TokoIDN.com - Portal Berita Terhangat di Indonesia: Liga Italia

Inter Milan Mulai Melirik Scudetto Usai Bantai AC Milan

Inter Milan baru saja meraih kemenangan dalam Derby della Madonnina melawan AC Milan. Hasil itu menjaga asa mereka untuk meraih gelar juara Serie A musim ini.

Inter menghadapi Milan dalam laga pekan ke-23 Serie A, Minggu (21/2/2021) malam WIB. Bermain di San Siro, Nerazzurri menang dengan tiga gol tanpa balas.

Kini Inter semakin kukuh di puncak klasemen Serie A dengan koleksi 50 poin dari 23 pertandingan. Mereka unggul empat angka dari Milan yang berada di posisi kedua.

Sejauh ini, Inter baru menelan dua kekalahan dan lima kali imbang. Nerazzurri menjadi satu-satunya tim dengan jumlah kekalahan paling sedikit pada Serie A musim ini.

Produktivitas tim asuhan Antonio Conte ini pun terbilang sangat bagus. Romelu Lukaku dkk sudah menghasilkan 57 gol dan baru kebobolan 24 kali.

Dengan bertengger di puncak klasemen, Inter sekarang sangat difavoritkan untuk meraih gelar Serie A musim ini. Mereka sangat berpeluang mengakhiri puasa gelar liga sejak tahun 2010 lalu.

Pemain Inter Milan berselebrasi setelah Lautaro Martinez sukses menjebol gawang AC Milan dalam laga lanjutan Serie A, Minggu (21/2/2021). © AP Photo

Inter Milan tersingkir dari Liga Champions dan Coppa Italia. Hal bisa menjadi berkah buat Nerazzurri karena mereka bisa fokus sepenuhnya dalam ajang Serie A.

Inter tersingkir dari Liga Champions setelah finis sebagai juru kunci di babak penyisihan grup. Setelah itu, mereka disingkirkan Juventus pada babak semifinal Coppa Italia.

Kini Serie A menjadi prioritas utama Inter di tahun ini. Dengan bermain hanya seminggu sekali, Inter punya banyak tenaga untuk mengakhiri puasa gelar di liga.

Bukan tanpa alasan Inter Milan bisa berada di puncak klasemen. Mereka punya amunisi pemain-pemain yang sangat berkualitas.

Antonio Conte mempunyai duet penyerang haus gol seperti Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez di lini depan. Sedangkan untuk cadangannya, terdapat Alexis Sanchez.

Inter punya banyak gelandang berkualitas seperti Nicolo Barella, Stefano Sensi, Arturo Vidal, Christian Eriksen, Roberto Gagliardini hingga Marcelo Brozovic. Selain itu, barisan pertahanan Inter digawangi Alessandro Bastoni, Stefan De Vrij dan Milan Skriniar juga sangat kukuh.

Melalui susunan pemain yang bertabur bintang hingga lapis kedua, Conte tidak akan pusing dalam menurunkan pemain yang sesuai dengan strateginya.

Romelu Lukaku merayakan golnya ke gawang AC Milan di San Siro, Minggu (21/02/2021) malam WIB. © AP Photo

Romelu Lukaku merupakan mesin gol Inter Milan. Pemain asal Belgia itu sudah menyumbang banyak gol untuk Nerazzurri sejak didatngkan dari Manchester United.

Mantan striker Everton tersebut sudah mencetak 17 gol dalam 22 pertandingan Serie A. Lukaku sekarang memimpin daftar pencetak gol terbanyak di Serie A.

Bukan hanya itu, Lukaku juga mampu mencetak lima assist untuk rekan-rekannya. Ketajaman pemain 27 tahun itu bisa membantu Inter ke tangga juara.

Antonio Conte sudah memberikan dampak yang luar biasa sejak tiba di Inter Milan pada musim panas 2019. Pengaruhnya di Giuseppe Meazza terlihat sangat instan.

Conte berhasil mengantarkan Inter finis di posisi runner up pada musim lalu. Inter juga mampu tampil di final Liga Europa.

