TokoIDN.com - Portal Berita Terhangat di Indonesia: Liga Indonesia

Ini Format Grup Piala Menpora Menurut PSSI

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dan PT Liga Indonesia Baru dikabarkan telah menentukan grup untuk turnamen pramusim 2021 yang kabarnya diberi nama Piala Menpora.

Pembagian grup masih terbelah ke dalam dua opsi sebagaimana keterangan yang diterima KOMPAS.com pada Kamis (18/2/2021) pagi WIB.

Berdasarkan hasil presentasi rapat koordinasi PSSI dan PT LIB bersama Kemenpora, Rabu (10/2/2021) lalu, turnamen pramusim direncanakan dihelat pada 20 Maret-25 April 2021 atau selama 37 hari.

Kompetisi pramusim tersebut dilaporkan akan bernama Liga Menpora 2021 dan diisi oleh 20 klub yang terbagi dalam empat grup dengan tuan rumah berbeda.

Saat dihubungi, Kamis (18/2/2021), Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, tidak membantah nama turnamen pramusim tersebut.

Ia mengatakan penamaan Piala Menpora 2021 itu berasal dari PSSI, bukan PT LIB.

Menurut pria asal Bandung, Jawa Barat, itu pihaknya tidak berhak menanyakan alasannya ke PSSI mengapa menamakan Piala Menpora 2021.

“Kalau nama turnamen pramusim Piala Menpora 2021 itu urusan PSSI yang menamakannya,” kata Akhmad Hadian Lukita.

Adapun venue pramusim dilangsungkan di empat kota, yakni Solo, Bandung, Sleman, dan Malang pada opsi pertama.

Baca juga: Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021 Jadi Ujian, Jika Taat Prokes Bisa Lanjut Liga 1 2021

Pada opsi kedua, Kota Sleman digantikan oleh Palembang.

Dalam daftar 20 kontestan turnamen, 18 di antaranya adalah klub Liga 1.

Dua klub lain merupakan kontestan Liga 2 yang diwakili Sriwijaya FC dan PSMS Medan.

Setiap empat grup, masing-masing akan diisi oleh lima klub.

Turnamen menggunakan format single round robin yang artinya setiap tim akan bertemu sekali pada babak penyisihan.

Juara grup dan runner-up akan melaju ke babak perempat final yang akan dilangsungkan pada 15-18 April 2021.

Pada delapan besar, setiap tim yang saling bentrok akan bermain dengan sistem knockout.

Artinya, laga akan berjalan hidup mati karena tim yang kalah otomatis gugur.

Baca juga: Kenapa Turnamen Pramusim Dinamai Piala Menpora? Ini Jawaban PSSI

Semifinal akan berlangsung pada 20-21 April 2021, lalu perebutan juara ketiga dan final 24-25 April 2021.

Apabila pada fase knockout hingga final permainan berakhir imbang selama 90 menit, maka laga akan dilanjutkan ke babak extra time hingga adu penalti.

Turnamen pramusim digelar sebagai ajang pemanasan untuk menjalani Liga 1 dan Liga 2 musim 2021.

Selain itu, ajang pramusim itu juga dijadikan sebagai persiapan dan pengujian terkait SOP disiplin protokol kesehatan dalam pertandingan pada masa pandemi Covid-19.

Nantinya, hasil pramusim akan menjadi evaluasi operator pertandingan terkait pelaksanaan laga dengan prokes dan tanpa penonton dengan melihat sikap suporter yang dilarang ke stadion.

Sementara itu, kepastian pelaksanaan turnamen sendiri masih menunggu konfirmasi dari Polri selaku pihak yang bertanggung jawab soal izin keramaian.

Melalui keterangan sama, diperlukan izin Polri minimal satu bulan sebelum pertandingan pertama turnamen pramusim pada 20 Maret.

Artinya, dalam waktu dekat ini kepastian turnamen akan segera ditentukan.

