TokoIDN.com - Portal Berita Terhangat di Indonesia: Liga Indonesia

Winger Persija Diminati Klub Korsel, Malaysia dan Thailand

Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, menjadi rebutan banyak klub luar negeri. Pemain berusia 28 tahun itu mengaku didekati oleh klub dari tiga negara.

Riko diburu klub Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia. Namun, mantan pemain Semen Padang ini belum bisa memberikan kepastian karena masih terikat kontrak dengan Persija Jakarta.

“Memang ada beberapa tawaran dari klub luar negeri. Tapi belum pasi karena kontrak masih tersisa tiga tahun di Persija Jakarta,” ujar Riko.

Sejumlah pemain Persija Jakarta memang menjadi properti panas klub luar negeri di tengah ketidakjelasan kompetisi domestik. Selain Riko, masih ada Evan Dimas, Marc Klok hingga Ryuji Utomo.

“Ada tawaran dari Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Mereka mengajukan tawaran resmi. Cuma kalau hati kecil inginnya tetap di Persija Jakarta,” jelas Riko.

Riko enggan terburu-buru menyikapi tawaran tersebut. Pemain asal Pematang Siantar, Sumatera Utara tersebut masih menanti situasi, terutama kepastian kompetisi.

Sedari awal, Persija Jakarta telah membebaskan pemainnya untuk pergi. Bagi yang masih terikat kontrak, bakal dilepas dengan mekanisme pinjaman.

“Jadi, Riko tidak bisa pindah sembarangan karena Riko profesional. Sesuai kontrak kerja. Nanti saya lihat ke depannya bagaimana,” tutur Riko.

“Saya berharap semoga Shopee Liga 1 bisa cepat bergulir lagi agar kami bisa kembali fokus berkompetisi,” imbuhnya.

Justin Quincy Hubner, Bek Keturunan Indonesia yang Bergabung di Wolves

Pemain keturunan Indonesia, Justin Quincy Hubner merupakan pemain yang kini berseragam Wolverhampton Wanderers, klub yang bermain di Liga Inggris. Hubner sudah bergabung dengan tim akademi Wolves selama tujuh bulan terakhir.

Hubner sudah diturunkan di dua laga resmi Liga Inggris U-18. Dia bermain dalam laga kontra Middlesbrough U-18 dan Derby County U-18.

Pemain yang bisa beroperasi sebagai bek tengah dan kiri ini, membuat akademi Akademi Wolves memberikan Hubner kontrak profesionalnya. Padahal usia Hubner saat itu masih berusia 16 tahun.

“Pemain berusia 16 tahun yang disebut bek paling menjanjikan di Belandan bergabung bersama akademi Wolves. Bek kiri, Justin Hubner akan bermain untuk tim U-18 di bawah asuhan Steve Davis,” tulis laman Wolverhampton.

“Justin sudah bersama kami selama tujuh bulan dan telah memulai kariernya dengan baik di klub ini,” lanjut penyataan klub.

“Hubner sudah menjadi pemain reguler di skuad U-18 pada musim lalu, ketika masih berusia 16 tahun. Dia juga sudah membela U-23 saat pramusim. Kami senang dengan perkembangan dan adaptasinya dengan sepak bola Inggris,” tambah pernyataan Wolverhampton.

Hubner memiliki tingi 186 sentimeter (CM). Darah Indonesia mengalir dari ayahnya. Kakek-nenek dari sang ayah Hubner merupakan orang Indonesia.

Talenta Hubner sudah dilaporkan media Belanda, RTL News. Laporan menyebutkan bahwa Hubner merupakan salah satu dari enam pemain muda berbakat asal Belanda yang bermain di luar negeri.

Sebelum gabung Wolves, Hubner pernah memperkuat Den Bosch dan Brabant United, Willem II. Ia kini berusia 17 tahun dan bisa menjadi salah satu opsi pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, yang masih mencari pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat skuadnya.