Conte sudah membuktikan bahwa dirinya merupakan salah satu pelatih terbaik di Serie A. Dia pernah membawa Juventus meraih tiga scudetto secara beruntun.

Juventus merayakan kemenangan atas AS Roma pada pekan ke-21 Serie A musim 2020/2021 © AP Photo

Sang juara bertahan sekaligus pesaing utama Inter Milan dalam perebutan gelar Serie A, Juventus, tidak tampil konsisten di musim ini. Ini merupakan keuntungan besar untuk Inter Milan.

Juventus memulai musim ini dengan pelatih baru yang minim pengalaman Andrea Pirlo. Namun, penampilan Cristiano Ronaldo dan kolega di pentas Serie A masih belum terlihat memuaskan.

Sementara itu, AC Milan saat ini sedang mengalami penurunan performa. Meski sempat memimpin klasemen nyaris sepanjang musim, Rossoneri kini hanya meraih dua kemenangan dari lima laga terakhirnya di Serie A.

AC Milan vs Inter Milan 0-3, Ini Selebrasi Gol Romelu Lukaku

Zlatan Ibrahimovic tampil melempem di laga Derby della Madonnina antara AC Milan vs Inter Milan kemarin malam. Ke mana striker asal Swedia itu?

Milan vs Inter tersaji pada pekan ke-23 Liga Italia di San Siro, Minggu (21/2/2021) malam WIB. Nerazzurri menjadi pemenangnya dengan skor akhir 3-0, setelah Lautaro Martinez membuat dua gol dan Romelu Lukaku sekali.

Sebelum laga, sorotan tertuju pada rivalitas Ibrahimovic dan Lukaku. Kedua pemain sempat bersitegang pada perempatfinal Coppa Italia akhir bulan lalu-yang dimenangkan Inter dengan skor 2-1, di mana Lukaku bikin satu gol.

Dan pada pertemuan kedua kali ini, Lukaku kembali bisa menjadi bintang kemenangan Inter. Striker Nerazzurri itu membuat satu gol dan satu assist.

Total, Lukaku membuat 4 tembakan ke gawang Milan, dan dua mengarah tepat ke gawang. Salah satunya berujung gol, ketika bisa melepaskan tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti.

Melansir dari laman Mirror Sports, usai mencetak gol, Lukaku langsung melakukan selebrasi dengan berlari ke bendera sepak pojok, menunjuk bagian dadanya, dan beberapa kali terdengar berteriak kata ‘Dio’.

Sekadar informasi, Dio berarti Dewa dalam bahasa Italia. Teriakan itu pun diindikasikan bahwa Lukaku tengah mengejek Zlatan Ibrahimovic.

Kata ‘Dio’ yang diteriakan oleh Romelu Lukaku pun diyakini sebagai sindirannya untuk Zlatan Ibrahimovic, saat keduanya terlibat psywar beberapa waktu lalu.

Bintang asal Swedia tersebut sebelumnya perna mengatakan “Milan tidak pernah memiliki seorang raja. Mereka memiliki Tuhan,”. Tuhan yang dimaksud Ibra ialah dirinya sendiri kala Derby Milan 2-1 pada Oktober 2020.

Komentar Ibrahimovic tersebut merupakan responsnya terhadap pernyataan Lukaku pada awal tahun 2020, pemain Belgia itu menyatakan “Ada raja baru di kota” setelah Inter mengalahkan Rossoneri 4-2 pada Februari.

Meski demikian, selebrasi yang dilakukan oleh Lukaku saat Derby della Madonnina kemarin tak ditanggapi dengan serius oleh Zlatan Ibrahimovic.

Bahkan Ibrahimovic menunjukkan rasa hormatnya dengan memberikan tepuk tangan untuk mantan rekan setimnya di Manchester United, dan tak ada konfrontasi lebih lanjut.