Berikut grup turnamen Piala Menpora 2021:

Opsi 1:

Grup A (Solo): Bali United, PSM Makassar, Bhayangkara Solo FC, Persita, Persela.

Grub B (Bandung): Persib, Madura United, Borneo FC, Persik, Persebaya.

Grup C (Sleman): Persija, PS Sleman, Persipura, Persiraja PSMS.

Grup D (Malang): Arema FC, PSIS Semarang, Barito Putera, PS Tira Persikabo, Sriwijaya FC.

Opsi 2:

Grup A (Solo): Persija, PSIS Semarang, Bhayangkara Solo FC, PS Tira Persikabo, Bali United.

Grup B (Malang): Arema FC, PS Sleman, Persipura, Persiraja, PSMS.

Grup C (Bandung): Persib, PSM Makassar, Borneo FC, Persik, Madura United.

Grup D (Palembang): Persebaya, Persela, Barito Putera, Persita, Sriwijaya FC.

Shin Tae-yong Minta Pemain Sepak Bola Indonesia Perbaiki Mental dan Fisik

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sudah setahun menangani skuat Garuda. Kendati belum memimpin tim di pertandingan resmi, pelatih asal Korea Selatan itu sudah menemukan kelemahan terbesar pemain dan sepak bola Indonesia yang harus diperbaiki.

Menurut Shin Tae-yong para pemain Indonesia sejatinya punya kemampuan untuk bersaing dengan pemain Asia lainnya. Hanya saja, mental dan fisik pemain Indonesia masih sangat lemah, jadi harus ditingkatkan jika ingin berada di level teratas.

“Kemampuan pemain Indonesia tak kalah dengan yang di luar seperti Asia. Tapi yang kurang itu mental dan fisik, jadi untuk ke level atas perlu tingkatkan itu,” ujarnya.

Salah satu penyebab dari kekurangan pemain Indonesia itu karena sistem dan tata kelola kompetisi yang belum maksimal. Shin Tae-yong menilai, jika kompetisi bisa berjalan baik, maka Indonesia bisa bersaing dengan Vietnam yang kini mulai menjadi saingan terberat di Asia Tenggara.

“Umpamanya liga berjalan baik pastinya pemain bisa tunjukan performa. Bisa buat analisa buat lawan Vietnam nangi dan tunjukan prestasi lawan mereka,” urai Shin Tae-yong.

Selama memimpin latihan Timnas Indonesia, baik dari U-19, U-23 hingga senior, Shin Tae-yong sangat fokus terhadap tiga hal yakni mental, fisik dan disiplin. Pelatih 51 tahun tidak ragu mencoret pemain yang dianggap tidak profesional dan indisipliner.

Saat ini Shin Tae-yong tengah memimpin latihan Timnas Indonesia untuk persiapan ke SEA Games 2021 di Vietnam. Ia memanggil 35 pemain yang merupakan gabungan dari U-19, U-23 hingga senior.

Sepak Bola Indonesia Bakal Segera Dimulai Maret 2021

Ibarat mengawali star balap motor, PSSI sudah menarik tuas kopling dan memasukkan gigi satu untuk menggelar hajatan sepak bola di Tanah Air.

Federasi Sepak Bola Indonesia itu sudah mendapatkan lampu hijau dari kepolisian untuk menggelar event.

Akan tetapi, untuk menarik gasnya, PSSI masih harus perlu waktu guna persiapan.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, sudah mendapat gambaran kapan pesta sepak bola di Indonesia bisa kembali bergulir setelah mati suri hampir setahun.

“Terima kasih kepada Kapolri karena memerhatikan apa yang terjadi selama ini,” kata Iriawan dikutip laman resmi PSSI.

“Memang sudah ada lampu hijau dari Polri, tapi tidak semudah itu. Kami memiliki kewajiban untuk mempersiapkan semuanya, termasuk di antaranya protokoler kesehatan,” ujar dia melanjutkan.

