istanbul Basaksehir, masih ditangguhkan karena kasus rasial.

Man United nantinya akan turun kasta ke Liga Europa setelah hanya bisa menempati peringkat tiga klasemen Grup H Liga Champions dengan koleksi sembilan poin.

Di sisi lain, Leipzig dipastikan lolos ke fase gugur seusai mengalahkan Man United.

Meski demikian, Leipzig harus menunggu hasil laga tunda PSG vs Istanbul Basaksehir untuk menentukan statusnya apakah lolos ke 16 besar sebagai juara grup atau runner-up.

Leipzig untuk sementara memimpin klasemen Grup H dengan koleksi sembilan poin, unggul tiga angka dari PSG yang belum memainkan laga keenam di urutan dua.

Dengan kondisi ini, PSG bisa mengudeta Leipzig dan lolos ke fase gugur dengan status juara Grup H jika berhasil mengalahkan Istanbul Basaksehir pada laga tunda nanti.

Sebab, PSG unggul head-to-head maupun selisih gol atas Leipzig jika perolehan poin kedua tim identik.

Namun, jika gagal mengalahkan Istanbul Basaksehir, PSG harus rela lolos sebagai runner-up dan melihat Leipzig menyandang status juara Grup H.

Selain Leipzig dan PSG, terdapat dua tim lain yang juga baru memastikan tiket tampil ke 16 besar Liga Champions dini hari ini.

Dua tim itu adalah Borussia Dortmund dan Lazio yang merupakan wakil dari Grup F.

Dengan demikian, sampai saat ini sudah ada 12 tim yang sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Empat slot tersisa nantinya akan diperebutkan oleh delapan tim pada Rabu (9/12/2020) atau Kamis dini hari WIB.

Delapan tim itu tersebar di tiga grup, yakni A, B, dan D.

Grup B menjadi yang paling sengit karena seluruh penghuninya, yakni Inter Milan, Real Madrid, Shakhtar Donetsk, dan Borussia Monchengladbach masih berpeluang lolos.

Adapun Atletico Madrid dan RB Salzburg akan saling bunuh pada laga terakhir Grup A untuk menentukan tim yang akan menemani Bayern Munchen lolos ke fase gugur.

Kondisi serupa juga terjadi di Grup D karena Ajax Amsterdam dan Atalanta yang masih berpeluang lolos juga akan bertemu pada laga terakhir.

Berikut adalah daftar 12 tim yang sudah dipastikan lolos ke fase gugur Liga Champions:

Grup A: Bayern Muenchen

Grup C: Manchester City, FC Porto

Grup D: Liverpool

Grup E: Chelsea, Sevilla

Grup F: Borussia Dortmund, Lazio

Grup G: Juventus, Barcelona

Grup H: Leipzig, PSG

Neymar Hanya Butuh 5 Menit Cetak Gol ke Gawang Man United

Manchester United Kebobolan Tercepat di Liga Champions

Gol penyerang Paris Saint-Germain, Neymar, membuat kiper Manchester United, David de Gea, pasrah melihat bola masuk gawang dalam laga Grup H Liga Champions di Stadion Old Trafford, Rabu (2/12/2020) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Dikutip dari situs resmi UEFA, Paris Saint-Germain sebenarnya tampil lebih mendominasi.

PSG memimpin penguasaan bola dengan 53 persen.

Dari segi peluang, Les Parisiens memiliki 6 yang 3 di antaranya mengarah tepat sasaran.

Sementara itu, Manchester United mempunyai 5 kesempatan dengan 4 menuju ke gawang.

Mencoba menekan lebih dulu pada awal pertandingan, Paris Saint-Germain membuka keran gol pada menit ke-6.

Penyerang PSG, Neymar, melepaskan tendangan voli kaki kanan dari dalam kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Man United, David de Gea. PSG unggul 1-0.

Gol Neymar, yang membuat David de Gea pasrah melihat bola masuk ke dalam gawangnya, membikin Manchester United kebobolan gol tercepat dalam partai Liga Champions di Stadion Old Trafford sejak September 2015.

Kala itu, pemain Wolfsburg, Daniel Caligiuri, cuma membutuhkan 3 menit dan 53 detik untuk menggetarkan jala gawang Man United.

Adapun Neymar menyarangkan gol ke gawang Manchester United ketika laga baru bergulir 5 menit, 45 detik.

Kuasai Puncak Klasemen Grup C, City Lolos 16 Besar Liga Champions

Sejak menjadi manajer, Pep Guardiola tak pernah gagal melaju ke babak 16 besar Liga Champions. Manchester City kembali beraksi di fase ini.