Sekadar informasi, kemenangan ini pun membuat Inter Milan semakin mengigil di puncak dengan raihan 53 poin. Sedangkan Rossoneri masih tertahan di posisi kedua dengan 49 poin di klasemen sementara Serie A Liga Italia 2020/21.

AC Milan vs Inter Milan Duel Hidup Mati Klasemen Atas Serie A Italia

Ajang Serie A bakal menyajikan pertandingan seru antara dua klub bersejarah Italia, AC Milan dan Inter Milan, di Stadio San Siro. Laga tersebut akan diselenggarakan pada Minggu besok (21/2/2021) WIB.

Saat ini Milan sedang menempati peringkat kedua klasemen sementara Serie A. Mereka harus turun dari puncak klasemen setelah menuai kekalahan yang mengejutkan waktu bertemu Spezia akhir pekan lalu.

Posisinya diambil alih oleh Inter Milan yang memang sedang menanti giliran menduduki puncak klasemen sejak lama. Tim asuhan Andrea Pirlo berhasil naik usai mengalahkan Lazio dengan skor 3-1.

Sekarang kedua tim terpaut jarak satu angka saja. Tidak heran kalau banyak orang yang mencaplok pertandingan ini sebagai penentuan untuk memprediksi peraih Scudetto pada akhir musim nanti.

Jelas, kedua tim sama-sama membutuhkan pemain kuncinya agar bisa meraih kemenangan. Pada tubuh Milan, sosok itu adalah Zlatan Ibrahimovic yang telah mencetak 14 gol dari 12 penampulan pada musim ini.

Semua rekan-rekan setimnya memiliki harapan yang tinggi pada pemain berkebangsaan Swedia tersebut. Salah satunya adalah sang kiper, Gianluigi Donnarumma. “Saya menutup mata dan membayangkan: saya harap Ibrahimovic mencetak gol penentu,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.

Donnarumma sangat menantikan pertandingan melawan Inter Milan ini. Sebab, ini adalah kali pertama setelah sekian tahun lamanya laga derby Milan terasa seru dan sepenting ini.

“Sudah lama sejak kami melihat derby dengan klasemen seperti ini dan kami semua bersemangat dan sadar harus bermain apik untuk membawa pulang hasil,” lanjutnya.

Pemain AC Milan lainnya, Theo Hernandez, juga memiliki perasaan yang sama. Ia bahkan yakin pertandingan bakalan menyajikan duel yang sengit dan memanjakan mata para penontonnya.

“Sejujurnya semua laga derby itu penting di Milan, tapi ini akan menjadi pertandingan yang benar-benar penting buat posisi kami. Itulah kenapa ini akan menjadi laga yang spesial,” ungkap Theo Hernandez.

Ia juga memiliki harapan tinggi terhadap Ibrahimovic. “Punya Ibra dalam tim adalah sebuah kelebihan. Yang mengesankan adalah fisiknya. Dia 39 tahun, namun fisiknya di lapangan luar biasa dan bagaimana dia membantu rekan-rekannya.”

Sembari bercanda, Theo juga berkata kalau Ibrahimovic adalah sosok yang menjengkelkan di sesi latihan. “Sangat,” katanya sembari tertawa. “Dia berada di belakang semua orang. Kami salah, dia akan meminta kami untuk bermain lebih,” tutupnya.

Napoli Berhasil Permalukan Juventus dengan Skor 1-0

Juventus menelan kekalahan 0-1 dari Napoli pada laga pekan ke-22 Serie A di Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (14/2/2021) dini hari WIB. Hasil itu membuat tren tak terkalahkan Juve harus terhenti.

Sebelumnya, I Bianconeri tidak pernah menelan kekalahan dalam tujuh laga di seluruh ajang, dengan perincian enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Takluk dari Napoli membuat Juventus masih berada di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A dengan nilai 42. Mereka kini hanya unggul dua poin atas Napoli yang menempati posisi ketiga.

Bermain di kandang lawan, Juventus coba mengambil inisatif serangan sejak bola digulirkan. Cristiano Ronaldo memiliki kesempatan untuk membawa Juve unggul lebih dulu saat laga baru berjalan enam menit.