Mochamad Iriawan menekankan adanya persiapan bagi tim peserta untuk memanggil, mengumpulkan, maupun memperbarui kontrak pemain, pelatih, dan stafnya.

Sehingga, persiapan kompetisi sepak bola seperti Liga 1 perlu waktu yang tidak sebentar.

Hanya saja, Ketum PSSI yang akrab disapa Iwan Bule itu merencanakan turnamen pramusim pada Maret.

“Jadi kapan Liga dimulai, kami menunggu izin dulu. Begitu izin oke, baru kami akan persiapkan workshop dan sebagainya sehingga tidak ada lagi keraguan.”

“Kami memang merencanakan Liga 1 dimulai Mei atau Juni mendatang dan pada Maret menggelar turnamen pramusim,” jelas Iwan Bule.

Di samping soal dua pesta sepak bola di Tanah Air itu, Iwan Bule tetap menggencarkan serangkain training center (TC) timnas U22 Indonesia.

Pemusatan latihan atau TC timnas U22 Indonesia digelar di Jakarta untuk persiapan SEA Games 2021 pada akhir tahun nanti.

Rencananya, pemusatan latihan akan dihelat di Stadion Madya, pada 8-28 Februari 2021 mendatang.

“Tadi saya dua jam dengan Indra Sjafri dan deputi sepak bola membahas masalah TC timnas, baik senior, U23, U18, dan timnas putri,” tuturnya.

“Pemain sudah ada pemanggilan. Semua ada 36 pemain kalau tidak salah yang dipanggil,” ujar Iwan Bule

Pemain Timnas Indonesia Lanjutkan Karir di Liga Super Malaysia

Winger Bhayangkara Solo FC, Saddil Ramdani, sepakat hengkang ke klub asal Malaysia, Sabah FC. Hal itu diungkapkan pelatih Sabah FC yang notabene juru taktik asal Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

“Kami sudah setuju dengan nomimal yang diminta Bhayangkara FC. Sekarang kami masih menunggu surat resmi dari Bhayangkara FC. Semoga ini cepat selesai,” kata Kurniawan mengutip dari Goal, Selasa (2/2/2021).

“Kalau dalam surat Bhayangkara FC, Saddil pemiajaman transfer. Kami menjaga etika dan hubungan baik, makanya kami membuat surat izin kepada Bhayangkara FC,” lanjut Kurniawan Dwi Yulianto.

Menurut laman transfermarkt, kontrak Saddil Ramdani bersama Bhayangkara Solo FC berakhir pada 7 Februari 2021. Berhubung Sabah FC mendatangkan Saddil Ramdani ketika masih terikat kontrak bersama Bhayangkara Solo FC, klub asal Malaysia itu harus mengeluarkan biaya peminjaman.

Kabarnya setelah kontrak Saddil Ramdani bersama Bhayangkara Solo FC berakhir, barulah Sabah FC akan mempermanenkan status winger andalan Tim Nasional Indonesia U-22 di SEA Games 2019 tersebut.

Ini bukanlah yang pertama Saddil Ramdani berkarier di Malaysia. Sebelumnya, mantan pemain Persela Lamongan itu sempat berseragam Pahang FA di Liga Super Malaysia 2019.

Kala itu dari 21 penampilan di Liga Super Malaysia 2019, pemilik tendangan kaki kiri mematikan ini mengoleksi dua gol dan tiga assist. Kembalinya Saddil Ramdani, membuat Indonesia memiliki sejumlah pesepakbola yang berkarier di Negeri Jiran.

Sebelumnya ada bek Persija Jakarta, Ryuji Utomo, yang dipinjamkan ke kontestan Liga Super Malaysia, Penang FA. Kemudian ada juga Syahrian Abimanyu yang didatangkan kontestan Liga Premier Malaysia, Johor Dahrul Takzim(JDT) II.

Hanya saja, tenaga Syahrian Abimanyu tidak langsung diandalkan JDT II. Gelandang Timnas Indonesia U-22 itu lebih dulu dimatangkan bersama klub asal Australia, Newcastle Jets.