Sejak terakhir kali juara Liga Champions bersama Barcelona di musim 2008/09 dan 2010/11, Pep Guardiola tak pernah lagi bisa mencicipi kejayaan di kompetisi tertinggi Benua Biru ini hingga sekarang.

Kendati demikian, pria Spanyol itu baru saja mencatatkan rekor mentereng di fase grup Liga Champions setelah mengantarkan Manchester City melenggang ke ke babak 16 besar.

Menurut Opta, Guardiola kini mengukir rekor 100 persen selalu lolos dari fase grup ke babak gugur dalam 12 kesempatannya sejak merambah dunia manajerial.

Hebatnya, catatan di atas tak bisa ditandingi manajer tim sepakbola manapun.

Praktis, pencapaian itu membuat Guardiola jadi satu-satunya manajer yang dalam 12 kesempatannya berhasil membawa tim-tim yang dilatihnya [Barcelona, Bayern Munich dan City] melaju ke fase knock-out.

Keberhasilan City merangsek ke babak perdelapan-fina UCL edisi kali ini setelah mengalahkan Olympiakos Piraeus di Stadio Georgios Karaiskaki berkat gol Phil Foden, yang memaksimalkan kreasi Raheem Sterling di babak pertama.

Sebiji gol dari Foden sudah cukup bagi City untuk membawa pulang tiga poin dari Piraeus sekaligus memantapkan City menyapu bersih seluruh empat laga di Grup C dengan kemenangan.

Kini, City memuncaki klasemen Grup C dengan mengoleksi 12 poin. Perolehan mereka sudah tidak bisa lagi dikejar sehingga tiket ke 16 besar sudah dimanakan The Citizens dengan dua laga tersisa.

Sabtu akhir pekan ini, City akan melanjutkan petualangan mereka di Liga Primer Inggris dengan menjamu Burnley di Etihad Stadium.

Setelah itu, skuad Guardiola akan kembali memainkan pertandingan lanjutan fase grup Liga Champions dengan tanpa kepentingan menghadapi Porto di Portugal.

Diogo Jota Cetak Hattrick di Laga Atalanta vs Liverpool

Liverpool sukses menghajar Atalanta dengan skor mentereng 5-0 kala kedua tim bertemu dalam laga matchday 3 fase grup Liga Champions 2020/21 di Gewiss Stadium, Rabu (4/11/2020) dini hari WIB.

Diogo Jota menjadi bintang kemenangan Liverpool dengan memborong tiga gol alias hat-trick, sedangkan dua gol lainnya masing-masing dicetak oleh Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Berkat hasil ini, Liverpool pun semaki kokoh di puncak klasemen Grup D dengan poin 9, sedangkan Atalanta duduk di peringkat tiga dengan poin 4.

Jota langsung mengancam gawang tuan rumah ketika laga baru berjalan dua menit. Sayang, tembakannya masih bisa dimentahkan oleh Marco Sportiello.

Jota akhirnya sukses membuka keunggulan Liverpool pada menit ke-16. Menerima assist Trent Alexander-Arnold, pemain asal Portugal itu dengan dingin sukses menaklukkan Sportiello.

Memasuki menit ke-33, Jota lagi-lagi sukses menggetarkan gawang Atalanta. Menerima umpan jauh Joe Gomez, Jota melakukan sekali kontrol sebelum melepas tembakan voli yang menghujam gawang tuan rumah.

Hanya semenit usai kembali dari kamar ganti, Salah berhasil memperbesar keunggulan Liverpool lewat sebuah skema serangan balik kilat. Salah dengan kecepatan luar biasanya berlari dari area timnya sendiri sebelum membobol gawang Sportiello.

Dua menit berselang, giliran Mane yang mencatatkan namanya di papan skor. Menerima assist Salah, Mane dengan dingin mampu melepas tendangan chip untuk menaklukkan Sportiello.

Jota benar-benar tampil luar biasa. Pemain yang digaet dari Wolverhampton itu berhasil mencetak gol ketiganya pada menit ke-54. Menerima umpa Mane, Jota lebih dulu mengelabui Sportiello sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.

Setelah unggul lima gl, Liverpool secara perlahan mulai menurunkan intensitas permainan mereka. Hal ini dimanfaatkan Atalanta untuk mengancam pertahanan tim tamu.

Duvan Zapata dua kali mendapat peluang emas untuk mencetak gol hiburan bagi timnya. Sayang, tiang gawang dan penyelamatan gemilang Alisson menggagalkan peluang tersebut.