Tidak Ada Liga Sepak Bola Indonesia di Tahun 2020

PSSI telah memutuskan untuk tak melanjutkan semua kompetisi musim 2020 pada tahun ini. Putusan itu diambil lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) yang berlangsung Rabu (28/10/2020) kemarin.

Semua kompetisi musim ini baru akan diputar lagi pada tahun depan. Baik Shopee Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3.

“Rapat Exco PSSI menghasilkan keputusan bahwa PSSI menunda seluruh kompetisi yakni Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 pada tahun 2020 ini,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, disadur dari laman PSSI, Kamis (29/10).

“Selanjutnya kompetisi akan dimulai lagi pada awal tahun 2021 mendatang,” katanya menambahkan.

Sebelum vakum pada pertengahan Maret lalu akibat pandemi COVID-19, Shopee Liga 1 baru berjalan tiga pekan. Sementara Liga 2 baru kick off, dan Liga 3 belum dimulai sama sekali.

Semula, PSSI berencana memutar lagi Shopee Liga 1 dan Liga 2 pada bulan ini. Namun, rencana itu tak dapat terealisasi lantaran kepolisian tak menerbitkan izin keramaian.

Setelah memutuskan melanjutkan kompetisi pada awal 2021, PSSI langsung berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. Induk sepak bola di Tanah Air itu juga ingin agar protokol kesehatan diterapkan saat nantinya kompetisi diputar lagi.

“PSSI akan memberikan kewenangan kepada PT LIB untuk mencari formula, format, dan sistem kompetisi terhadap keputusan PSSI tersebut,” tutur Yunus.

“PSSI berharap kompetisi dapat bergulir dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam pandemi COVID-19. Panduan protokol kesehatan untuk kompetisi pun sudah dibuatkan regulasinya serta diberikan kepada klub,” imbuhnya.

Jack Brown Jadi Top Skor Timnas Indonesia U-19

Pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Jack Brown, perlahan-lahan menunjukkan sinarnya dalam pemusatan latihan (TC) di Kroasia. Jack Brown bahkan kini berstatus top skor Timnas Indonesia U-19 dengan koleksi tiga gol.

Jack Brown mengawali TC di Kroasia dengan cedera. Ia pun harus memulihkan kondisinya terlebih dahulu sebelum bisa main bersama Timnas Indonesia U-19. Ketika sudah pulih, Jack Brown harus menerima kenyataan dengan ditempatkan di bangku cadangan.

Namun, kesempatan Jack Brown unjuk gigi datang ketika Timnas Indonesia U-19 menghadapi Bosnia & Herzegovina pada 26 September 2020. Jack Brown yang main sejak menit pertama, sayangnya kurang berkontribusi dalam pertandingan tersebut. Timnas Indonesia U-19 pun kalah tipis 0-1 dari Bosnia.

Setelah penampilan kurang memuaskan itu, Jack Brown menunjukkan kemampuan terbaiknya saat Timnas Indonesia U-19 melawan Makedonia Utara pada Minggu 11 Oktober 2020. Jack Brown bermain sebagai pemain pengganti dalam pertandingan tersebut.

Jack Brown masuk pada menit ke-20 untuk menggantikan penyerang Braif Fatari yang mengalami cedera. Saat itu, Timnas Indonesia U-19 sedang unggul 1-0 berkat gol Witan Sulaeman pada menit ke-12.

Dimitar Todorovski membawa Makedonia Utara menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui titik putih pada menit ke-48. Kendati demikian, Timnas Indonesia U-19 mampu mengembalikan keunggulan mereka pada menit ke-58 berkat aksi Jack Brown.

Jack Brown kembali unjuk gigi 11 menit berselang dengan gol keduanya untuk Timnas Indonesia U-19. Timnas Indonesia U-19 memastikan kemenangan telak 4-1 dengan gol Irfan Jauhari pada menit ke-83.