Akan tetapi, bola hasil sepakan kaki kiri Ronaldo yang memanfaatkan umpan dari Alvaro Morata masih bisa digagalkan kiper.

Masuk menit ke-28, Napoli mendapatkan hadiah penalti. Berdasarkan tayangan ulang melalui VAR, Giorgio Chiellini melakukan pelanggaran kepada bek Napoli, Amir Rrahmani, di kotak terlarang.

Lorenzo Insigne yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan baik. Bola hasil tembakan 12 pas Insigne ke pojok kiri atas gawang tak mampu dihentikan kiper Juventus, Wojciech Szczesny.

Kebobolan satu gol, I Bianconeri coba membalas. Akan tetapi, upaya Juventus untuk mencetak gol tak membuahkan hasil. Sampai pertandingan berakhir, skor 1-0 untuk kemenangan Napoli tetap bertahan.

Juventus Lolos ke Final Coppa Italia setelah Singkirkan Inter Milan

Juventus lolos ke babak final Coppa Italia setelah menahan tamunya, Inter Milan, dengan skor 0-0 pada pertandingan leg kedua semifinal di Allianz Stadium, Rabu dinihari WIB, 10 Februari 2021. Mereka melaju berkat keunggulan agregat 2-1.

Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez memiliki peluang untuk membawa Inter Milan unggul di babak pertama. Keduanya gagal memanfaatkannya.

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon yang sudah berusia 43 tahun, jarang mendapat cobaan yang membahayakan, meskipun Christian Eriksen melakukan banyak umpan silang berbahaya ke dalam kotak penalti.

Di kubu Juventus, Cristiano Ronaldo gagal memanfaatkan peluang di babak pertama. Dua tendangan CR7 di babak kedua diblok kiper Samir Handanovic.

Juventus akan tampil di final Coppa Italia untuk ke-20 kalinya. Mereka masih menanti lawan di babak final yang akan digelar 19 Mei. Atalanta akan menjamu Napoli, Kamis dinihari nanti, setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di leg pertama.

Antonio Conte Buat Nicolo Barella Jadi Pemain Terbaik di Masa Depan

Performa apik Nicolo Barella sejak memperkuat Inter Milan membuat legenda klub, Nicola Berti, terkesima. Menurutnya sang gelandang bisa menjadi kapten Inter pada masa depan.

Nicolo Barella disebut-sebut sebagai gelandang terbaik Italia saat ini. Anggapan tersebut tak lepas dari peran vitalnya di Inter Milan dan juga timnas Italia.

Ini pula yang membuat Nicola Berti tak ragu menyebut eks pemain Cagliari sebagai kapten masa depan. Baginya, sang gelandang punya semua atribut yang dibutuhkan untuk menjadi kapten dan pemain hebat.

“Dia pemain yang tak tergantikan di Inter. Dia salah satu pemain yang selalu memberi sesuatu yang lebih. Saya tidak ragu menyebutnya sebagai salah satu dari tiga gelandang terbaik Eropa. Sedangkan di Italia jelas dia yang terbaik,” kata Berti kepada Tuttosport, Senin (8/2/2021).

“Sebagai gelandang, dia sangat tangguh, mampu merebut bola dengan baik, mencetak gol dan memberi assist. Apa yang dia punya sekarang membuat saya yakin dia adalah kapten masa depan Inter Milan,” ia menambahkan.

Terkait performa menawan pemain 22 tahun, Berti berani menjamin ini bukan sebuah kebetulan. “Percaya pada saya ini bukan sebuah kebetulan. Dia pemain juara dan selalu tahu apa yang harus dilakukan,” imbuhnya.

“Saya menyukai permainannya dan saya yakin masih ada peluang yang begitu besar untuknya berkembang dan mencapai level yang lebih tinggi,” tutup Nicola Berti.

