TokoIDN.com - Portal Berita Terhangat di Indonesia: Liga Italia

Nicolo Zaniolo, Gelandang 21 Tahun yang Bakal Curi Perhatian Dunia

Gelandang AS Roma, Nicolo Zaniolo mencuri perhatian dengan bakatnya. Salah satu yang terkesima atas kemampuan pemain berusia 21 tahun tersebut adalah Fabio Capello.

Capello membandingkan Zaniolo dengan mantan gelandang AC Milan, Kaka. Menurut dia ada kelebihan pemain asal Italia tersebut.

“Kaka tidak memiliki kekuatan yang sama dengan Zaniolo, karena dia lebih teknis dan mengekspresikan diri lebih baik di sepertiga akhir,” tutur Capello, dikutip dari Sky Sports Italia.

Kecepatan Zainolo diakui oleh Capello bisa jadi pembeda tim di atas lapangan. Potensinya ini harus terus diasah, dan tak tertutup kemungkinan dia bisa mendapat penghargaan bergengsi.

“Talenta Roma ini memiliki fisik, kekuatan, dan kecepatan luar biasa bercampur dengan kualitas. Dia memiliki potensi, tidak hanya untuk memenangkan sepatu emas di masa depan, tapi lebih,” kata Capello.

Tanpa ragu pula Capello mengaku jatuh cinta dengan cara bermain Zaniolo. Pemain yang sudah mencatatkan lima laga bersama Timnas Italia itu memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.

“Saya jatuh cinta pada Zaniolo, karena dia memiliki segalanya di level tertinggi. Kekuatan, kualitas, dan kecepatan,” imbuh mantan pelatih Timnas Inggris itu.

Conte Bakal Segera Digantikan Massimiliano Allegri?

Milan – Antonio Conte memulai perang dengan manajemen Inter Milan di akhir Serie A 2019/2020. Jika konflik itu tak selesai, Conte kemungkinan diganti Massimiliano Allegri.

Conte menuntaskan musim ini dengan hasil yang terbilang oke, yakni finis runner-up dengan 82 poin, cuma selisih satu poin dengan Juventus yang jadi juara untuk sembilan musim beruntun.

Tapi, pencapaian itu rupanya belum bikin puas Conte, karena merasa Inter bisa lebih tampil konsisten. Nerazzurri dicatat sebagai tim paling banyak kehilangan poin dari posisi unggul musim ini, kira-kira lebih dari 20 poin!

Inkonsistensi ini yang bisa dibilang jadi faktor utama kegagalan Inter menghentikan dominasi Juventus. Meski begitu, Conte merasa dia tidak mendapat dukungan sepenuhnya dari manajemen Inter arahan Presiden Steven Zhang.

Zhang memang tak ragu mengeluarkan uang untuk mendatangkan Romelu Lukaku, Nicolo Barella, Alexis Sanchez, dan bahkan Christian Eriksen di bursa transfer Januari. Tapi, Zhang dianggap Conte setengah hati memimpin Inter dan itu tidak disukai Conte.

Conte menilai Zhang tidak melindungi dirinya dan tim dari kritik yang ada selama ini. Perselisihan itu pun coba diselesaikan oleh Conte dan Zhang yang kabarnya akan bertemu pekan ini, sebelum Inter menghadapi Getafe di 16 besar Liga Europa.

Zhang akan coba bicara dari hati ke hati dengan Conte, meluluhkan hati mantan pelatih Chelsea dan Juventus itu. Tapi, jika upaya itu gagal, maka Zhang sudah menyiapkan opsi lain.

Dikutip Sport Mediaset, Conte bakal pergi dari Inter dan klub akan menunjuk Massimiliano Allegri sebagai penggantinya. Uniknya, Allegri adalah orang yang menggantikan Conte ketika pergi dari Juventus pada 2014.

Saat dilatih Conte, Juventus meraih tiga scudetto beruntun sebelum dilanjutkan lima gelar lainnya bareng Allegri, serta dua kali ke final Liga Champions. Dengan adanya CEO Inter Beppe Marotta, Inter bisa lebih mudah menggaet pelatih yang sudah setahun istirahat.

