TokoIDN.com - Portal Berita Terhangat di Indonesia: Liga Italia

Paulo Dybala dan Mauro Icardi Akan Bertukar Kostum

Juara Serie A, Juventus diberitakan punya rencana baru untuk Paulo Dybala. Striker asal Argentina itu kabarnya bakal ditukarkan dengan penyerang PSG, Mauro Icardi.

Dybala merupakan salah satu pemain krusial Juventus. Ia sudah menjadi salah satu mesin gol andalan Si Nyonya Tua dalam lima tahun terakhir.

Belakangan ada beberapa rumor mengenai masa depan Dybala. Ini dikarenakan kontrak sang striker yang kian menipis di Juventus.

Calciomercato mengklaim bahwa Juventus punya rencana baru untuk Dybala. Mereka berencana untuk menukarkan sang striker dengan Mauro Icardi.

Menurut laporan tersebut, langkah untuk menukarkan Dybala dengan Icardi ini dilakukan karena dua alasan.

Yang pertama karena negosiasi kontrak Dybala yang cukup alot. Pasalnya sang striker menuntut gaji yang terlalu besar di Juventus.

Faktor kedua karena performa Dybala yang mulai menurun musim ini sehingga mereka menilai lebih baik melepas Dybala secepatnya.

Menurut laporan tersebut, Juventus kini tengah mencoba menjalin komunikasi dengan PSG untuk menukarkan Dybala dengan Icardi.

Mereka sudah lama mengincar Icardi yang dulu tampil moncer di Inter Milan. Namun sang striker lebih memilih pindah ke PSG.

Sementara PSG sendiri diketahui sudah lama meminati Dybala. Sehingga mereka menilai barter pemain ini bisa terjadi.

Icardi sendiri saat ini tidak bisa memperkuat PSG.

Sang striker mengalami cedera ligamen sehingga ia harus menepi cukup lama.

Milan Incar Gianluca Scamacca Sebagai Pengganti Ibrahimovic

Raksasa Serie A, AC Milan dikabarkan serius mengincar striker milik Sassuolo yang dipinjamkan ke Genoa, Gianluca Scamacca sebagai calon pengganti bagi Zlatan Ibrahimovic.

Performa dari Zlatan Ibrahimovic bersama AC Milan saat ini memang masih bisa dibilang sangat istimewa, terutama di Serie A. Penyerang asal Swedia itu sementara ini mampu menduduki puncak dari pencetak gol terbanyak di Liga Italia dengan torehan 10 gol hingga pekan ke delapan.

Meskipun masih puas dengan penampilan dari Ibrahimovic, namun Milan juga sadar dengan usia yang sudah mencapai 39-tahun, skuad Merah Hitam tentunya harus mulai mencari calon pengganti. Menurut kabar dari Calciomercato.com, tim asuhan Stefano Pioli kini sudah mengidentifikasi penyerang muda Italia yang saat ini dipinjam oleh Genoa dari Sassuolo, Gianluca Scamacca.

Ketertarikan dari Milan terhadap Scamacca sebenarnya sudah dikabarkan sejak musim panas lalu, namun tidak ada tawaran yang terjadi saat itu. Akan tetapi situasi tampaknya bisa saja akan beruhah melihat sang pemain kini sudah memiliki pengalaman bermain di Serie A dan mulai menunjukkan kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan baik pada kompetisi terbaik di Italia tersebut.

Sebelumnya memang Scamacca lebih banyak dipinjamkan ke klub Serie B, jadi kekhawatiran mengenai berapa lama sang penyerang bisa beradaptasi tentu akan menjadi pertanyaan. Kini, meskipun baru pada awal musim, penyerang berusia 21-tahun tersebut sudah memperlihatkan kemampuan yang bagus sebagai seorang bomber yang tidak hanya beroperasi di dalam kotak penalti saja.

Scamacca sendiri memang secara fisik, postur dan gaya permainan memiliki kemiripan dengan seorang Ibrahimovic, terutama saat striker asal Swedia itu masih berusia muda. Karena adanya kesamaan karakter antara kedua pemain, manajemen dari skuad Merah Hitam tentu melihat potensi bahwa mereka akan bisa melakukan transisi dengan baik saat penyerang veteran mereka nantinya sudah tidak bermain lagi.

