Showing posts with tag: ac milan

AC Milan Resmi Perpanjang Kontrak Simon Kjaer Hingga 2024

Raksasa Serie A, AC Milan pada Kamis (28/10/2021) dini hari WIB mengumumkan bahwa mereka resmi memperpanjang kontrak dari bek tengah Simon Kjaer.

 

Dalam kontrak baru ini, Kjaer diikat Milan hingga 30 Juni 2024 mendatang. Artinya, bek asal Denmark tersebut bisa membela Milan hingga usianya menginjak 35 tahun.

Kjaer menandatangani kontrak baru bersama Milan dengan disaksikan oleh dua petinggi Rossoneri, yakni Direktur Teknik Paolo Maldini dan Direktur Olahraga Frederic Massara.

Kjaer bergabung dengan Milan sejak Januari 2020 lalu. Kala itu ia didatangkan dari Sevilla dengan status pinjaman hingga akhir musim 2019/20.

Juli 2020, Milan akhirnya memutuskan untuk mempermanenkan status Kjaer dengan kontrak hingga Juni 2022. Kini, ia sepakat menerima kontrak baru berdurasi dua tahun.

Sejauh ini, Kjaer tercatat sudah bermain sebanyak 66 kali berseragam Milan dengan menyumbang satu gol yang ia cetak ke gawang Manchester United pada Maret 2021 lalu.

Simon Kjaer dibanjiri pujian berkat aksi sigapnya ketika insiden kolapsnya Christian Eriksen terjadi pada laga Denmark vs Finlandia di Euro 2020 kemarin.

Selain itu, Kjaer juga menunjukkan performa impresif dan stabil bersama Milan serta Denmark, yang membuatnya masuk dalam daftar 50 nomine peraih Ballon d’Or 2021.

Mantap! Theo Hernandez Sudah Pulih dari COVID

Raksasa Serie A AC Milan mengabarkan bahwa bek mereka yakni Theo Hernandez sudah pulih dari infeksi COVID-19.

 

Theo sebelumnya terdeteksi terinfeksi virus corona usai mengikuti jeda internasional pada awal Oktober 2021 ini. Saat itu ia baru saja bermain di UEFA Nations League.

Theo masuk skuat timnas Prancis yang bermain di semifinal dan final kompetisi tersebut. Ia sempat bermain di laga lawan Belgia dan Spanyol.

Ia mengikuti jejak kompatriotnya yang bermain di Juventus, Adrien Rabiot. Ia terinfeksi virus corona setelah duel lawan Belgia.

Kini ada kabar baik dari Theo Hernandez. Ia sudah pulih dari penyakit tersebut.

Hal tersebut diumumkan oleh AC Milan. Mereka menyatakan hasil tes terbaru menyebutkan Theo sudah negatif COVID-19.

“AC Milan mengumumkan bahwa Theo Hernandez telah dinyatakan negatif tes swab COVID-19.”

Akibat terpapar virus COVID-19 tersebut, Theo Hernandez pun terpaksa harus absen dalam tiga laga yang dijalani AC Milan. Yang pertama melawan Verona.

Saat itu Milan memainkan Fode Ballo-Toure. Rossoneri menang 3-2 di laga tersebut.

Kemudian Milan bersua dengan Porto di matchday 3 Liga Champions. Namun Rossoneri keok dengan skor 1-0.

Terakhir, AC Milan tak bermain dengan Theo Hernandez lawan Bologna. Mereka menang dengan skor 4-2.

Setelah ini AC Milan akan berduel melawan Torino pada 27 Oktober 2021. Dilanjutkan dengan laga lawan AS Roma pada 1 November 2021.

Menyusul Pirlo, Del Piero dan Legenda Italia Lainnya Ikut Ujian Kepelatihan

Beberapa legenda Italia dan Serie A menjalani ujian untuk mendapatkan izin melatih di Coverciano pada hari Jumat (15/10/2021) waktu setempat. Salah satunya adalah mantan pemain Juventus, Alessandro Del Piero.