Meski demikian, Inter harus bergerak cepat karena banyak klub besar juga mengincar Massimiliano Allegri, seperti Paris Saint-Germain, Barcelona, dan Manchester United.

Juventus, Roma, Napoli dan Inter Milan Tertarik Chris Smalling

Chris Smalling mungkin sudah tidak lagi menjadi opsi yang menarik bagi Manchester United. Namun, ada empat klub Serie A yang siap menampung bek tengah berusia 30 tahun itu musim depan.

Chris Smalling memang sudah tidak ada dalam renana Ole Gunnar Solskjaer di musim 2019/2020 ini. Sejak Harry Maguire datang, posisinya di tim utama secara otomatis hilang dan kalah bersaing.

Pada musim 2019/2020, United melepas Chris Smalling ke AS Roma dengan status pinjaman. Tidak ada opsi pembelian permanen dalam kesepakatan dengan Roma yang berakhir begitu Serie A musim ini rampung.

Chris Smalling tampil bagus bersama AS Roma. Dia menjadi pilihan utama di lini belakang Il Lupi. Namun, aksi impresif itu tidak cukup untuk membuat Setan Merah terkesan dan ingin membawanya pulang.

Chris Smalling telah memainkan 28 laga di Serie A musim 2019/2020 ini. Catatan performanya cukup bagus. Dia beradaptasi cepat dengan gaya bermain sepak bola Italia. Smalling langsung menjadi pemain inti.

Sejauh ini, dia juga mencetak dua gol di Serie A.

Dikutip dari Calciomercato, saat ini ada empat tim Serie A yang tertarik pada jasa Chris Smalling. Mereka ingin membeli mantan pemain Fulham tersebut secara permanen. Hanya saja, harga yang tetapkan United terlalu mahal.

Selain AS Roma, klub yang ingin mendapatkan jasa Chris Smalling yakni Juventus, Napoli, dan Inter Milan. Namun, sejauh ini Roma masih berada di urutan paling depan dibanding klub lain.

Chris Smalling juga masih ingin bertahan di Roma lebih lama lagi. Dia merasa terkesan dengan situasi di Roma, apalagi dia mendapat jaminan bermain secara reguler.

AS Roma bersikap aktif utuk bisa mendapatkan jasa Chris Smalling secara permanen. Mereka telah mengajukan tawaran kepada pihak Setan Merah, tetapi belum sesuai dengan nilai yang tetapkan. Harga yang ditawarkan Roma terlalu murah.

Roma menawarkan 16,3 juta pounds kepada Manchester United untuk bisa membawa Chris Smalling ke ibukota Italia. Namun, pihak United bersikeras hanya ingin menjual sang bek tengah dengan harga 18.2 juta pounds.

Di sisi lain, United juga tidak ingin memperpanjang peminjaman Chris Smalling. Setan Merah kabarnya tidak ingin mengambil resiko bertemu dengan Roma di Liga Europa. Hal ini juga berlaku pada kasus Alexis Sanchez di Inter Milan.

2 Klub Raksasa Eropa Bakal Tukar Pemain

Dua klub raksasa Eropa, yakni Inter Milan dan Bayern Munchen dikabarkan berencana melakukan pertukaran pemain pada jendela transfer musim panas ini.

Dilansir Calciomercato, pemain yang kemungkinan bakal dilepas Inter ke Bayern pada musim panas ini adalah gelandang Marcelo Brozovic.

Brozovic diklaim memang ingin pindah dari Giuseppe Meazza. Bayern pun menjadi opsi tujua Brozovic yang berpeluang besar bisa terwujud.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Inter kabarnya meminta kepada Bayern untuk ganti bersedia memberikan Corentin Tolisso kepada mereka.

Permintaan Inter ini sangat wajar mengingat Tolisso merupakan target lama mereka, bahkan semenjak sang gelandang masih bermain untuk Lyon.

Tolisso sempat menjadi andalan di lini tengah Bayern Munchen pada musim pertamanya. Namun, gelandang tim nasional Prancis itu mengalami cedera ligamen di awal musim keduanya dan harus menikmati sisa musim di meja perawatan.