Ibrahimovic memang menunjukkan dia masih kuat dan mampu berkontribusi besar bagi Milan di usianya yang menjelang 40 tahun. Namun, Milan tentu tidak ingin mengalami kesulitan besar jika nantinya sudah tidak lagi bisa mengandalkan eks pemain PSG di lapangan.

Tagar #ConteOut Trending di Twitter

Suporter Inter Milan menyuarakan pemecatan Antonio Conte.

Mereka memanaskan tagar #ConteOut di Twitter, setelah Nerazzurri terancam tersingkir dari Liga Champions imbas kekalahan 0-2 dari Real Madrid, Jumat (27/11/2020). Inter baru meraih dua poin dan menghuni posisi juru kunci Grup B.

Inter Milan juga gagap di Serie A musim ini. Mereka baru mengumpulkan 15 poin dari delapan pertandingan dan berada di posisi kelima.

Padahal, pada musim lalu, Lautaro Martinez dkk. berhasil memepet Juventus di posisi kedua klasemen akhir. Di kompetisi Eropa, Inter mencapai puncak Liga Europa walau akhirnya kalah dari Sevilla.

Corriere della Sera memastikan Conte tidak berniat mundur. Klub juga tidak mempertimbangkan kemungkinan pemecatan.

Inter Milan sebenarnya punya tradisi gonta ganti pelatih. Dalam 43 tahun terakhir, hanya tiga pelatih yang berhasil bertahan selama lebih dari dua musim berturut-turut, yakni Eugenio Bersellini, Giovanni Trapattoni, dan Roberto Mancini.

Conte menyadari posisinya di Inter Milan terancam. Namun, ia masih optimistis.

” ini tidak boleh menjatuhkan kami. Ini seharusnya menunjukkan jalan yang harus kami tempuh,” kata Conte setelah laga kontra Real Madrid.

“Dan kami pun harus terus berhasrat tinggi, bekerja keras, dan rendah hati, untuk menyadari posisi kami dan supaya tidak terpengaruh dengan suara-suara dari luar.”

Selain itu, Conte pun mengakui bahwa kualitas tim sekarang tidak bisa dibandingkan. Madrid sudah lama berada di level tinggi, Inter baru memulai proyek besar bersama Conte setahun terakhir.

“Satu-satunya jalan untuk maju adalah dengan bekerja keras dan berusaha berkembang sebisa mungkin,” lanjut Conte.

Top Skor Liga Italia: Ronaldo vs Ibrahimovic vs Lukaku

Legenda Juventus Alessio Tacchinardi menilai Zlatan Ibrahimovic saat ini lebih unggul ketimbang Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku karena ia memenangkan lebih banyak poin bagi timnya ketimbang dua pesaingnya tersebut.

Musim ini tampaknya menjadi musim yang seru. Sebab perlombaan meraih Scudetto sepertinya tak akan didominasi oleh Juventus saja.

Ada AC Milan yang tampil keren. Mereka belum tersentuh kekalahan sama sekali dan kini menjadi pemuncak klasemen sementara Serie A.

Lalu ada juga Inter Milan. Mereka memang sedikit limbung namun di awal musim ini namun masih dianggap berpeluang meraih gelar juara Serie A 2020-21.

Selebrasi Cristiano Ronaldo usai membobol gawang Cagliari © AP Photo

Juventus, AC Milan, dan Inter Milan tampil apik berkat performa penyerang-penyerang andalannya. Di Juve ada Cristiano Ronaldo, di Milan ada Ibrahimovic, dan di Inter ada Romelu Lukaku.

Ketiganya kini bersaing menjadi pencetak gol terbanyak di pentas Serie A. Ibrahimovic saat ini memimpin dengan koleksi 10 gol.

Ronaldo ada di peringkat kedua dengan raihan delapan gol. Sementara itu Lukaku ada di posisi ketiga dengan koleksi tujuh gol.

Alessio Tacchinardi kemudian ditanya dari ketiga pemain itu siapa pemain yang paling unggul dalam urusan menentukan hasil akhir.