Di penghujung pertandingan, Zapata sempat membobol gawang Alisson. Namun, gol ini dianulir karena lebi h dulu terjadi offside. Skor 5-0 untuk kemenangan Liverpool pun menjadi hasil akhir laga ini.

Atalanta: Marco Sportiello; Rafael Toloi, Jose Luis Palomino, Berat Djimsiti; Hans Hateboer (Fabio Depaoli 81′), Remo Freuler, Mario Pasalic (Ruslan Malinovsky 63′), Alejandro Gomez (Sam Lammers 81′), Johan Mojica (Matteo Ruggeri 81′); Luis Muriel (Matteo Pessina 52′), Duvan Zapata.

Liverpool: Alisson; Trent Alexander-Arnold (Neco Williams 82′), Rhys Williams, Joe Gomez, Andrew Robertson (Naby Keita 65′); Jordan Henderson (James Milner 66′), Georginio Wijnaldum (Kostas Tsimikas 82′), Curtis Jones; Mohamed Salah, Diogo Jota (Roberto Firmino 66′), Sadio Mane.

Lima Klub yang Diprediksikan Juara Liga Champions 2020-2021

Liga Champions 2020-2021 berjalan kian menarik. Sejumlah tim berhasil tampil tangguh hingga terus menjaga peluangnya untuk menjajaki babak demi babak berikutnya hingga menyabet gelar juara.

Sejauh ini, ada nama tim tentunya yang difavoritkan menjadi juara. Beberapa faktor tentu saja melatarbelakanginya, mulai dari kesiapan tim serta skuad, penampilannya yang terus positif, hingga rekam jejak apik di kompetisi tersebut.

Kali ini akan membahas tim-tim yang dipandang sebagai favorit juara Liga Champions 2020-2021. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Sabtu (31/10/2020), berikut lima favorit juara Liga Champions 2020-2021.

5. Barcelona

Di urutan kelima, ada nama Barcelona. Tim asuhan Ronald Koeman ini sejatinya sedang melalui fase yang sulit saat ini. Dewan direksi mereka yang berantakan, pelatih yang terus berganti sehingga Koeman menjadi juru taktik ketiga mereka dalam 12 bulan terakhir, hingga pemain terbaik mereka, yakni Lionel Messi, yang tidak tenang dan ingin pergi selama musim panas lalu.

Tetapi untuk masalah terakhir, Barcelona berhasil mengatasinya dengan mempertahankan Messi untuk satu musim lagi. Meski begitu, Barcelona dapat menorehkan hasil manis di dua laga awal Liga Champions. Kemenangan berhasil direbut bahkan salah satunya didapat saat berhadapan dengan tim besar, yakni Juventus.

Kondisi ini tentu saja membuat Barcelona terlihat segar kembali dan penuh percaya diri. Koeman semakin dekat untuk menemukan pemain Starting XI terbaiknya dan Messi terlihat seperti pemain yang terlahir kembali. Peluang mereka pun tidak boleh dianggap remeh untuk menjadi kampiun.

4. Liverpool

Di urutan keempat, ada nama Liverpool. Setelah memenangkan gelar Liga Champions pada musim 2018-2019, Liverpool memulai musim ini sebagai favorit untuk juara di dua kompetisi, yakni Liga Inggris dan Liga Champions.

Namun, langkah mereka untuk mempertahankan gelar Liga Inggris dimulai dengan awal yang goyah karena kalah 1-7 dari Aston Villa. Kemudian, armada Jurgen Klopp ditahan imbang oleh Everton. Lebih buruk lagi, Liverpool harus kehilangan bek andalan mereka, Virgil van Dijk, dalam waktu panjang karena didera cedera.

Liverpool belum menunjukkan yang terbaik, tetapi masih berhasil memenangkan dua laga di Liga Champions sejauh ini. Kondisi ini bisa menjadi pertanda juara untuk mereka jika berhasil terus menjaga konsistensi dan meningkatkan penampilannya.

3. Manchester City

Nama Manchester City juga turut difavoritkan menjadi juara Liga Champions musim ini. Sang pelatih, Josep Guardiola, dianggap sebagai salah satu manajer terhebat dalam sejarah dan tampak ingin terus berjuang mengantar Man City sukses di Liga Champions.

Guardiola belum pernah membawa tim asuhannya ke final Liga Champions sejak 2011. Man City sendiri belum pernah mencapai semifinal Liga Champions. Baik klub dan manajer akan sangat termotivasi untuk membuktikan kepada orang-orang yang meragukan.