Satu lagi pembahasan yang bakal dilakukan Inter dan Bayern adalah soal masa depan Ivan Perisic, yang dipinjam Bayern sejak awal musim ini.

Masa peminjaman Perisic akan berakhir selepas kompetisi musim ini usai. Bayern pun diyakini sejatinya ingin mempermanenkan status sang penyerang sayap.

Namun, Bayern ogah memenuhi permintaan biaya Inter untuk transfer Perisic senilai 20 juta euro yang mereka anggap terlalu mahal.

Juventus Resmi Juara Liga Italia

Juventus memastikan scudetto 2019-2020 setelah mengalahkan Sampdoria 2-0 di Allianz Stadium, Turin, Senin (27/7/2020) dini hari WIB. Dua gol Juventus dicetak oleh Cristiano Ronaldo (45+7′) dan Federico Bernadeschi (67′).

Si Nyonya Tua mengunci gelar ke-36 mereka setelah mengumpulkan 83 poin hasil 26 kemenangan, lima seri, dan lima kalah.

Kesuksesan Juventus meraih gelar tahun ini melahirkan rekor baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Serie A, Scudetto telah dimenangkan oleh pelatih Italia selama 10 musim berturut-turut.

Pelatih asing terakhir yang mengangkat trofi di Italia adalah Jose Mourinho bersama Inter Milan pada musim 2009-2010.

Setelah itu, Massimiliano Allegri di AC Milan pada 2010-11. Antonio Conte membawa Juventus meraih Scudetto pada 2011-2012, 2012-2013 dan 2013-2014.

Allegri kemudian mengambil tempat yang ditinggalkannya, menjadi pelatih pertama yang memenangkan lima gelar Serie A berturut-turut dari 2015 hingga 2019.

Maurizio Sarri adalah orang Italia keempat yang mengantarkan tim juara. Sarri yang dikontrak Juventus pada musim panas lalu berhasil meneruskan tongkat estafet Allegri.

Sarri juga memecahkan rekor sebagai pelatih tertua yang meraih scudetto. Ia kini berusia 61 tahun enam bulan. Sebelumnya, pelatih tertua yang mengantarkan klub scudetto ialah Nils Liedholm (AS Roma) pada 1983 dalam usia 60 tahun tujuh bulan.

Daftar Juara Serie A 10 Tahun Terakhir

AC Milan

2010-2011

Juventus

2011-2012

2012-2013

2013-2014

2014-2015

2015-2016

2017-2018

2018-2019

2019-2020

Daftar Pelatih Juara 10 Musim Terakhir

Massimiliano Allegri (AC Milan 2010-2011)

Antonio Conte (Juventus 2011-2014)

Massimiliano Allegri (Juventus 2015-2019)

Maurizio Sarri (Juventus 2019-2020)

Victor Osimhen Bakal Jadi Legenda Napoli

Presiden Asosiasi Sepak Bola Nigeria, Amaju Pinnick mendukung kepindahan Victor Osimhen ke klub Liga Italia, Napoli. Menurut Pinnick, Osimhen akan bisa memecahkan rekor milik Diego Maradona di San Paolo.

Osimhen selangkah lagi akan diresmikan sebagai pemain anyar dalam skuat asuhan Genanro Gattuso. Kabarnya, I Partenopei harus mengucurkan dana sebesar 60 juta Euro untuk mendaratkan Osimhen dari Lille.

“Napoli adalah klub yang tepat bagi Victor Osimhen untuk menjadi pemain kunci. Osimhen akan selalu memberikan penampilan terbaiknya di atas lapangan,” ujar Amaju Pinnick seperti dikutip dari laman Football Italia.

“Saya yakin Osimhen akan melakukan usaha terbaiknya untuk bisa menyamai atau bahkan mematahkan rekor milik Diego Maradona di Napoli,” kata Pinnick menambahkan.