“Mereka semua menentukan, terlalu menentukan. Ibra menang dengan poin,” jawab Tacchinardi pada TMW Radio.

Romelu Lukaku saat mengeksekusi penalti di laga Inter Milan vs Torino di Giuseppe Meazza di pekan ke delapan Serie A 2020-21, Minggu (22/11/2020) malam WIB. © AP Photo

Alessio Tacchinardi kemjdian memberikan pujian setinggi langit pada Zlatan Ibrahimovic. Ia mengatakan pemain Swedia itu sekarang malah lebih hebat ketimbang satu dekade yang lalu.

Ia lantas menunjuk gol yang dicetak oleh Ibrahimovic saat AC Milan bersua dengan Napoli. Saat itu ia mencetak gol sundulan yang sangat apik.

“Seperti yang diantisipasi Koulibaly, itu benar-benar sesuatu yang luar biasa. Ibra hari ini jauh lebih kuat daripada sepuluh tahun yang lalu,” cetus Tacchinardi.

“Ia tidak bermain untuk orang lain, ia tidak merasa seperti seorang pemain tim. Hari ini ia adalah seorang pemain. Pada putaran 360 derajat. Ia juga membantu Bonera. Ia adalah seorang pemimpin,” pujinya.

Zlatan Ibrahimovic saat ini tampaknya akan absen untuk beberapa waktu. Sebab ia mengalami cedera di laga Napoli vs AC Milan. Di laga itu ia sempat mencetak gol. Demikian juga dengan Cristiano Ronaldo saat Juventus bersua Cagliari dan Romelu Lukaku saat Inter Milan berduel lawan Torino.

Pemain Ac Milan Beri Kode Pindah ke Juventus?

Sebuah gambar yang mengejutkan terunggah ke media sosial baru-baru ini. Gambar tersebut diindikasikan sebagai kode bahwa pemain AC Milan, Hakan Calhanoglu, bakalan menjadi penggawa Juventus.

Situasi Calhanoglu sendiri di Milan sedang pelik. Kontrak miliknya akan berakhir pada musim panas tahun 2021 mendatang dan sampai sekarang belum ada kata sepakat soal perjanjian baru.

Pemain berkebangsaan Turki terseut masih dianggap sebagai salah satu sosok penting buat Rossoneri. Bisa dikatakan, Calhanoglu adalah salah satu penampil yang terus konsisten apik saat timnya sedang menurun.

Pada musim ini sendiri, Calhanoglu sudah bermain sebanyak 12 kali untuk AC Milan di semua kompetisi. Mantan pemain Bayer Leverkusen tersebut berhasil mencatatkan total empat gol dan empat assist.

Beberapa laporan di Italia mengatakan kalau Milan dan Calhanoglu belum sepakat soal gaji untuk kontrak yang baru. Diketahui bahwa Calhanoglu meminta gaji melebihi enam juta euro, sesuatu yang sulit dipenuhi Milan.

Sementara itu, gajinya sekarang hanya sebesar 2,5 juta euro per tahunnya saja. Agen sang pemain pun dikabarkan telah bergerak untuk menawarkan kliennya ke beberapa tim, seperti Juventus dan Manchester United.

Milan dikejar waktu untuk segera menyelesaikan obrolan soal kontrak dengan Calhanoglu. Sebab kalau tidak, pria berusia 26 tahun tersebut bisa mengikat pra-kontrak dengan klub lain mulai bulan Januari nanti.

Baru-baru ini, unggahan di media sosial Instagram sukses membuat publik terkejut. Dari unggahan itu, diketahui kalau Calhanoglu sedang berada di Turin.

Ia terlihat berfoto dengan rekan senegaranya yang saat ini memperkuat Bianconeri, Merih Demiral. Dalam foto yang diunggah ke Instagram, terlihat Demiral sedang memegang kamera sembari mengambil gambar bersama Hakan Calhanoglu.

Bukan hanya Demiral saja yang mengunggah foto tersebut ke media sosial. Calhanoglu pun melakukan hal yang sama di akun miliknya. Gara-gara foto ini, muncullah rumor yang berkata bahwa Calhanoglu akan pindah ke Juventus.