Inter Milan Bertekuk Lutut Dihadapan Juventus, Skor Akhir 2-1

Cristiano Ronaldo menjadi bintang kemenangan 2-1 Juventus atas Inter Milan di leg I semifinal Coppa Italia 2020-2021 yang dilangsungkan di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (3/2/2021) dini hari WIB. Pesepakbola 35 tahun itu memborong semua gol Juventus yang dilesakkan di menit 26 dan 35.

Berkat dua gol yang dibuat, Cristiano Ronaldo pun mencetak rekor. Menurut laporan @OptaPaolo, Cristiano Ronaldo tercatat sebagai pesepakbola yang paling banyak mengemas brace (dua gol dalam satu pertandingan) sepanjang musim ini.

Sebanyak delapan brace itu dibuat Cristiano Ronaldo di tiga ajang yang berbeda, yakni Liga Italia, Coppa Italia dan Liga Champions. Di Liga Italia, Cristiano Ronaldo membuat brace saat Juventus bermain 2-2 kontra AS Roma, menang 4-1 atas Spezia, menumbangkan Cagliari 2-0, mengatasi perlawanan Genoa 3-1, menghancurkan Udinese 4-1 dan menghajar Sassulo 3-1.

Sementara di Liga Champions, Cristiano Ronaldo mencetak brace saat Juventus menang 3-0 atas Barcelona di matchday pamungkas Grup G Liga Champions 2020-2021. Berkat kemenangan telak tersebut, Juventus pun keluar sebagai juara Grup H.

Terakhir atau di ajang Coppa Italia, brace dicetak ketika Juventus menang 2-1 atas Inter Milan dini hari tadi. Dua gol yang dibuat, membuat Cristiano Ronaldo sudah enam kali mencetak gol di Stadion Giuseppe Meazza.

Di Stadion Giuseppe Meazza sendiri ada dua klub yang bercokol, yakni Inter dan AC Milan. Uniknya, Cristiano Ronaldo membagi rata kedua klub tersebut, yang mana baik Inter dan Milan sama-sama tiga kali dibobol Cristiano Ronaldo di Giuseppe Meazza.

Setidaknya gol yang dibuat dini hari tadi akan mendongkrak kepercayaan diri Cristiano Ronaldo. Sebab, sebelumnya di tiga laga terakhir Liga Italia 2020-2021, Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol.

Hal itu pun menimbulkan keraguan perihal, apakah ketajaman Cristiano Ronaldo telah berakhir? Selanjutnya pada Minggu 7 Februari 2021 dini hari WIB, Juventus akan menjamu AS Roma di lanjutan pekan ke-21 Liga Italia 2020-2021.

Kemenangan dibutuhkan Juventus demi menyalip AS Roma yang kini menempati posisi tiga klasemen sementara Liga Italia 2020-2021 dengan koleksi 40 angka. Sementara Juventus di posisi empat dengan 39 poin.

Inter Milan vs Juventus, Kesempatan Pirlo Balas Dendam

Inter Milan dan Juventus akan bertarung pada leg pertama semifinal Coppa Italia 2020/2021, Rabu (3/2/2021) di Stadion Giuseppe Meazza. Inter menargetkan kemenangan untuk setidaknya memperbaiki rekor pertemuan kedua tim yang timpang dalam beberapa pertandingan terakhir.

Pada babak 16 besar, Inter Milan menyingkirkan Fiorentina. Anak asuh Antonio Conte menang 2-1 lewat penalti Arturo Vidal dan gol extra time Romelu Lukaku. Juventus juga membutuhkan extra time untuk mengalahkan Genoa 3-2.

Memasuki perempat final, Juventus menghabisi SPAL 4-0 melalui gol-gol Alvaro Morata (penalti), Gianluca Frabotta, Dejan Kulusevksi, dan Federico Chiesa. Sementara itu, Inter melewati sang rival sekota AC Milan. Nerazzurri menang 2-1 lewat penalti Romelu Lukaku dan gol injury time Christian Eriksen.