 

Italia dikenal memiliki tempat kursus bernama Coverciano yang telah mencetak banyak pelatih terkenal. Mantan pemain Juventus dan AC Milan, Andrea Pirlo, adalah salah satu produk terbaru dari tempat ini.

Jauh sebelum itu, Coverciano juga telah menghasilkan sosok seperti Antonio Conte hingga Fabio Capello. Begitu juga dengan Roberto Mancini, yang baru-baru ini membawa Timnas Italia keluar sebagai juara Euro 2020.

Coverciano menarik perhatian beberapa waktu lalu setelah Pirlo diangkat sebagai pelatih Juventus meski belum punya pengalaman. Pertimbangannya adalah status Pirlo sebagai peraih nilai tertinggi dalam ujian terakhir di Coverciano.

Sosok-sosok legendaris pun berbondong-bondong untuk mengikuti kursus di Coverciano demi mendapatkan lisensi kepelatihan. Baru-baru ini, seperti yang dilaporkan Football Italia, sejumlah legenda mengikuti rangkaian ujian.

Del Piero adalah salah satunya. Sosok yang sangat dicintai oleh mayoritas fans Juventus tersebut sedang menjalani kariernya sebagai pandit. Namun itu tidak menghalangi hasratnya untuk merintis perjalanan sebagai seorang pelatih.

Eks Inter Milan, Christian Vieri, diketahui mengikuti ujian yang sama. Begitu juga dengan legenda AS Roma, Daniele De Rossi, yang sempat menjadi bagian dari staf kepelatihan Roberto Mancini di Euro 2020 lalu.

Kalau lulus, para peserta kursus kepelatihan di Coverciano kali ini akan mendapatkan lisensi UEFA A yang memungkinkan mereka untuk melatih tim Serie C. Ujian dilaksanakan secara daring dan ditujukan buat sosok yang sudah lama malang melintang di dunia sepak bola ketika aktif sebagai pemain.

Berikut adalah daftar sosok tersohor Italia yang mengikuti ujian tersebut: Ignazio Abate, Gianluca Curci, Alessandro Del Piero, Daniele De Rossi, Daniele Gastaldello, Massimo Maccarone, Alessandro Matri, Riccardo Montolivo, Marcelo Otero, Giampaolo Pazzini, David Pizarro, Stefano Torrisi e Christian Vieri.

Apakah Del Piero dan beberapa legenda Italia lainnya mampu lulus dari ujian kepelatihan? Tentu akan menarik jika melihat Del Piero berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih Juventus suatu hari nanti.

Rapor Pemain U-25 AC Milan: Leao dan Diaz Tajam, Tomori dan Calabria Solid

AC Milan membangun proyek jangka panjang yang dimulai musim 2020/2021 lalu. Ada banyak pemain muda yang dipercaya menjadi tulang punggung. Rata-rata usia skuad Milan musim 2021/2022 ini adalah 24.5 tahun.

 

Milan menjadi tim dengan rataan usia paling muda ketiga di Serie A. Rossoneri hanya kalah muda dari Empoli (24.5) dan Spezia (24.1).

Milan memang punya beberapa pemain senior, bahkan uzur. Zlatan Ibrahimovic baru saja merayakan ulang tahun ke-40. Lalu, ada Olivier Giroud yang berusia 34 tahun. Tapi, mereka adalah minoritas di skuad Milan.

Rafael Leao

Usia: 22 tahun

Posisi: Penyerang/winger

Menit bermain: 9 laga/631 menit

Leao tidak tampil cukup stabil pada musim 2020/2021 lalu. Tapi, pada awal musim ini, Leao menunjukkan progres yang sangat bagus. Dari tujuh laga Serie A, Leao sudah mencetak tiga gol dan satu di Liga Champions.