Cristiano Ronaldo Bakal Capocannoniere Musim ini

Juara bertahan Serie A, Juventus berhasil memetik kemenangan di giornata kedelapan Serie A. Menjamu Cagliari, Juventus berhasil menang dengan skor 2-0.

Di laga ini, Juventus mengusung misi kemenangan. Karena di pertandingan sebelumnya Juventus ditahan imbang oleh Lazio.

Bermain di Turin, Juventus bisa dikatakan sangat layak memenangkan laga ini. Pasalnya mereka tampil dominan sejak awal laga.

Namun ada beberapa catatan yang kami temukan dari performa Juventus. Apa saja itu?

Salah satu catatan yang kami temukan dari laga ini adalah skema 4-4-2 layak dicoba lebih lama lagi.

Semenjak menjadi manajer Juventus, Pirlo punya beberapa formasi favorit. Seperti 3-5-2 atau 4-3-3 yang kerap ia gunakan.

Namun di laga ini, Pirlo mencoba memainkan skema 4-4-2 dan terbukti hasilnya cukup bagus. Mereka dominan dalam penguasaan bola, dengan lini serang yang hidup di kedua sisi. Jadi mungkin Pirlo bisa mempertimbangkan menggunakan skema ini lebih lama.

Hal yang menonjol berikutnya dari pertandingan ini adalah bersinarnya Cristiano Ronaldo.

Pemain asal Portugal itu memang sudah berusia 35 tahun. Namun performanya di atas lapangan sungguh tokcer sekali. Terbukti ia berhasil mengemas dua gol di laga ini, sehingga ia sudah membuat total delapan gol.

Sementara ini ia punya koleksi gol yang sama dengan Zlatan Ibrahimovic, yaitu delapan gol sebagai pencetak gol terbanyak Serie A musim ini. Apakah di akhir musim nanti Ronaldo mampu menyabet gelar Capocannoniere yang belum ia dapatkan di dua musim sebelumnya?

Satu PR yang mungkin harus segera diselesaikan oleh Pirlo adalah memperbaiki penyelesaian akhir timnya.

Di laga ini Juventus memang tampil dominan. Mereka tercatat melepaskan 24 tembakan ke gawang Cagliari.

Namun dari 24 tembakan itu hanya 6 tembakan yang tepat sasaran. Melihat begitu banyak peluang yang terbuang ini, Pirlo harus mencari akal agar penyelesaian akhir timnya lebih tajam.

Hal berikutnya yang kami perhatikan di laga ini adalah Dybala masih belum cukup baik untuk jadi starter.

Memang pada laga ini ia masuk sebagai pemain pengganti. Ia hanya diberi kesempatan 21 menit untuk unjuk gigi.

Namun dari 21 menit itu, Dybala gagal memberikan performa yang apik atau memberikan ancaman yang nyata bagi Cagliari. Jika ia ingin kembali jadi starter, rasa-rasanya ia harus meningkatkan performanya dengan segera.

Salah satu yang menarik di laga ini adalah keputusan Pirlo menduetkan Merih Demiral dan Matthijs De Ligt di jantung pertahanan Juventus.

Diturunkannya kedua bek ini tidak terlepas dari cedera yang dialami oleh Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Namun kedua bek muda ini tampil cukup solid dan berhasil membuat Juventus meraih clean sheet.

Memang performa keduanya masih belum sempurna. Namun jika melihat duet mereka hari ini, Juventus mungkin bisa bernafas lega karena lini pertahanan mereka berada di tangan yang aman.

AC Milan Tertarik Rekrut Pemain Red Star Belgrade

AC Milan sudah membidik beberapa pemain untuk diboyong pada bursa transfer berikutnya dan salah satunya pemain Red Star Belgrade.

Pemain tersebut yakni Andrija Radulovic dan ketertarikan raksasa Liga Italia kepada sang pemain sejak Zvonimir Boban menjadi direktur olahraga klub. Sementara dia ingin dibawa untuk memperkuat lini serang.