Hengkang ke kompetisi negara lain menjadi pilihan pesepakbola Tanah Air saat ini. Sebab, ketika kompetisi di sejumlah negara Asia Tenggara mulai bergulir medio bulan ini, kompetisi sepakbola di Tanah Air justru belum jelas kapan akan digulirkan.

Khuwailid Mustafa Remaja Aceh di Liga Qatar yang Dipantau Shin Tae-yong

Shin Tae-yong sedang membangun kekuatan semua level Timnas Indonesia. Namun tak ada salahnya, jika arsitek asal Korsel ini mencoba dan memberi kesempatan kepada Khuwailid Mustafa.

Pemain kelahiran 29 Januari 2000 ini merupakan wonderkid asal Lhokseumawe, Aceh. Saat ini dia bermain di kompetisi sepak bola tertinggi Liga Qatar bersama klub Qatar SC.

Khuwailid Mustafa mengenal dunia si kulit bundar sejak belia. Ia besar di Qatar, dan memulai kiprahnya bersama komunitas warga Indonesia di Negeri Petrodolar tersebut.

Sebelum direkrut Qatar SC pada November 2020 lalu dengan status pinjaman, Khuwailid Mustafa lebih dulu membela tim asal Qatar lainnya, yakni Al-Duhail SC (Lekhwiya SC). Saat di Al-Duhail pemain 20 tahun ini dikontrak selama lima tahun.

“Saat ini Khuwailid dalam masa peminjaman di Qatar SC. Sebenarnya status dia dikontrak klub Al Duhail selama lima tahun,” kata Mustafa Ibrahim, ayah Khuwailid Mustafa.

Sebagai orangtua, Mustafa berharap putranya bisa memperkuat Timnas Indonesia. Namun dia menyerahkan keputusan tersebut ke PSSI.

“Sebagai orangtua dan warga negara Indonesia, saya berharap Khuwailid bisa jadi pemain timnas. Tapi semua terserah PSSI. Tak ada salahnya, jika PSSI mencoba Khuwailid,” tutur Mustafa Ibrahim.

Nama Khuwailid Mustafa menjadi perbincangan hangat lantaran prestasi gemilangnya dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat, pada musim 2019, gelandang 20 tahun itu berhasil menggondol tiga trofi sekaligus, yakni Liga U-19 Qatar, Piala U-19 Qatar, dan Liga U-23 Qatar.

Selain itu, ia juga punya sederet catatan positif lainnya di level junior, di antaranya menjadi pemain terbaik Al Khor Community Football Cup 2010, runner up Qatar Star League 2011 bersama Lekhwiya SC U-11, dan peringkat ketiga Qatar Star League 2013 bersama Lekhwiya SC-13.

Musim lalu, Khuwailid berhasil menorehkan prestasi tertingginya dengan menjuarai Liga Qatar bersama Lekhwiya. Saat itu, Lekhwiya berhasil finish di posisi teratas dengan unggul tipis satu poin dari pesaing terdekatnya, Al Rayyan.

5 Klub Sepak Bola Luar Negeri Minati Ardi Idrus

Salah satu pemain Persib Bandung ternyata sudah masuk radar lima klub asing di tengah tiadanya kompetisi sepak bola Indonesia.

Pilar Persib Bandung yang sedang dilirik lima tim luar negeri tersebut yakni Ardi Idrus.

Jika benar Ardi Idrus akan singgah ke klub asing, tentunya Persib Bandung nampak kehilangan.

Pasalnya, Ardi Idrus dapat dikatakan sosok sentral Persib Bandung di sektor bek sayap kiri.

Posisi Ardi Idrus pada bek sayap kiri Persib Bandung cukup sulit tergantikan oleh para pilar lain.

Hal ini terbukti dengan statistik yang telah dijalani oleh Ardi bersama Persib sejak musim 2018.