Leao kini lebih efektif di depan gawang. Sementara, kemampuan dribel dan duel satu lawan satu juga makin meningkat.

Daniel Maldini

Usia: 20 tahun

Posisi: Penyerang

Menit bermain: 4 laga/72 menit

Daniel mewarisi jersey AC Milan dari sang kakek (Cesare) dan ayah (Paolo). Dia sudah promosi ke tim utama sejak musim lalu. Tapi, kesempatan bermain yang didapat masih minim.

Sejauh ini, Daniel tampil maksimal saat mendapat kesempatan bermain. Daniel mencetak gol pada kesempatan pertama menjadi starter, melawan Spezia. Ke depan, Daniel bisa menjadi opsi bagi lini serang Milan.

Franck Kessie

Usia: 24 tahun

Posisi: Gelandang

Menit bermain: 7 laga/425 menit

Dua musim terakhir, Kessie menjadi pemain yang sangat penting bagi Milan. Tapi, pada awal musim ini, Kessie harus berjuang. Dia kehilangan sesi pramusim karena tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Performanya pun tidak cukup stabil.

Salah satu momen sulit Kessie pada awal musim ini adalah ketika mendapat kartu merah di laga melawan Atletico.

Sandro Tonali

Usia: 21 tahun

Posisi: Gelandang

Menit bermain: 9 laga/673 menit

Tonali mendapatkan momen bagus. Franck Kessie absen pada beberapa laga awal musim karena tampil di Olimpiade 2020. Tonali yang menjadi pengganti Kessie tampil sangat bagus.

Tonali mampu mengalirkan bola dengan sangat bagus. Tonali juga cukup tajam dengan catatan dua gol dan satu assist di Serie A.

Brahim Diaz

Usia: 22 tahun

Posisi: Gelandang serang

Menit bermain: 9 laga/634 menit

Tidak percuma Milan bernegosiasi alot dengan Real Madrid untuk bisa meminjam Diaz (lagi). Diaz tampil sangat bagus awal musim ini. Bukan hanya kreatif, Diaz juga tajam di depan gawang.

Diaz telah mencetak tiga gol dan satu assist di Serie A. Selain itu, dia juga mencetak sepasan gol dan assist di Liga Champions.

Ismael Bennacer

Usia: 23 tahun

Posisi: Gelandang

Menit bermain: 9 laga/368 menit

Bennacer mendapatkan kebugaran yang jauh lebih baik dibanding musim lalu. Dia pun memberi impresi bagus ketika mendapat kesempatan bermain. Performa Bennacer cukup stabil.

Namun, Milan mungkin harus bersiap untuk kehilangan Bennacer pada Januari 2022 nanti. Sebab, Bennacer mungkin masuk dalam skuad Aljazair untuk Piala Afrika 2022.

Alexis Saelemaekers

Usia: 22 tahun

Posisi: Winger

Menit bermain: 9 laga/696 menit

Saelemaekers menjadi andalan untuk posisi winger kanan. Performanya meningkat secara signifikan pada musim 2021/2022. Sejauh ini, pemain asal Belgia sudah membuat dua assist di Serie A.

Namun, Saelemaekers perlu meningkatkan satu hal yakni ketajaman mencetak gol. Dia belum cukup berani masuk kotak penalti dan mencari peluang gol.

Fikayo Tomori

Usia: 23 tahun

Posisi: Bek Tengah

Menit bermain: 9 laga/751 menit

Tomori menjadi andalan Milan di posisi bek tengah. Romagnoli dan Kjaer harus bergantian menemani bek asal Inggris itu. Performa Tomori sangat bagus sejauh ini.

Tomori punya kemampuan yang lengkap. Dia punya kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan teknis yang sangat bagus.

Theo Hernandez

Usia: 24 tahun

Posisi: Bek kiri

Menit bermain: 9 laga/741 menit

Theo menjadi pemain yang sangat penting. Jika tidak sedang cedera, Theo hampir pasti jadi mendapat tempat di starting XI. Theo punya kecepatan, dribel, dan naluri menyerang sangat bagus.