Mereka siap menunjukkan bahwa pandangan yang ada selama ini salah dan akan memenangkan kompetisi tahun ini. Man City memiliki cukup bakat dan pemain berpengalaman di skuadnya.

2. Paris Saint-Germain

Kemudian, ada nama Paris Saint-Germain (PSG). Klub ini telah mendominasi sepakbola Prancis selama hampir satu dekade terakhir. Mereka juga bahkan berhasil mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya pada musim lalu.

Dengan superstar Brasil, Neymar Jr, dan anak emas Prancis, Kylian Mbappe, di tim mereka, PSG telah melakukan segala kemungkinan untuk mengubah dominasi domestik mereka menjadi supremasi Eropa. Mereka telah merekrut bakat kelas dunia di setiap lini.

Tahun lalu, usaha mereka hampir membuahkan hasil sampai bertemu dengan raksasa Jerman, Bayern Munich, di final Liga Champions. PSG sendiri memulai kampanye musim ini dengan kekalahan dari Manchester United tetapi bangkit kembali dengan mengalahkan Istanbul Baseksehir.

1. Bayern Munich

Terakhir, tentu saja ada nama Bayern Munich. Bayern dinilai punya kans besar untuk mempertahankan gelar juaranya di Liga Champions karena telah memulai dengan baik musimnya di Liga Champions 2020-2021.

Sang pelatih, Hansi Flick, telah mengubah Bayern sejak mengambil alih pada November 2019. Dia telah mengubah gaya bermain tim menjadi salah satu yang menunjukkan tekanan tinggi, passing apik, dan kecepatan secepat kilat. Kondisi ini membuat mereka hampir tak terkalahkan dalam kompetisi apa pun.

Prediksi Juara Liga Champions: Bayern, Liverpool dan Man City

Manchester City memiliki start sempurna di ajang Liga Champions 2020-2021. Setelah mengalahkan FC Porto dengan skor 3-1 di matchday perdana, skuad besutan Josep Guardiola itu kemudian melibas Marseille 3-0 pada laga berikutnya.

Ditambah dengan kualitas skuad yang mumpuni dan pelatih hebat, Man City pun menjadi salah satu tim yang paling difavoritkan untuk menjuarai Liga Champions musim ini. Akan tetapi, menurut legenda Man United, Rio Ferdinand, The Citizens hanyalah unggulan ketiga atau keempat.

Ferdinand menilai bahwa saat ini ada tim yang lebih siap dan lebih matang ketimbang Man City. Adapun tim yang dimaksud oleh Ferdinand tersebut adalah Bayern Munich dan Liverpool.

Sebagaimana diketahui, Bayern merupakan juara bertahan Liga Champions dan peraih treble winner musim lalu. Bahkan, memasuki musim kompetisi 2020-2021, Bayern masih diperkuat oleh banyak pilar utamanya dan performa apik mereka terus berlanjut.

Sama halnya dengan Bayern, Liverpool juga masih memiliki para pemain kunci mereka, terlepas dari badai cedera yang menghantam The Reds. Namun, dengan mental juara yang sudah terbentuk, Liverpool dinilai Ferdinand layak diperhitungkan dalam perburuan si Kuping Besar musim ini.

Di sisi lain, Man City meskipun memiliki skuad yang bagus, namun mereka tak pernah punya catatan bagus di Liga Champions. Bahkan, meski Guardiola sudah mengambil alih tim sejak musim panas 2016, langkah Man City di Liga Champions hanya mentok sampai babak perempatfinal.

“Saya ingin melihat sepakbola yang menarik dan ketika Manchester City terbang, mereka adalah tim yang sangat menarik untuk ditonton dan saya menikmati duduk di sini menonton mereka,” ucap Ferdinand kepada BT Sport, Rabu (28/10/2020).

“Kendati begitu, apakah mereka akan memiliki cukup uang untuk melewati batas, dengan kualitas dan konsistensi yang dimiliki Bayern? Saya rasa tidak!” jelas pria 41 tahun tersebut.

“Saya masih merasa Liverpool adalah tim yang lebih kuat. Jadi saya menempatkan City mungkin di urutan ketiga atau pilihan keempat bagi saya,” pungkas Ferdinand.

Di ajang Liga Champions 2020-2021, Man City hanya bisa melaju sampai babak perempatfinal. Mereka disingkirkan oleh Olympique Lyon setelah kalah dengan skor 1-3.