Jack Brown menambah pundi-pundi golnya untuk Timnas Indonesia U-19 saat melawan Hajduk Split pada Selasa 20 Oktober 2020. Pemain berdarah Inggris-Indonesia itu mencetak salah satu gol kemenangan Timnas Indonesia U-19 ke gawang Hajduk Split.

Jack Brown yang awalnya duduk di bangku cadangan, kini berstatus top skor sementara Timnas Indonesia U-19. Ia berbagi status itu dengan Witan Sulaeman yang juga mencetak tiga gol.

Setelah ini, Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Senin 26 Oktober 2020. Berbagai pengalaman dari TC di Kroasia diharapkan meningkatkan kemampuan setiap pemain Timnas Indonesia U-19 yang diproyeksikan tampil di Piala Dunia U-20 2021. Piala Dunia U-20 2021 akan berlangsung di Indonesia pada 20 Mei-11 Juni 2021.

Timnas Indonesia Masih Mencari Pemain Keturunan

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, belum berhenti mencari pemain keturunan untuk timnya. Juru taktik asal Korea Selatan ini pun dibantu oleh banyak pihak dalam pencarian pemain berdarah campuran.

“Saya dibantu PSSI, tim pelatih, dan ofisial Timnas Indonesia U-19. Kami sudah mempunyai data beberapa nama pemain dan sudah melakukan pembicaraan ke sejumlah pemain keturunan,” ujar Shin Tae-yong, disadur dari laman PSSI, Kamis (22/10/2020).

Saat ini, ada empat pemain keturunan di Timnas Indonesia U-19. Keempat pemain tersebut yaitu Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah Mahessa, dan Luah Fynn Jeremy Mahessa.

Jack dan Baggott merupakan pemain berdarah campuran Inggris-Indonesia. Sementara itu, Kelana dan Luah adalah pemain keturunan Jerman.

Selebrasi gol Jack Brown untuk Timnas Indonesia U-19 © PSSI

Dalam memilih pemain keturunan, Shin Tae-yong menegaskan tak bisa sembarangan. Pemain tersebut tentunya harus punya kualitas.

“Pemain kami lihat dari curriculum vitae (CV), administrasi, analisa video, dan setelah itu kami datangkan saat menjalani pemusatan latihan (TC) untuk melihat kualitasnya secara langsung,” tuturnya.

“Pada TC selanjutnya, mungkin saja kami mendatangkan pemain keturunan sambil melihat perkembangan,” imbuh pelatih yang menukangi Korea Selatan di Piala Dunia 2018 ini.

Pemain Keturunan Indonesia, Shayne Pattynama Siap Dipanggil Timnas Indonesia

Nama Shayne Pattynama belakangan cukup familiar di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Hal itu dipicu pengakuan pemain asal Belanda itu yang ingin mencicipi atmosfer sepak bola Indonesia dan siap jika dipanggil tim nasional.

Di Belanda, Shayne Pattynama memang hanya bermain di kasta kedua alias Eerste Divisie bersama SC Telstar. Bek kiri berusia 22 tahun itu baru saja direkrut mantan klub Stefano Lilipaly tersebut pada Juli 2019 dari FC Utrecht dengan bebas transfer.

Meski begitu, nama Pattynama sempat viral ketika gol perdana untuk SC Telstar dicetaknya pada pertandingan melawan Exelcior pada 17 Januari 2020. Gol itu menjadi perbincangan karena dianggap mirip dengan aksi fenomenal Marco van Basten pada final Piala Eropa 1988.

Ketika itu, Van Basten mencetak gol spektakuler melalui tendangan voli parabola dari sudut sempit ke gawang Uni Soviet. Ternyata, Shayne Pattynama juga mampu melakukan hampir mirip dengan aksi legenda timnas Belanda itu.