Theo sejauh ini menjadi top assist bagi Milan. Dia membuat tiga assist di Serie A, dan mencetak satu gol.

Davide Calabria

Usia: 24 tahun

Posisi: Bek kanan

Menit bermain: 7 laga/556 menit

Musim 2021/2022 menjadi momen penting bagi Calabria. Sebab, dia bukan hanya makin matang sebagai pemain utama, tapi juga dipercaya menjadi kapten saat Romagnoli tidak bermain.

Calabria sempat absen beberapa laga karena cedera. Sejauh ini, Calabria telah mencetak satu gol dan satu assist di Serie A.

Pierre Kalulu

Usia: 21 tahun

Posisi: Belakang

Menit bermain: 4 laga/224 menit

Kalulu menjadi opsi untuk posisi bek kanan saat Calabria cedera. Pemain asal Prancis ini memang bukan pilihan utama, tetapi bisa diandalkan ketika jasanya dibutuhkan.

Salah satu kelebihan Kalulu adalah bisa memainkan dua posisi dengan sama baiknya: bek kanan dan bek tengah.

AC Milan Mau Belanja Pemain di Barcelona Januari Nanti, Siapa yang Dibidik?

Raksasa Serie A AC Milan dikabarkan berencana memboyong Alex Collado dari Barcelona pada bulan Januari 2022 nanti.

 

Milan terus berusaha memperkuat timnya sekarang ini. Bahkan pada bursa transfer musim panas 2021 kemarin, Milan sudah memboyong banyak pemain baru.

Hasilnya pun tokcer. Tim asuhan Stefano Pioli tersebut tampil garang di pentas Serie A 2021-22 ini.

Milan belum pernah kalah dari tujuh pertandingan. Sekarang mereka menempati peringkat kedua klasemen sementara Serie A 2021-22.

AC Milan memang tampil perkasa dan menjanjikan. Akan tetapi hal tersebut tak cukup membuat mereka puas dengan skuatnya sekarang ini.

Milan pun dikabarkan berusaha mencari amunisi baru pada bulan Januari 2022 nanti. Kabar tersebut dilansir oleh Mundo Deportivo.

Laporan itu mengklaim Milan sudah menemukan kandidat pemain yang cocok. Pemain itu adalah gelandang muda Barcelona, Alex Collado.

Milan mengincar Collado demi memperkuat kedalaman tim. Hadirnya pemain 22 tahun itu diharap bisa membuat Rossoneri punya pelapis yang memadai, tak cuma di pos gelandang serang tapi juga sayap kanan.

Alex Collado musim ini berharap bisa mendapat jatah di skuat utama Barcelona. Sayangnya Ronald Koeman, pelatih Barca, lebih memilih untuk mempercayai Yusuf Demir.

Apesnya bagi Collado, usai tersingkirkan dari skuat utama Barcelona, ia tak bisa menemukan klub lain yang bersedia memberikannya jam terbang. Nasibnya pun terkatung-katung.

Meski demikian, AC Milan mungkin akan kesulitan untuk bisa memboyong Alex Collado. Pasalnya sang pemain disebut memilih untuk bertahan di Barcelona. Ia berharap ia nanti bisa mendapat kesempatan bermain di Barca usai lewat pertengahan musim.

Tambah Lagi! Florenzi Perpanjang Daftar Pemain Milan yang Cedera

Kabar buruk didapat oleh AC Milan setelah bek baru mereka yakni Alessandro Florenzi mengalami cedera lutut dan akan absen sebulan.

 

Florenzi gabung dengan Milan pada musim panas ini. Ia didatangkan dari AS Roma.

Sejauh ini ia sudah bermain sebanyak tujuh kali bagi AC Milan baik di Serie A maupun Liga Champions. Namun ia baru dua kali jadi starter.