Lebih lanjut, Pinnick juga mengaku akan turut hadir di Stadio San Paolo musim depan untuk menyaksikan aksi Osimhen secara langsung. Ia pun yakin Osimhen akan bertahan bersama I Partenopei untuk waktu yang lama.

“Saya akan datang ke San Paolo musim depan untuk menyaksikan beberapa pertandingan Napoli. Osimhen masih muda dan akan bermain di Napoli untuk waktu yang sangat lama.”

“Seperti yang sudah saya katakan, Osimhen akan bermain di tim hebat musim depan. Mereka sudah membuat keputusan yang tepat karena sangat percaya akan potensi besar yang dimiliki Osimhen,” tandas Pinnick.

Atalanta Mulai Jadi Perhatian Para Pecinta Bola

Bukan Inter Milan atau Lazio yang benar-benar bisa mengganggu Juventus di Serie A musim ini, apalagi AC Milan atau AS Roma. Benar, musim ini adalah musimnya Atalanta, tim yang penuh kejutan.

Saat ini Atalanta ada di peringkat ke-2 klasemen sementara Serie A dengan 74 poin. Unggul satu poin dari Inter Milan, dan tertinggal 6 poin dari Juventus.

Atalanta mulai diperhatikan dunia ketika mewujudkan mimpi mereka di Liga champions, Februari 2020 lalu. Saat itu mereka mengalahkan Valencia 4-1 pada duel leg pertama 16 besar Liga Champions 2019/20, San Siro.

Mereka pun berhasil melangkah ke perempat final, dan bakal menghadapi PSG pada duel satu leg, pertengahan Agustus nanti. Jelas, tidak ada yang menduga pasukan Gian Piero Gasperini ini bisa melaju sampai fase gugur.

Atalanta mulai berani bermimpi ketika keberuntungan membantu mereka di fase grup Liga Champions musim ini. Mereka tergabung di Grup C bersama Manchester City, Shakhtar Donetsk, dan Dinamo Zagreb.

Tidak ada yang menduga Atalanta bisa menemani Man City ke fase gugur. Mereka menelan tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan dua kali menang.

Untungnya, Shakhtar dan Zagreb tidak benar-benar konsisten di Liga Champions. Atalanta menutup klasemen dengan 7 poin di peringkat ke-2, unggul satu poin dari Shakhtar dan dua poin dari Zagreb.

Lolos ke fase gugur sudah dianggap sebagai sejarah besar untuk Atalanta, publik Bergamo berpesta. Lalu, keberuntungan lagi-lagi memihak mereka. Pada undian fase gugur, Atalanta dipertemukan dengan Valencia.

Tim Spanyol itu tidak lemah, tapi jelas bukan favorit juara. Atalanta setidaknya menghadapkan lawan yang selevel, Valencia pun demikian.

Bicara pengalaman di Liga Champions, Valencia jauh lebih baik dengan pengalaman segudang. Bagi Atalanta, Liga Champions adalah medan baru, mereka tidak tahu apa pun tentang duel fase gugur.

Bermodalkan kemenangan di fase grup, Atalanta perlahan-lahan memahami betapa sulitnya Liga Champions. Setiap pertandingan sulit, tapi pasukan Gasperini sudah terbiasa menghadapi tim-tim kuat di Italia.

Atalanta adalah tim dengan bahan bakar semangat juang luar biasa. Mereka bisa mengubah taktik tiba-tiba demi memenangkan pertandingan.

Yang perlu diingat adalah dongeng Atalanta ini tidak dipengaruhi oleh faktor miliarder, Atalanta tidak punya pemilik klub sekelas konglomerat. Beban gaji Atalanta bahkan tidak masuk dalam top 10 Serie A.

Keberhasilan lolos ke 16 besar membuat mereka mendapatkan aliran dana ekstra sebesar 50 juta euro, total beban gaji mereka hanya di angka 36 juta euro.

Kesuksesan Atalanta lebih disebabkan oleh gaya-gaya sepak bola lama. Karena uang yang terbatas, mereka harus pintar-pintar mencari bakat, bersabar, melatih dengan cerdas, dan berinvestasi.