Bedanya, gol Van Basten tercipta di sisi kiri gawang Uni Soviet dan dicetak dengan tendangan kaki kanan. Sementara, Pattynama melakukannya dengan tembakan kaki kiri yang menjadi kekuatan utamanya.

Shayne Pattynama Ingin Cicipi Atmosfer Sepak Bola Indonesia

Sejak gol itu, Shayne Pattynama mendadak viral di Belanda. Aksi-aksi pemain yang memiliki ayah asal Semarang itu juga cukup memikat. Kelebihan Pattynama adalah memiliki kecepatan dibbrilng, skill individu, dan crossing yang cukup baik.

“Satu hal yang berkesan buatku adalah gol yang kucetak musim lalu. Hampir sama seperti gol Marco van Basten. Itu gol pertamaku untuk Telstar dan gol yang bagus,” ucap Shayne Pattynama dikutip Football5star.com dari Youtube Yussa Nugraha.

Saat ini Pattynama sedang merintis kariernya bersama Telstar. Namun, dia juga memendam harapan bisa mencicipi atmosfer sepak bola Indonesia, meski hanya sebagai penonton di stadion.

“Aku baru sekali ke Indonesia. Anehnya, aku sudah merasa seperti rumahku sendiri. Waktu berkunjung ke Bali aku sempat ingin menonton pertandingan di stadion, tapi tidak jadi. Tapi lain waktu aku ingin sekali. Aku dengar atmosfernya sangat luar biasa,” urai Pattynama.

A post shared by Shayne Pattynama (@s.pattynama) on Apr 8, 2020 at 10:03am PDT

Sementara terkait peluang membela timnas Indonesia, Shayne Pattynama tak menepis. Dia membuka diri jika ada ajakan dari PSSI untuk mengkuti seleksi dan pemusatan latihan.

“Agenku, Fardy Bachdim, punya banyak koneksi di Indonesia. Tapi aku belum ada panggilan dari timnas. Aku akan terbuka (jika ada panggilan timnas). Aku sering mendengar kabar dan beritaku ada di mana-mana. Tapi belum ada undangan,” aku Shayne Pattynama memungkasi.

Jack Brown Bawa Timnas U-19 Menang dan Cetak 2 Gol

Jack Brown menjadi bintang kemenangan 4-1 Timnas Indonesia U-19 atas Makedonia Utara. Striker berdarah Inggris itu sukses mencuri perhatian.

Timnas U-19 menggelar laga uji coba kesembilan dalam pemusatan latihan di Kroasia, dengan menghadapi Makedonia Utara di Stadion NK Junak Sinj, Split, Kroasia, Minggu (11/10/2020) malam WIB. Brown awalnya duduk di bangku cadangan.

Laga baru 20 menit berjalan, Brown langsung mendapat kesempatan bermain. Ia menggantikan Braif Fatari, yang mengalami cedera.

Penampilan Brown pun tak mengecewakan. Menjadi ujung tombak Garuda Muda di laga melawan Makedonia, dua gol disumbangnya.

Gol pertama disumbang Brown pada babak kedua, tepatnya di menit ke-58. Memanfaatkan kemelut depan gawang lawan hasil tendangan penjuru Witan Sulaeman, sepakan Brown bisa berbuah gol.

Gol itu sekaligus membawa Indonesia memimpin 2-1. Sebelumnya, skor sempat berimbang 1-1, di mana gol Witan di menit ke-13, dibalas Dimitar lewat penalti di menit ke-47.

Brown lantas mencetak gol keduanya pada menit ke-69. Memanfaatkan umpan Bagas Kaffa dari sisi kanan, Brown bisa meneruskannya menjadi gol lewat sepakan keras jarak dekat.

Indonesia pun memimpin 3-1, di mana pada akhirnya pasukan Shin Tae-yong menang 4-1 usai Irfan Jauhari bisa mencetak gol keempat Indonesia.