Dilansir dari Transfermarkt, pesepak bola asal Ternate tersebut sudah mengoleksi 70 kali penampilan di Persib Bandung.

Dari 70 laga, Ardi Idrus mampu memberikan sumbangan empat assist.

Kebenaran mengenai Ardi merupakan sosok vital dalam skuat Persib bisa dilihat pada Liga 1 2020 kemarin.

Hingga pekan ketiga Liga 1 2020, pemain berusia 28 tahun tersebut selalu dimainkan oleh Persib Bandung.

Padahal Persib memiliki beberapa pemain di sektor bek sayap kiri selain Ardi Idrus.

Menjadi salah satu pemain inti Persib Bandung membuat Ardi ternyata dibidik oleh beberapa klub asing.

Bahkan, kabarnya ada lima tim luar negeri yang siap menampung mantan pemain PSS Sleman tersebut.

Informasi itu dibeberkan langsung oleh manajemen agensi pemain yang menuangi Ardi Idrus yakni 2Touch International.

2Touch International juga memegang beberapa pemain sepak bola Tanah Air seperti Osvaldo Haay, Lerby, Todd Rivaldo Ferre, Yanto Basna dan masih banyak lagi.

Baru-baru ini, 2Touch International menyebut kalau Ardi Idrus sedang diincar oleh lima klub luar negeri.

Lima tim tersebut yakni Balestier Khalsa (Singapura), TRW Kelantan FC (Malaysia), Penang FC (Malaysia), PDRM FA  (Malaysia), dan Lalenok United (Timor Leste).

Hal itu disampaikan oleh 2Touch International dalam unggahan Instagram-nya dalam menyambut ulang tahun Ardi Idrus yang ke-28 tahun pada 22 Januari 2021.

“Pemain kami, Ardi Idrus, merayakan ulang tahunnya hari ini. Kami ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya!,” tulis 2Touch International seperti dikutip oleh dari Instagram-nya.

“Semoga dia (Ardi Idrus) diberkahi dengan kekayaan dan juga kesehatan yang baik untuk terus bermain sepak bola setelah sekian lama.”

“Ardi masih berstatus free agent apalagi Liga Indonesia sepertinya belum akan dimulai.”

“Dia (Ardi Idrus) memiliki beberapa peminat selama beberapa bulan terakhir ini. Klub-klub yang minat itu berasal dari Balestier Khalsa, TRW Kelantan FC, Penang FC, PDRM FA, serta Lalenok United.”

“Kami yakin pemain dengan kualitas seperti Ardi akan segera mendapatkan klub.”

“Semoga hari bahagianya dirayakan bersama orang-orang yang dicintainya,” kata agensi pemain yang menaungi Ardi Idrus tersebut.

Liga 1 2020 Dibatalkan, Klub Berharap Liga 1 2021 Segera Dimulai

PSSI akhirnya memutuskan untuk tak melanjutkan kompetisi musim 2020 karena kondisi kahar (force majeure) terkait dengan pandemi COVID-19. Putusan itu diambil setelah induk sepak bola di Tanah Air tersebut menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco), Rabu (20/1/2021).

Keputusan membatalkan kompetisi musim lalu juga didasari usulan dari klub Liga 1 dan Liga 2. Seperti diketahui pada 15 Januari lalu, perwakilan tim Liga 1 dan Liga 2 menggelar pertemuan virtual dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

Saat diskusi tersebut, berbagai macam usulan disampaikan untuk dibahas dalam rapat Exco PSSI. Satu di antaranya, mayoritas klub Liga 1 dan Liga 2 meminta agar kompetisi musim 2020 dihentikan total dan lanjut musim baru.

”Berdasarkan masukan dan kemudian Exco PSSI membahasanya, akhirnya diputuskan soal kejelasan Liga 1 dan Liga 2. Exco PSSI memutuskan kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2020 dibatalkan,” ujar Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochmad Iriawan, atau yang akrab disapa Iwan Bule, disadur dari laman PSSI.