Akademi Atalanta dipuji sebagai salah satu sumber talenta terbaik di Italia. Lalu, ada sosok Gasperini yang patut dipuji karena mampu memaksimalkan potensi timnya.

Barisan talenta terbaik Atalanta muncul ke permukaan pada musim 2016/17. Pemain-pemain seperti Franck Kessie, Mattia Caldara, dan Roberto Gagliardini membantu Alanta menembus zona Eropa setelah absen hampir selama 30 tahun terakhir.

Saat itu pun Atalanta diperkuat pemain berbakat lainnya seperti Leonardo Spinazzola dan Bryan Cristante. Lalu, setahun berselang, sebagian besar nama-nama itu dijual dengan harga mahal.

Kehilangan bakat tidak membuat Atalanta kesulitan, justru sebaliknya. Mereka bisa memanfaatkan uang hasil penjualan untuk memperkuat skuad, menjaga kestabilan akademi, dan hasilnya bisa terlihat sekarang.

Yang tak kalah istimewa, Atalanta ternyata punya stadion sendiri, bukan menyewa kepada pemerintah Italia. Hanya ada empat klub yang memiliki stadion sendiri di Serie A, salah satunya Atalanta.

Hal-hal inilah yang memperkuat fondasi klub, mulai dari akademi, stadion, dan tentunya pelatih. Gasperini mungkin bukan genius taktik, tapi dia tahu caranya memaksimalkan jebolan akademi.

Atalanta perlahan-lahan dibentuk menjadi klub besar. Calon raksasa Italia di masa depan.

Cristiano Ronaldo Pimpin Daftar Top Skor Liga Italia

Cristiano Ronaldo untuk sementara memimpin daftar top skor Liga Italia 2019/2020. Bintang Juventus itu juga berhasil bikin rekor baru.

Juventus mengalahkan Lazio 2-1 di Allianz Stadium, Selasa (21/7/2020) dini hari WIB, dalam pertarungan di Liga Italia. Ronaldo memborong semua gol Bianconeri dan Lazio membalas lewat Ciro Immobile.

Tambahan dua gol membuat Ronaldo memimpin daftar top skor sementara Liga Italia. Mantan pemain Real Madrid itu tidak sendirian di puncak melainkan bersamaan dengan Immobile, yang juga mengoleksi 30 gol. Masih ada empat laga sisa untuk keduanya bersaing memenangi sepatu emas di Italia.

Ronaldo kini sudah mengoleksi 51 gol di Liga Italia selama dua musim memperkuat Juventus. Catatan itu mengantarkan Ronaldo ke rekor baru di dunia sepakbola. Dia menjadi salah satu pesepakbola yang mampu mencetak 50 gol atau lebih, di tiga liga top Eropa, yakni Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia.

Di Liga Inggris Ronaldo mampu mencetak 84 gol saat memperkuat Manchester United selama enam musim. 311 gol dilesakkan Ronaldo di Liga Spanyol dengan kostum Real Madrid selama sembilan musim.

Catatan serupa pertama kali dibikin oleh Edin Dzeko. Striker yang kini memperkuat AS Roma itu mencetak 50 gol atau lebih di Liga Jerman, Liga Inggris, dan Liga Italia.

Opta juga memuat catatan baru terkait Ronaldo. Dia menjadi pemain Juventus ketiga yang mencetak setidaknya 30 gol dalam satu musim Liga Italia, setelah sebelumnya ada Felice Borel (31 gol di musim 1933/34) dan John Hansen (30 gol di musim 1951/52).

Juventus Bajak Duvan Zupata dari Atlanta?

Rumor perburuan striker baru Juventus memasuki babak baru. Si Nyonya Tua diberitakan tertarik membajak Duvan Zapata dari Atalanta.

Juventus saat ini tengah mengalami kekurangan stok penyerang. Setelah Mario Mandzukic memutuskan hengkang dari Turin di awal tahun yang lalu.

Selain Mandzukic, Juve berpotensi kehilangan satu striker lagi di musim panas nanti. Ia adalah Gonzalo Higuain yang digosipkan ingin pergi setelah hubungannya dengan Maurizio Sarri agak merenggang.