Namun, Lukaku berselisih dengan Zlatan Ibrahimovic di Derbi Milan itu, dan sama-sama diskors satu pertandingan. Selain Lukaku, Inter juga kehilangan Achraf Hakimi akibat skorsing saat melawan Juventus nanti.

Inter dan Juventus sudah bertemu di Serie A musim ini pada 18 Januari 2021 lalu. Di Giuseppe Meazza, Inter besutan Antonio Conte memukul Juventus racikan Andrea Pirlo 2-0 melalui gol-gol Arturo Vidal dan Nicolo Barella.

Inter Milan dan Juventus kali ini bertemu lagi, dan ajangnya adalah semifinal leg pertama Coppa Italia. Dua rival ini sama-sama ingin meraih hasil terbaik guna dijadikan modal untuk melakoni leg kedua di Turin seminggu berselang.

Statistik

5 Pertemuan Terakhir

18-01-2021 Inter 2-0 Juventus (Serie A)

09-03-2020 Juventus 2-0 Inter (Serie A)

07-10-2019 Inter 1-2 Juventus (Serie A)

28-04-2019 Inter 1-1 Juventus (Serie A)

08-12-2018 Juventus 1-0 Inter (Serie A).

5 Laga Terakhir Inter

13-01-21 Fiorentina 1-2 Inter (Coppa Italia)

18-01-21 Inter 2-0 Juventus (Serie A)

24-01-21 Udinese 0-0 Inter (Serie A)

27-01-21 Inter 2-1 Milan (Coppa Italia)

31-01-21 Inter 4-0 Benevento (Serie A).

5 Laga Terakhir Juventus

18-01-21 Inter 2-0 Juventus (Serie A)

21-01-21 Juventus 2-0 Napoli (Supercoppa)

24-01-21 Juventus 2-0 Bologna (Serie A)

28-01-21 Juventus 4-0 SPAL (Coppa Italia)

31-01-21 Sampdoria 0-2 Juventus (Serie A).

Prakiraan Susunan Pemain dan Prediksi

Inter (3-5-2): Handanovic; Skriniar, De Vrij, Bastoni; Darmian, Barella, Brozovic, Vidal, Young; Lautaro, Alexis.

Pelatih: Antonio Conte.

Juventus (4-4-2): Buffon; Cuadrado, Bonucci, De Ligt, Sandro; McKennie, Bentancur, Arthur, Chiesa; Kulusevski, Ronaldo.

Pelatih: Andrea Pirlo.

Prediksi Bola 

Inter Milan 50-50 Juventus

Inter Milan Siap Tukar Alexis Sanchez dengan Striker AS Roma Edin Dzeko

Dua raksasa Serie A, Inter Milan dan AS Roma dikabarkan tengah merencanakan pertukaran pemain yang melibatkan dua penyerang, yakni Alexis Sanchez dengan Edin Dzeko.

Seperti diberitakan sebelumnya, masa depan Dzeko di Roma menjadi tidak jelas usai beberapa hari lalu ia bersitegang dengan pelatih Paulo Fonseca.

Akibat insiden ini, Dzeko pun harus menjalani sesi latihan secara terpisah dari anggota skuad lainnya dan kini kemungkinan besar bakal dilepas ke klub lain sebelum jendela transfer Januari berakhir.

Dzeko kabarnya diminati oleh Inter yang sedianya sudah berusaha menggaet bomber asal Bosnia itu pada jendela transfer musim panas lalu, tetapi menemui kegagalan.

Dilansir Football Italia, Inter dan Roma bertemu di Milan pada Kamis (28/1/2021) malam waktu setempat. Inter diwakili oleh Piero Ausilio, sedangkan Giallorossi mengutus Tiago Pinto.

Keduanya membicarakan mengenai kemungkinan pertukaran pemain. Inter menyerahkan Alexis Sanchez ke Roma. Sebagai gantinya, Nerazzurri mendapatkan Dzeko. Pertukaran ini berdurasi enam bulan ke depan.

Salah satu pengganjal utama dari rencana pertukaran pemain in adalah biaya gaji Dzeko yang masih terlalu tinggi bagi Inter. Meski demikian, negosiasi masih terus berlanjut.