Andrija Radulovic yang kini berusia 18 tahun itu telah bermain empat pertandingan di Liga Super Serbia musim ini dan agennya menyamakan anak muda itu dengan mantan pemain AC Milan, Dejan Savicevic.

Perlu diketahui, Savicevic bergabung ke Rossoneri dari Red Star Belgrade pada Juli 1992 dan menghabiskan enam musim di San Siro, di mana ia membantu Diavolo meraih tiga scudetto dan trofi Liga Champions. Sedangkan sang agen menyebut, jika dia berpotensi untuk mengikuti jejak seniornya itu.

Berbicara kepada Interlive.it., Igor Koijc agen dari Andrija Radulovic mengatakan kliennya itu merupakan pemain bola yang punya masa depan bagus. Menurutnya, incaran AC Milan itu adalah salah satu pemain yang oke di sayap kanan dan juga bisa memainkan peran di posisi lain.

Bahkan dia menyebut Andrija Radulovic seperti Savicevic dan dia yakin para fans AC Milan mengetahui dengan baik siapa dirinya kala masih aktif bermain. Dia pun menjelaskan bahwa beberapa klub besar terus memantaunya dan salah satunya datang dari rival abadi Inter tersebut.

Igor Koijc juga memastikan dalam beberapa bulan ke depan akan membuat keputusan apakah kliennya itu akan bertahan di Red Star Belgrade atau hengkang.

Sebagai informasi, Andrija Radulovic juga bisa bermain sebagai sayap kiri dan bidikan AC Milan itu mampu menempati sektor gelandang serang. Sedangkan kontraknya bersama Red Star Belgrade akan berakhir pada Juni 2022 mendatang.

Sementara itu, pada bursa transfer musim panas kemarin tim besutan Stefano Pioli berhasil menggaet pemain muda seperti Sandro Tonali dari Brescia dengan status pinjaman.

Juventus Siap Jual Federico Bernardeschi dan Sami Khedira

Juventus dikabarkan ingin menjual Federico Bernardeschi pada Januari dan Sami Khedira sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan klub, menurut laporan.

Federico Bernardeschi baru bermain 100 menit dengan Juventus sejauh musim ini dan menurut Il Corriere della Sera, dia bisa meninggalkan Turin pada Januari dengan status pinjaman atau dengan kontrak permanen.

Raksasa Turin akan terbuka untuk menjual mantan pemain Fiorentina dengan kesepakatan sementara untuk menghemat sebagian dari gaji tahunan mencapai 75 Milyar rupiah, meski akan lebih menyukai transfer permanen bagi pemain berusia 26 tahun itu.

Sebelumnya laporan menyebutkan bahwa Federico Bernardeschi sempat menolak kepindahan ke AC Milan, Napoli, dan juga Barcelona, tapi kini winger internasional Italia itu siap mencari klub baru saat keberadaannya sudah tidak diharapkan di Turin.

Keputusannya untuk akhirnya bersedia pindah ke klub lain dimotivasi oleh kurangnya waktu bermain, kontrak yang habis pada tahun 2022, dan penampilannya yang buruk untuk Bianconeri ketika dia bermain, termasuk dianggap bersalah karena memberikan penalti pada Barcelona dalam kekalahan 2-0 Juventus di Liga Champions.

Sementara raksasa Serie A itu juga tengah merundingkan pemutusan kontrak Sami Khedira yang gagal mencapai kesepakatan dengan klub yang mengontraknya dari Real Madrid sebagai pemain bebas transfer pada 2015. Menurut Bild, mantan pemain timnas Jerman itu sekarang mempertimbangkan untuk meninggalkan Juventus pada Januari tetapi dia ingin bergabung dengan klub Eropa lain dan tidak terbuka untuk tujuan lain.

Gelandang berusia 33 tahun itu tidak masuk dalam rencana Andrea Pirlo. Dia telah dikeluarkan dari skuad Liga Champions Juventus dan belum bermain satu menit pun dengan Bianconeri sejauh musim ini. Laporan lanjutan menyebutkan bahwa duo Premier League Wolves dan West Ham tertarik untuk mendapatkan jasa pemilik 77 caps bersama Der Panzer tersebut.