Tak hanya membatalkan kompetisi musim lalu, rapat Exco tersebut juga menghasilkan beberapa putusan. Seperti tidak adanya tim juara dan yang terdegradasi di musim 2020.

Lalu terkait peserta Liga 1 dan Liga 2 musim 2021. Diputuskan pesertanya adalah kontestan musim 2020.

Kemudian mengenai kontrak pemain. PSSI memutuskan diatur oleh klub mengacu kepada aturan keadaan kahar di dalam kontrak masing-masing tim.

Shin Tae-yong Bingung Pantau Perkembangan Pemain Bila Tidak Ada Kompetisi

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong kembali mengutarakan harapannya terkait Shopee Liga 1 dan Liga 2. Baginya, kompetisi adalah harga mati.

Memilih pemain untuk dipanggil Timnas Indonesia tanpa kompetisi jelas bukan hal ideal. Apalagi ia dipercaya untuk menangani tiga kelompok timnas sekaligus.

Ia belum banyak memantau langsung para pemain Indonesia sejak pertama kali ditunjuk PSSI pada Desember 2019. Pelatih asal Korea Selatan baru beberapa kali menyaksikan laga pramusim dan tiga pekan Shopee Liga 1 2020.

“Tentu saya sebagai pelatih timnas Indonesia ingin Liga 1 dan 2 segera bergulir. Hal ini sangat penting karena saya bisa memantau para pemain dan melihat perkembangan mereka,” kata Shin Tae-yong dikutip dari laman PSSI.

“Karena melalui kompetisi resmi, pemain akan mendapatkan atmosfer pertandingan. Serta ujung sebuah kompetisi itu timnas. Ini beda dengan kalau hanya training camp dan uji coba dengan timnas negara lain atau klub,” ujarnya menambahkan.

Timnas Indonesia merupakan kumpulan para pemain terbaik dalam negeri. Skuadnya bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung performa pemain dalam kompetisi domestik.

Tanpa kompetisi, kecil kesempatan Shin Tae-yong untuk memanggil wajah-wajah baru. Untungnya, belum ada agenda internasional resmi Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia karena situasi pandemi COVID-19.

“Kalau tidak ada kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bagaimana saya bisa memantau pelaksanaan program yang sudah saya siapkan?” ucap Shin Tae-yong resah.

“Kompetisi merupakan jantung pembinaan, saya bisa saja mengambil pemain baru untuk skuad Timnas U-19, U-23 maupun senior nantinya,” tambahnya.

Terkini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menggelar Owner’s Meeting pada, Jumat (15/1/2021). Pihak klub akan dimintai pendapatnya, apakah Shopee Liga 1 dan Liga 2 masih perlu dilanjutkan atau tidak.

Apapun keinginan klub nantinya akan disampaikan oleh PT LIB ke PSSI. Kemudian, PSSI akan memutuskan nasib kompetisi lewat rapat Komite Eksekutif (Exco).

Pemain Tuntut Kompetisi Bola Berjalan Lagi, Tagar #AyoMainLagi Bergema

Para pemain profesional di Indonesia mem-posting kegundahan mereka dalam akun sosialnya terutama Instagram dan Facebook. Hampir semua pemain dari klub kontestan Liga 1, baik pemain lokal dan asing melakukan hal serupa pada Kamis ( 07/1/2021) malam.

Mereka serempak mem-posting dengan kalimat yang sama yaitu “Membayangkan negara palimg fanatis dengan sepak bola, tapi tak memiliki kompetisi sepak bola”Posting-an mereka pun diakhiri dengan tagar #AyoMainLagi.

Dari penelusuran, hingga saat ini hastag tersebut sudah dipakai hingga ribuan posting-an. Ini adalah aksi pertama yang serempak dari semua pemain profesional pasca penghentian kompetisi pertengahan Maret lalu.