Usai pertandingan, nama Jack Brown dielu-elukan. Pemain berusia 18 tahun itu langsung masuk dalam daftar trending topic di lini masa, yang memuji penampilannya.

“Mantaapppp Jack Brown,” cuit akun @CoachJustinL milik pundit Justinus Lhaksana.

“Fighting spirit Jack Brown edan, mirip Irfan Bachdim, cuit akun @fafaandrianto.

“Positioningnya manteb banget Jack Brown,” akun @R04official mengomentari.
Bagi Brown, ini menjadi penampilan keduanya selama bergabung dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 kali ini.Debutnya sendiri terjadi ketika menghadapi Bosnia & Herzegovina, 26 September lalu.

DPR Setujui Naturalisasi Marc Anthony Klok Jadi WNI

Gelandang Persija Jakarta, Marc Anthony Klok, telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia ( WNI).

Marc Klok telah mendapatkan kartu tanda penduduk sebagai WNI pada Senin (5/10/2020).

Kabar Marc Klok jadi WNI diutarakan langsung oleh sang gelandang lewat akun Instagram pribadinya.

“Resmi (dari warga) Belanda menjadi WNI,” tulisnya di Instagram.

“Ini sungguh hari besar! Terima kasih semuanya atas dukungannya selalu,” ujarnya melanjutkan.

Gelandang kelahiran 20 April 1993 tersebut kini bisa membantu timnas Indonesia jika dipanggil oleh pelatih Shin Tae-yong.

Marc Klok juga bersedia jika ke depannya dibutuhkan oleh Shin Tae-yong mengisi lini tengah timnas Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna Laoly, memberikan isyarat memperbolehkan Marc Klok menjadi WNI.

Yasonna Laoly menyebutkan ada dua orang lagi selain Marc Klok yang menjadi WNI.

Mereka adalah tiga pebasket, Brandon Van Dorn Jawato (Amerika Serikat), Kimberly Pierre-Louis (Kanada), dan Lester Prosper (Inggris).

Adapun Marc Klok kali pertama datang ke Indonesia pada tahun 2017. Dia saat itu berlabuh di PSM Makassar.

Selama hampir tiga tahun di Makassar, dia membuat usaha di sana.

Kini, dia berlabuh ke Persija Jakarta dengan kontrak hingga 31 Januari 2024 mendatang.

Ke depan Marc Klok bisa menjadi pilihan Shin Tae-yong dalam gelaran Piala AFF 2020 maupun Kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar.

Sementara tiga pebasket yang telah disebutkan bisa dipanggil ketika Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia FIBA 2023.

Sementara Sekretaris Menpora (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, menjelaskan bahwa Marc Klok belum resmi menjadi WNI. Sejauh ini masih dalam status proses.

“Setelah selesai di Komisi III dan Komisi X, maka rekomendasi tersebut akan dibawa pada Sidang Paripurna DPR, yang tentu saja tidak semata-mata membahas naturalisasi saja, tetapi juga sekian banyak keputusan DPR RI lainnya,” kata Gatot S Dewa Broto.

Setelah itu dari pimpinan DPR akan mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia untuk merespon surat tersebut.

Dari situ baru terbitlah keputusan Presiden dan dilanjutkan dengan sumpah atau janji sebagai WNI di Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang ditunjuk.

Dengan sumpah tersebut baru selesai dan dinyatakan statusnya sebagai WNI, dan untuk keputusan Presiden biasanya prosesnya dibutuhkan tiga bulan paling lambat.

Oleh karena itu, Kemenpora tak bisa menjawab kapan Marc Klok sah jadi WNI karena ia masih memiliki hal yang harus diselesaikan.

10 Pemain Asia Tenggara Dengan Nilai Jual Tertinggi

Inilah daftar 10 pemain sepak bola termahal di Asia Tenggara, Ada nama pemain Timnas Indonesia.

Ada pemain Timnas Indonesia dalam daftar 10 pemain Asia Tenggara yang punya nilai pasar termahal.