Salah satunya di laga lawan Venezia. Namun setelah itu ia absen lawan Spezia karena mengalami masalah di lututnya.

Ia kemudian ikut main di laga lawan Atletico Madrid. Namun ia hanya bermain kurang dari 10 menit saja.

Setelah itu diketahui bahwa Alessandro Florenzi harus menjalani operasi untuk bisa memulihkan cedera lututnya. Dan pada akhirnya pemain berusia 30 tahun tersebut menjalani operasi pada hari Jumat (01/10/2021) ini.

Operasi itu dilangsungkan di Klinik Villa Stuart di Roma. Operasi dilakukan Professon Pier Paolo Mariani dengan diawasi oleh dokter tim AC Milan, Lucio Genesio.

Operasi arthroscopic dilakukan untuk memperbaiki robekan pada sebagian meniskus medial di lutut kirinya dan berjalan lancar. Ia diperkirakan bakal membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu bulan.

“AC Milan dapat mengkonfirmasi bahwa Alessandro Florenzi menjalani operasi hari ini, dengan operasi yang dilakukan oleh Profesor Pier Paolo Mariani di hadapan dokter Klub Lucio Genesio di Klinik Villa Stuart di Roma. Operasi arthroscopic, yang dilakukan untuk memperbaiki robekan pada sebagian meniskus medial di lutut kirinya, berjalan sesuai rencana. Perkiraan waktu pemulihan adalah 30 hari.” Demikian pernyataan di situs resmi AC Milan.

Dengan demikian, Alessandro Florenzi menyusul sejumlah pemain AC Milan lainnya yang cedera. Mereka adalah Zlatan Ibrahimovic, Tiemoue Bakayoko, Rade Krunic, plus Alessandro Plizzari.

Juventus dan AC Milan Berebut Remaja 18 Tahun Amerika Serikat, Siapa Gerangan

Dua raksasa Serie A, Juventus dan AC Milan dikabarkan tertarik untuk memboyong bintang Amerika Serikat yang bermain di FC Dallas, Ricardo Pepi.

 

Pepi saat ini menjadi sensasi di Amerika Serikat berkat performa luar biasa yang ia tunjukkan di Major League Soccer (MLS). Musim 2021 ini ia tercatat sudah mencetak 12 gol dari 25 laga.

Juli lalu, Pepi menorehkan sejarah dengan menjadi pemain termuda yang mencetak tiga gol alias hat-trick di MLS kala Dallas berhadapan dengan LA Galaxy.

Performa apik Pepi pun mengantarnya dipanggil ke tim nasional Amerika Serikat. Pemuda 18 tahun itu lagi-lagi membuat sensasi dengan mencetak gol dalam laga debutnya melawan Honduras beberapa waktu lalu.

Penampilan luar biasa yang ditunjukkan Pepi bersama FC Dallas dan USMNT di usia yang masih sangat belia tentu saja menarik perhatian sejumlah klub Eropa.

Kini seperti dilansir media Italia Calciomercato, Juventus dan Milan ternyata menjadi dua raksasa di antara sekian banyak klub peminat Pepi dari benua biru.

Jika Juventus diklaim tengah bernegosiasi dengan agen Pepi, maka Milan menempuh jalur lain, yakni dengan mendekati klub pemilik sang striker, FC Dallas.

Musim panas lalu, Pepi sebenarnya sudah didekati oleh dua klub Serie A lainnya, yakni Bologna dan Fiorentina. Namun, upaya mereka gagal membuahkan hasil.

Selain para peminat dari Italia, situasi Pepi kabarnya juga tengah dipantau oleh raksasa Bundesliga, Bayern Munchen.

Bayern memiliki keuntungan karena mereka mempunyai perjanjian kerja sama dengan Dallas. Bahkan, Pepi sudah sempat mengikuti sesi latihan di Bayern sebagai bagian dari kerja sama.