Juventus Ingin Pedro Neto Gantikan Cristiano Ronaldo

Raksasa Serie A, Juventus dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan untuk merekrut penyerang sayap muda milik Wolverhampton, Pedro Neto.

Pedro Neto menunjukkan performa impresif sejak bergabung dengan Wolverhampton pada musim panas tahun lalu. Sejauh ini pemuda 20 tahun itu sudah mencetak enam gol dari 53 pertandingan.

Sensasi Pedro Neto berlanjut di Timnas Portugal. Tengah pekan kemarin, Neto mencetak satu gol dalam debutnya berseragam Seleccao kontra Andorra.

Performa gemilang Pedro Neto rupanya tak luput dari pengamatan Juventus. Dilansir Tuttosport, Bianconeri kabarnya tengah menggelar negosiasi dengan Wolves perihal transfer sang winger.

Kabarnya, negosiasi ini dijembatani oleh agen ternama Jorge Mendes, yang menaungi sederet pemain Wolves asal Portugal serta menjadi agen bintang Juventus, Cristiano Ronaldo.

Neto sendiri tak asing dengan sepak bola Italia karena semasa masih memperkuat Braga, ia pernah menjalani masa peminjaman di Lazio selama dua musim.

Meski demikian, Neto tercatat hanya lima kali bermain bagi tim utama Lazio karena sebagian besar kariernya dihabiskan bersama tim Primavera.

Ketertarikan Juventus terhadap Neto ini pun memunculkan spekulasi bahwa klub asal Turin itu tengah bergerilya mencari calon pengganti Cristiano Ronaldo.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa hari terakhir muncul kabar yang menyebut bahwa Juventus berniat menjual Ronaldo pada tahun depan untuk meringankan beban gaji mereka.

Gara-gara pandemi Covid-19, Juventus kesulitan membayar gaji Ronaldo yang mencapai 31 juta euro per musim. Beban gaji tinggi ini membuat Juventus kesulitan merekrut pemain baru.

Kesulitan Bayar Gaji, Juventus Mulai Siap Jual Cristiano Ronaldo

Juventus, seperti dilaporkan Sport, hendak menjual Cristiano Ronaldo ada akhir musim 2020/2021 ini. Pada laporan itu, paling tidak ada dua alasan mengapa Juventus ingin melepas pemain 35 tahun.

Ronaldo bergabung dengan Juventus pada awal musim 2018 lalu. Pihak Juventus memberikan kontrak dengan durasi empat tahun kepada kapten timnas Portugal.

Musim 2020/2021 menjadi musim ketiga Ronaldo bersama Juventus. Sejauh ini, catatan Ronaldo sangat bagus. Dia terus menjadi pemain yang menentukan hasil akhir. Ronaldo telah mencetak 71 gol dari 94 laga.

Juventus membayar 100 juta euro untuk Ronaldo dengan target utama juara Liga Champions. Dua musim sudah berlalu dan target belum tercapai. Kini, wacana melepas Ronaldo pun mengemuka.

Kontrak Cristiano Ronaldo bersama Juventus baru berakhir pada Juni 2022. Akan tetapi, dikutip dari Sport, Juventus kini dalam posisi siap melepas Ronaldo satu tahun sebelum kontraknya habis.

Juventus berharap mendapatkan 100 juta euro, seperti saat membeli Ronaldo dari Real Madrid, dari transfer ini.

Sport menyebut gaji menjadi alasan utama mengapa Juventus ingin melepas Ronaldo. Saat ini, mantan pemain Manchester United itu mendapat gaji 31 juta euro per musim, paling tinggi dibanding pemain lain di Serie A.

Juventus mulai kesulitan membayar gaji Ronaldo, menyusul krisis Covid-19. Gaji Ronaldo sangat tinggi. Selain sulit membayar, beban keuangan ini juga membuat gerak Juventus di bursa transfer tidak lincah.

Juventus kesulitan membeli pemain dengan gaji tinggi selama masih ada Ronaldo di klub. Sebab, jika itu terjadi, maka beban finansial Juventus bakal makin berat.

Sebagai perbandingan, gaji Ronaldo dalam satu musim lima kali lebih besar dari yang didapat Paulo Dybala.