Dzeko dan Sanchez sejatinya sama-sama bergaji sekitar 7,5 juta euro per musim. Namun, Inter diuntungkan karena Sanchez baru direkrut dari Manchester United sehingga pajaknya mengalami pemotongan.

Kabar terbaru menyebut bahwa selisih 3 juta euro dari nilai jual Dzeko dan Sanchez bisa diatasi dengan cara Inter memberikan Andrea Pinamonti kepada Roma.

Inter vs AC Milan, Ibrahimovic dan Lukaku Berkelahi

Pertengkaran Zlatan Ibrahimovic dengan Romelu Lukaku mewarnai Derby Della Madonnina, Inter Milan vs AC Milan, perempat final Coppa Italia, Rabu (27/1/2021). Kali ini, Lukaku dan Inter jadi yang tertawa paling akhir.

Inter sempat tertinggal lebih dahulu di babak pertama, gol Ibra jadi pembeda. Namun, Nerazzurri mampu membalikkan kedudukan di babak kedua lewat aksi Romelu Lukaku dan Christian Eriksen.

Pasukan Antonio Conte akhirnya menang 2-1 dan berhak melaju ke semifinal. Milan tertunduk lesu, tapi mungkin Ibrahimovic yang paling merasa bersalah.

Dua striker ini beradu tandukan tepat sebelum babak pertama berakhir. Menurut Rai Sport, Ibra-lah yang pertama kali memprovokasi Lukaku.

Lukaku tidak terima dan balik mengonfrontasi Ibra, situasi sempat memanas. Kabarnya Lukaku merasa terhina oleh komentar Ibra.

Wasit Paolo Valeri menghukum kedua pemain ini dengan kartu kuning, tapi itu belum cukup untuk menghentikan pertengkaran.

Lalu ketika babak pertama berakhir, Ibra cepat-cepat meninggalkan lapangan, tapi Lukaku berusaha mengejarnya — untung ditahan rekan-rekannya.

Menurut Tuttomercatoweb via Football Italia, ada sepotong komentar Ibra yang membuat Lukaku hilang kesabaran.

Striker senior Swedia ini berkata: “Go do your voodoo s***, you little donkey.”

Lukaku lantas marah besar, tidak terima dengan penghinaan tersebut, dan balas mencaci Ibra.

“F*** you and your wife, you want to speak about my mother?”

Apa arti Voodoo?

Olokan Ibra kepada Lukaku sempat dinilai sebagai pelecehan rasial, tapi pihak MIlan membantah keras. Kata ‘Voodoo’ yang diucapkan Ibrahimovic diyakini mengacu pada komentar terkenal Farhad Moshiri, salah satu petinggi Everton.

Kala itu, Januari 2018, Lukaku menolak kontrak baru di Everton karena alasan tak jelas. Kabarnya striker belgia ini menerima pesan voodoo dan memilih tidak meneken kontrak.

“Dia [Lukakuy] berkata sedang berziarah ke Afrika atau ke suatu tempat, lalu dia menerima voodoo dan mendapat pesan bahwa dia harus pergi ke Chelsea,” kata Moshiri.

Ibra boleh jadi berada di atas angin ketika berseteru dengan Lukaku di ujung babak pertama. Saat itu Milan sedang unggul 1-0 berkat golnya.

Nahasnya, justru Lukaku yang tertawa paling akhir. Ibra menerima kartu kuning kedua di menit ke-59 usai melanggar Kolarov, momen krusial dalam pertandingan.

Hanya 12 menit setelah Ibra keluar lapangan, Lukaku mencetak gol untuk menyamakan kedudukan jadi 1-1. Dia berselebrasi di hadapan 10 pemain Milan, Ibra menonton dari ruang ganti.

Lalu, di ujung laga Inter berbalik unggul lewat gol tendangan bebas Christian Eriksen. Inter menang, Milan Kalah, Lukaku tertawa, Ibra nelangsa.