Gelandang Muda AC Milan Ini Mengantarkan AC Milan Menang Melawan Spezia

AC Milan sukses menaklukkan tuan rumah Spezia 2-1 pada pekan ke-6 Serie A 2021/22, Sabtu (25/9/2021). Daniel Maldini turun dari menit awal dan menyumbang satu gol, gol perdananya untuk Milan.

 

Milan membuka keunggulan di menit 48 lewat gol Daniel Maldini, yang jadi starter untuk pertama kalinya di Serie A. Daniel Maldini membobol gawang Spezia dengan sundulan tajam meneruskan umpan silang Pierre Kalulu dari sisi kanan. Itu adalah gol perdana cucu Cesare Maldini dan putra Paolo Maldini tersebut untuk Milan.

Spezia sempat membalas lewat gol Daniele Verde di menit 80. Namun, Brahim Diaz memastikan Rossoneri pulang dengan tiga poin usai membobol gawang Spezia di menit 86, empat menit setelah masuk menggantikan Franck Kessie.

Daniel Maldini, menurut sang pelatih Stefano Pioli, memiliki beberapa kelebihan. Namun, gelandang serang 19 tahun Italia itu juga punya beberapa kekurangan. Kekurangan-kekurangan itu perlu diperbaiki supaya dia bisa jadi lebih baik lagi ke depannya.

“Yang paling penting tentang Daniel adalah fakta bahwa dia punya talenta,” kata Pioli setelah laga kontra Spezia, seperti dikutip Football Italia.

“Dia punya teknik, juga visi permainan yang bagus.”

Tiga kelebihan itu ada pada diri Daniel Maldini. Namun, masih ada kekurangannya. Dia masih kurang cepat dan kurang intensif saat dijaga ketat oleh pemain lawan.

“Namun, dia perlu lebih cepat dan lebih intensif untuk melepaskan diri dari penjaganya,” lanjut Pioli.

“[Pemain Spezia, Mehdi] Bourabia menjaganya dengan ketat. Dia butuh jarak beberapa meter untuk melepaskan diri darinya dan membuka ruang.”

“Starter pertamanya adalah melawan Rio Ave setahun lalu, sebagai false 9. Ini [melawan Spezia] starter pertama dia yang sebenarnya. Dia punya kualitas untuk memberi dampak positif di masa depan, dan dia masih bisa lebih baik lagi,” tegas pelatih Milan tersebut.

Daniel Maldini tampil sebagai starter untuk pertama kalinya bersama AC Milan di Serie A.

Terakhir kali sang ayah Paolo Maldini jadi starter untuk AC Milan di Serie A adalah pada 31 Mei 2009 silam, yakni dalam laga melawan Fiorentina.

Menurut Opta, starter terakhir Paolo Maldini dan starter pertama Daniel Maldini di Serie A itu berjarak 12 tahun 117 hari.

Gol kontra Spezia adalah gol resmi perdana Daniel Maldini dengan seragam AC Milan.

Terakhir kali sang ayah Paolo Maldini mencetak gol untuk AC Milan di Serie A adalah ketika melawan Atalanta pada 2008.

Sementara itu, gol terakhir sang kakek Cesare Maldini untuk AC Milan adalah ketika melawan Catania pada 1961 silam.

Menurut Opta, gol terakhir Paolo Maldini dengan gol perdana Daniel Maldini itu berjarak 13 tahun 179 hari, dan terpisah 60 tahun 22 hari dengan gol terakhir Cesare Maldini.

Ini Alasan Jurgen Klopp Cadangkan Virgil van Dijk di laga Liverpool vs AC Milan

Manajer Liverpool,Jurgen Klopp buka suara terkait keputusannya mencadangkan Virgil van Dijk melawan AC Milan. Ia mengakui bahwa langkah itu perlu diambil demi kebaikan jangka panjang sang bek.