Pemain itu adalah pemain Bali United, Stefano Lilipaly.

Pemain asal Asia Tenggara mulai diperhitungkan dalam transaksi jual beli pemain di industri sepak bola dunia.

Klub-klub Eropa mulai melirik sejumlah talenta muda yang berasal dari wilayah tenggara Asia seperti Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.

Belum lagi menghitung banyaknya pemain-pemain Thailand yang berkarier di Liga Jepang atau J.League.

Seiring dengan peningkatan permintaan pasar, tentu nilai pasar para pemain asal Asia Tenggara juga memiliki peningkatan.

berikut rangkuman 10 pemain Asia Tenggara yang punya nilai pasar termahal.

1. Neil Etheridge – Filipina (Rp 41,8 miliar)

Pemain keturunan Filipina tersebut memiliki nilai pasar sebesar 2,4 juta Euro atau sekitar Rp 41,8 miliar.

Neil sendiri menghabiskan seluruh masa kariernya dengan membela klub-klub Inggris seperti Fulham, Bristol Rovers, dan Cardiff.

Musim ini, kiper 30 tahun itu baru saja pindah ke Birmingham City usai menyelesaikan kontrak dengan Cardiff.

2. Chanathip Songkrasin – Thailand (Rp 33,1 miliar)

Chanathip dipinang oleh H C Sapporo usai menunjukkan permainan impresif saat menjalani masa peminjaman di sana pada 2017-2019.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu mendapat kontrak jangka panjang hingga Januari 2025.

3. Theerathon Bunmathan – Thailand (Rp 13,9 miliar)

Posisi ketiga ditempati oleh pemain Thailand lain yang juga berlaga di Liga Jepang, Theeratho Bunmathan.
Pemain Yokohama F M itu memiliki nilai pasar mencapai 800 ribu Euro atau sekitar Rp 13,9 miliar.

Setelah menjalani masa peminjaman dari Muangthong United pada 2019 lalu, Theerathon langsung ditawari kontrak jangka menengah oleh Yokohama F M pada Januari 2020.

Bek 30 tahun itu mendapat kontrak membela Yokohama hingga akhir 2022.

4. Teerasil Dangda – Thailand (Rp 12,6 miliar)

Seperti Chanathip dan Theerathon, Teerasil Dangda merupakan pemain Thailand yang bermain di Liga Jepang.
Teerasil direkrut oleh Shimizu S-Pulse setelah menyelesaikan masa pinjaman di Sanfrecce Hiroshima dari Muangthong United pada Januari 2020.

Saat ini, pemain 32 tahun memiliki harga pasar mencapai Rp 12,6 miliar.

Striker timnas Thailand itu telah bermain di 17 pertandingan bersama Shimizu dan mencetak 3 gol.

5. Thitipan Puangchan – Thailand (Rp 8,3 miliar)

Gelandang timnas Thailand, Thitipan Phuangcan, saat melawan Timor Leste pada Piala AFF 2018, Jumat (
Dominasi Thailand dalam daftar pemain termahal asal Asia Tenggara semakin jelas dengan masuknya nama Thitipan Puangchan.

Gelandang 27 tahun itu memiliki nilai pasar mencapai 475 ribu Euro atau setara dengan Rp 8,3 miliar.

Seperti kebanyakan pemain hebat Thailand lainnya, Thitipan pernah menjajal atmosfer Liga Jepang dengan menjalani masa pinjaman di Oita Trinita pada 2019.

Saat ini, Thitipan telah kembali ke timnya BG Pathum United dan bermain di Liga 1 Thailand.

6. Kawin Thamsatchanan – Thailand (Rp 6,9 miliar)

Kawin Thamsatchanan termasuk dalam deretan pemain Thailand yang berlaga di Liga Jepang.
Dengan harga pasar mencapai Rp 6,9 miliar, Thamsatchanan sedang menjalani masa pinjaman di H C Sapporo dan bermain bersama Chanatip Songkrasin.