Calciomercato merilis bahwa Juventus kini punya buruan baru untuk memperkuat lini serang mereka. Si Nyonya Tua ingin membajak striker andalan Atalanta, Duvan Zapata.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Juventus sangat tertarik untuk mengamankan tanda tangan Zapata.

Maurizio Sarri terkesan dengan ketajaman Zapata. Sang striker tercatat mampu membuat 18 gol dari 28 penampilan di Serie A musim ini.

Berkat ketajamannya itu, Atalanta kini membayangi Juventus di peringkat dua klasemen sementara Serie A. Jadi ia menilai sang striker memiliki profile yang tepat untuk memperkuat Juve musim depan.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Juventus mulai menyiapkan tawaran untuk transfer Zapata.

Mereka diberitakan bakal menawar Zapata dengan bayaran 30 juta Euro. Tidak hanya itu, mereka akan menawarkan Mattia Perin dalam kesepakatan transfer dengan Atalanta tersebut.

Juve cukup pede bahwa tawaran mereka itu akan sulit ditolak oleh Atalanta di musim panas nanti.

Inter Milan Siap Tebus Alexis Sanchez

Inter Milan nampaknya serius ingin merekrut Alexis Sanchez secara permanen pada bursa transfer musim panas ini. Dan kabarnya, mereka sudah mendapatkan harga yang diminta oleh Manchester United.

Alexis Sanchez mengalami masa-masa sulit saat membela Manchester United. Dan itu berujung kepada dirinya pindah ke Inter Milan dengan status pinjaman selama satu musim penuh.

Pemain asal Chile tersebut belum benar-benar terlepas dari kesialan. Setelah menjalani beberapa pertandingan bersama Inter Milan, ia diterpa cedera yang memaksanya menepi dari lapangan selama berbulan-bulan.

Ditundanya Serie A akibat pandemi virus Corona yang melanda Italia membuat Sanchez harus memperpanjang masa penantiannya untuk kembali ke lapangan. Setelah menunggu lama, ia akhirnya bisa kembali menginjakkan kakinya di rumput hijau.

Sejak Serie A kembali bergulir, penampilan Alexis Sanchez cukup memukau. Menurut catatan, penyerang berumur 31 tahun tersebut sudah mengantongi total lima assist dan dua gol dari lima penampilan terakhirnya.

Kembalinya performa Alexis pun membuat Inter jadi kepincut untuk membelinya secara permanen. Niatan itu kemudian disambut oleh Manchester United yang sudah memiliki trio penyerang berbahaya saat ini.

Laporan dari Gazzetta dello Sport mengatakan bahwa the Red Devils siap mendengarkan penawaran dari Inter Milan. Namun mereka hanya akan melepas sang pemain dengan harga minimal 20 juta euro.

Angka segitu seharusnya tidak menjadi masalah bagi klub berjuluk Nerazzurri tersebut. Pasalnya, pada bulan Januari lalu, mereka sanggup menebus Christian Eriksen dari klub lamanya, Tottenham, di kisaran harga itu.

Inter Milan sendiri sudah mencapai kesepakatan dengan Manchester United untuk memperpanjang masa pinjaman Alexis Sanchez. Dengan begitu, Inter bisa menggunakan Sanchez sampai Serie A musim 2019/20 rampung.

Seperti yang diketahui, masa pinjaman Alexis Sanchez sejatinya berakhir pada tanggal 30 Juni kemarin. Namun pandemi Covid-19 yang membuat semua kompetisi di Eropa terhenti membuat Inter harus kembali ke meja negosiasi.

Sayangnya, Inter tidak bisa menahan Alexis Sanchez lebih dari durasi waktu yang sekarang. Dengan begitu, maka sang pemain bakalan kembali ke Manchester United walaupun Inter masih harus melakoni ajang Liga Europa.

Banyak yang menduga bahwa ini adalah akal-akalan the Red Devils untuk membuat saingannya lemah. Sebab, selayaknya Inter, klub besutan Ole Gunnar Solskjaer tersebut juga harus melakoni laga-laga Liga Europa pada Agustus mendatang.