 

Van Dijk musim ini sudah kembali merumput bersama Liverpool. Ia sudah pulih dari cedera lutut parah yang menimpanya di musim lalu.

Pada tengah pekan kemarin, Klopp membuat keputusan yang mengejutkan. Ia memilih mencadangkan Virgil van Dijk di laga kontrak Milan.

Ketika ditanya alasan ia mencadangkan Van Dijk, begini jawaban Klopp. “Ini sebenarnya hanya langkah untuk jangka pendek saja,” ujar Klopp yang dikutip Sportsmole.

Klopp menyebut bahwa ia harus berhati-hati dalam memainkan Van Dijk. Karena ia menilai jika sang bek absen lagi dalam jangka waktu lama, itu akan merugikan Liverpool.

“Kita bisa bilang bahwa dia [Van Dijk] masih berada di fase perpanjangan pra musim. Karena ia sudah absen begitu lama di tim kami,”

“Kondisinya sebenarnya baik-baik saja dan ia bisa bermain sebenarnya. Namun saya harus berhati-hati dengan kondisinya saat ini,”

Klopp menilai keputusannya mencadangkan Van Dijk itu terbukti sudah benar.

Ini terlihat dari Liverpool yang berhasil menang melawan AC Milan meski kemenangan itu didapatkan dengan susah payah.

“Langkah yang kami ambil di laga Milan itu sudah tepat, namun saya tidak akan selalu melakukan langkah seperti itu. Ini masih di awal musim, dan keputusan saya mencadangkannya itu hal yang tepat untuk dilakukan,” ujarnya.

Liverpool akan kembali beraksi di ajang EPL pada nanti malam.

The Reds dijadwalkan menjamu Crystal Palace di pertandingan pekan kelima EPL musim 2021/22.

Juventus Sedang Ambyar, Claudio Marchisio: Sabar

Eks gelandang Juventus Claudio Marchisio mengatakan Bianconeri sekarang sedang dalam fase rekonstruksi dan meminta fans bersabar sampai fase itu tuntas.

 

Juventus musim ini diprediksi akan bangkit. Sebab mereka sudah dilatih lagi oleh Massimiliano Allegri.

Tapi kenyataan berbicara berbeda. Juventus gagal meraih kemenangan dalam tiga laga perdananya di Serie A.

Mereka ditahan imbang oleh Udinese. Setelah itu mereka kalah beruntun dari Empoli dan Napoli.

Hasil ini tentu saja membuat fans Juventus resah. Sebab jika kondisi ini tak segera diperbaiki, Bianconeri bisa saja kalah bersaing lagi dengan Inter Milan dan AC Milan.

Claudio Marchisio kemudian berusaha menenangkan fans Juventus. Ia mengatakan Bianconeri sekarang sedang ambyar karena berada dalam proses rekonstruksi.

“Juventus sedang dalam fase rekonstruksi, tetapi mereka harus membuktikan bahwa mereka berada di level yang sama dengan tim yang membuka siklus kemenangan,” kata Marchisio pada Gazzetta dello Sport, via Football Italia.

Claudio Marchisio kemudian meminta fans Juventus agar bersabar saja. Sebab proses rekonstruksi itu pasti memakan waktu.

“Ketika membangun fondasi untuk proyek jangka panjang, normal menghadapi momen sulit. Saya ingin Juventus diberi waktu dan kepercayaan,” tegas Marchisio.

“Saya tidak melihat masalah kepribadian atau identitas, Anda hanya harus bersabar. Sebuah tim seperti Juve harus selalu bertujuan untuk menang. Mereka membutuhkan kohesi dan keyakinan. Saya yakin,” tegasnya lagi.

Juventus akhirnya meraih kemenangan perdananya musim ini saat bersua Malmo di pekan perdana Liga Champions 2021-22. Setelah itu mereka akan berhadapan dengan rival bebuyutannya di Serie A, AC Milan.