Pada akhir Desember mendatang, Thamsatchanan akan kembali ke klubnya OH Leuven yang bermain di Liga Belgia.

7. Stefano Lilipaly – Indonesia (Rp 6,1 miliar)

Stefano Lilipaly menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang masuk dalam daftar 10 pemain termahal asal Asia Tenggara.

Pemain Bali United itu berhasil menempati peringkat ketujuh dengan harga pasar mencapai Rp 6,1 miliar.

Pemain naturalisasi berdarah Belanda itu juga menjadi salah satu langganan di timnas Indonesia.

8. Natxo Insa – Malaysia (Rp 5,6 miliar)

Pemain naturalisasi Malaysia, Natxo Insa, menempati urutan kedelapan dalam daftar pemain termahal asal Asia Tenggara.

Pemain asal Spanyol itu memiliki harga pasar mencapai Rp 5,6 miliar.

Natxo Insa merupakan gelandang senior yang membela klub Malaysia, Johor Darul Tazim.

Sebelumnya, pria 34 tahun itu menghabiskan kariernya di Spanyol dengan membela klub-klub seperti Valencia dan Levante.

9. Javier Patino – Filipina (Rp 5,2 miliar)

Javier Patino merupakan pemain naturalisasi Filipina kedua yang berhasil menembus 10 besar pemain termahal asal Asia Tenggara.

Penyerang yang berkarier di Liga Thailand itu memiliki nilai pasar sebesar 300 ribu Euro atau setara dengan Rp 5,2 miliar.

Javier Patino saat ini bermain untuk Rathcaburi FC di Liga 1 Thailand.

10. Daisuke Sato – Filipina (Rp 2,6 miliar)

Meski punya nama yang bercorak Jepang, Daisuke Sato adalah pemain asli Filipina.

Pemain yang berposisi sebagai bek itu punya nilai pasar sebesar 150 ribu Euro atau sekitar Rp 2,6 miliar.

Saat ini, Sato bermain di Liga 1 Thailand bersama Muangthong United.

Kompetisi Bola Liga 1 dan Liga 2 Musim 2020 Resmi Mundur Sebulan

PT Liga Indonesia Baru (LIB) resmi menunda lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 selama satu bulan ke depan hingga November. Sebelumnya, Liga 1 dijadwalkan dimulai kembali pada 1 Oktober, sementara Liga 2 pada 17 Oktober.

Keputusan itu tertuang dalam surat resmi PT LIB bernomor 381/LIB-KOM/IX/2020 yang disampaikan kepada klub pada hari ini, Rabu (30/9/2020).

Dalam surat tersebut PT LIB menjelaskan bahwa keputusan menunda lanjutan kompetisi karena terganjal restu dari Mabes Polri.

Masih tingginya kasus penularan Covid-19 di Indonesia jadi alasan kepolisian melarang izin keramaian di semua tingkatan, termasuk pelaksanaan kompetisi sepak bola, Liga 1 dan Liga 2.

“LIB MENYATAKAN MENUNDA bergulirnya kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 SELAMA SATU BULAN dan akan dilakukan penyesuaian kembali jadwal pertandingan, jadwal terkait pelaksanaan PCR Swab Test serta jadwal transportasi maupun akomodasi. Adapun segala perkembangan akan segera dikomunikasikan pada kesempatan pertama,” bunyi surat PT LIB yang ditandatangani oleh Akhmad Hadian Lukita selaku Direktur Utama (Dirut).

PT LIB menyatakan bisa memahami dan menghormati alasan pihak kepolisian demi keamanan, kesehatan, dan kemanusian yang saat ini jadi kepentingan utama.

PT LIB bersama PSSI juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan Polri dan Kemenpora supaya penundaan kompetisi tidak berlangsung lebih dari satu bulan.