Diduga aksi ini muncul lantaran ada kabar jika cabang olahraga lainnya seperti Basket dengan IBL-nya dan voli dengan ProLiga-nya mendapatkan izin penyelengaraan dari Polri.

Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo memastikan aksi masal posting-an serupa dari semua pemain profesional itu menandakan adanya kegundahan.

“Boleh jadi ini puncak dari kekecewaan para pemain karena hingga detik ini liga tak juga berputar di Indonesia,” kata Kesit Budi Handoyo, Jumat (08/1/2021).

“Apa yang disampaikan banyak pemain melalui akun mereka masing-masing bisa jadi wujud kekesalan dan kegalauan mereka selama ini karena sepak bola di Indonesia belum juga bisa dimainkan karena alasan pandemi COVID-19,” tambahnya.

Lanjut pria yang sering terlihat sebagai komentator sepak bola dibeberapa stasiun televisi nasoonal ini, ia menangkap ada pesan yang ingin disampaikan para pemain kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap jalannya liga di Indonesia, mulai dari PSSI, PT LIB, dan juga pemerintah dalam hal ini pihak pemberi izin yakni Polri.

“Ini bisa juga merupakan tekanan yang coba diberikan para pemain terhadap pihak-pihak di atas agar segera memberikan kepastian kapan sepakbola di negeri ini bisa kembali dimainkan,” ujarnya.

Memang ironis, kata Kesit B Handoyo sebagai negara yang penduduknya sangat gemar sepakbola liga tak bisa berjalan. Memang masih ada pandemi, tapi di negara lain pun sama.

“Hanya saja mereka sudah berani memutar kompetisi dengan aturan prokes yang sangat ketat. Diharapkan Indonesia pun demikian,” Kesit B Handoyo mengakhiri pembicaraan.

Kesulitan Uang, Persipura Jayapura Putuskan Bubar

Persipura Jayapura menyatakan membubarkan tim terhitung, Rabu (6/1/2021). Alasannya karena tim Mutiara Hitam mengalami kesulitan uang.

Hal ini tidak terlepas dari keputusan sponsor utama Persipura, Bank Papua, yang menarik dukungannya. Ketidakjelasan mengenai lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 diduga jadi salah satu penyebab Bank Papua menari diri.

“Hari ini, Rabu 6 Januari 2021, kami putuskan Persipura hentikan seluruh aktivitas. Situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih, dan seluruh ofisial, hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak (senilai) Rp 5 Miliar,” kata Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano.

“Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan Maret lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT Freeport, Kuku Bima, dan anggaran dari manajemen. Walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih, dan ofisial,” ujarnya menambahkan.

Persipura sebetulnya mendapat slot untuk mewakili Indonesia di Piala AFC 2021. Dengan bubarnya klub, situasi ini bisa membuat Persipura kehilangan hak tampil di Asia.

“Kami sangat menyayangkan situasi ini, padahal kami punya kesempatan untuk berlaga di AFC Cup 2021. Kami tidak mungkin memaksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial,” ujarnya.

“Kami juga kaget dengan dengan kepastian Bank Papua yang tidak bersedia membayar sisa kontrak, padahal kami dengar yang disampaikan oleh Komisaris Utama adalah akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura walaupun kompetisi tidak berjalan. Tapi ternyata tidak bisa dibayarkan,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Walikota Jayapura tersebut.

Persipura juga merasa digantung oleh Bank Papua. Pihak klub sudah sejak lama meminta kejelasan terkait pendanaan sponsor, namun malah mendadak mengambil keputusan penghentian kerjasama.

“Kami sebenarnya sudah beberapa kali meminta kejelasan dan kepastian dari Bank Papua, tetapi baru hari ini mereka nyatakan tidak membayar, seandainya sejak awal disampaikan mungkin kita akan mencari jalan lain sebagai solusi, jadi selama ini kita digantung-gantung terus untuk sesuatu yang ternyata tidak jelas, kita di PHP berbulan-bulan,” Benhur menyesali.