Showing posts with tag: baim wong

Menyusul Pirlo, Del Piero dan Legenda Italia Lainnya Ikut Ujian Kepelatihan

Beberapa legenda Italia dan Serie A menjalani ujian untuk mendapatkan izin melatih di Coverciano pada hari Jumat (15/10/2021) waktu setempat. Salah satunya adalah mantan pemain Juventus, Alessandro Del Piero.

 

Italia dikenal memiliki tempat kursus bernama Coverciano yang telah mencetak banyak pelatih terkenal. Mantan pemain Juventus dan AC Milan, Andrea Pirlo, adalah salah satu produk terbaru dari tempat ini.

Jauh sebelum itu, Coverciano juga telah menghasilkan sosok seperti Antonio Conte hingga Fabio Capello. Begitu juga dengan Roberto Mancini, yang baru-baru ini membawa Timnas Italia keluar sebagai juara Euro 2020.

Coverciano menarik perhatian beberapa waktu lalu setelah Pirlo diangkat sebagai pelatih Juventus meski belum punya pengalaman. Pertimbangannya adalah status Pirlo sebagai peraih nilai tertinggi dalam ujian terakhir di Coverciano.

Sosok-sosok legendaris pun berbondong-bondong untuk mengikuti kursus di Coverciano demi mendapatkan lisensi kepelatihan. Baru-baru ini, seperti yang dilaporkan Football Italia, sejumlah legenda mengikuti rangkaian ujian.

Del Piero adalah salah satunya. Sosok yang sangat dicintai oleh mayoritas fans Juventus tersebut sedang menjalani kariernya sebagai pandit. Namun itu tidak menghalangi hasratnya untuk merintis perjalanan sebagai seorang pelatih.

Eks Inter Milan, Christian Vieri, diketahui mengikuti ujian yang sama. Begitu juga dengan legenda AS Roma, Daniele De Rossi, yang sempat menjadi bagian dari staf kepelatihan Roberto Mancini di Euro 2020 lalu.

Kalau lulus, para peserta kursus kepelatihan di Coverciano kali ini akan mendapatkan lisensi UEFA A yang memungkinkan mereka untuk melatih tim Serie C. Ujian dilaksanakan secara daring dan ditujukan buat sosok yang sudah lama malang melintang di dunia sepak bola ketika aktif sebagai pemain.

Berikut adalah daftar sosok tersohor Italia yang mengikuti ujian tersebut: Ignazio Abate, Gianluca Curci, Alessandro Del Piero, Daniele De Rossi, Daniele Gastaldello, Massimo Maccarone, Alessandro Matri, Riccardo Montolivo, Marcelo Otero, Giampaolo Pazzini, David Pizarro, Stefano Torrisi e Christian Vieri.

Apakah Del Piero dan beberapa legenda Italia lainnya mampu lulus dari ujian kepelatihan? Tentu akan menarik jika melihat Del Piero berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih Juventus suatu hari nanti.

Lukaku Saja Tak Cukup, Chelsea Belum Tentu Jadi Juara Premier League

Sejauh ini Chelsea jadi salah satu tim favorit juara Premier League. Namun, legenda Manchester United Paul Scholes tidak yakin kalau The Blues bakal jadi juara Premier League musim ini.

 

Chelsea memulai Premier League musim 2021/2022 dengan hasil yang bagus. Tim asuhan Thomas Tuchel tersebut baru sekali kalah dari tujuh pertandingan di Premier League.

Alhasil, Chelsea saat ini berada di puncak klasemen sementara Premier League. Mereka mengumpulkan 16 poin dan unggul satu angka dari rival terdekatnya Liverpool.

Pada pertandingan terakhirnya, Chelsea berhasil mengalahkan Southampton dengan skor 3-1. Mereka menang berkat gol Trevoh Chalobah, Timo Werner dan Ben Chilwell.

Performa impresif Chelsea tersebut menimbulkan harapan untuk meraih gelar Premier League musim ini. Namun, Paul Scholes ragu kalau The Blues bakal keluar sebagai juara pada akhir musim nanti.

“Saya pikir Chelsea punya manajer untuk menantang gelar,” kata Scholes kepada The Overlap.

“Saya hanya tidak yakin, tidak yakin ada cukup banyak gol di tim.”

Chelsea sudah memulangkan Romelu Lukaku setelah ditebus dari Inter Milan seharga 115 juta euro. Meski begitu, Scholes menilai Lukaku saja tidak cukup untuk membawa The Blues ke tangga juara.

“Saya pikir Romelu Lukaku akan mencetak gol tetapi apakah ada cukup banyak orang di sekitarnya untuk mencetak gol,” lanjutnya.

“Saya tidak yakin Timo Werner akan melakukannya. Ketika dia bermain untuk Jerman, dia mencetak gol di setiap pertandingan, untuk Chelsea dia kehilangan banyak peluang.”

Scholes juga menyoroti barisan pertahanan Chelsea. Menurutnya, Antonio Rudiger dan kolega tidak terlalu bagus dalam bertahan.

“Saya juga pikir Chelsea tidak hebat dalam bertahan. [Antonio] Rudiger benar-benar bagus tetapi selain itu, Thiago Silva berusia 36 tahun, dia tidak akan memainkan setiap pertandingan,” tambahnya.

“[Andreas] Christensen adalah pemain muda. Di lini tengah, Chelsea baik-baik saja. Tapi saya tidak yakin Chelsea akan mencetak cukup banyak gol dan bertahan cukup baik.”

Tak Punya Klub, Jack Wilshere Ogah Pensiun Dini

Saat ini masih belum ada klub yang tertarik memakai jasa Jack Wilshere. Kendati demikian, sang pemain menolak menyerah dan tak mau pensiun dini.

 

Sejak akhir musim kemarin, Wilshere tidak punya klub. Dia kesulitan mencari klub baru setelah kontraknya bersama Bournemouth berakhir.

Wilshere sempat menghabiskan beberapa bulan di Italia untuk berlatih bersama Como. Namun klub Serie B itu tidak bisa mengontraknya.

Setelah sempat luntang-lantung, Wilshere akhirnya kembali ke klub lamanya, Arsenal. Dia numpang latihan bersama skuad The Gunners untuk menjaga kebugarannya.

Selain berlatih, Wilshere juga bekerja di akademi Arsenal yang dipimpin oleh mantan rekan satu timnya di Arsenal, Per Mertesacker. Dia mengaku sedang berusaha mendapatkan lisensi pelatih.

“Saat ini saya sedang mengejar lisensi pelatih saya dan klub membantu saya. Saya juga membantu beberapa anak-anak di Akademi,” kata Wilshere kepada Sky Sports News.

“Ini tentu sesuatu yang saya nikmati dan mungkin sesuatu untuk dilihat sebagai masa depan.”

Kendati mengejar lisensi pelatih, Wilshere menegaskan bahwa dirinya masih belum ingin pensiun sebagai pemain bola. Wilshere mengaku masih ingin tetap bermain.

“Namun, untuk saat ini saya masih ingin bermain,” tegasnya.

“Saya merasa masih banyak yang harus saya berikan dan dibuktikan. Itulah sebabnya saya tidak ingin pensiun bermain sekarang dan memulai karier kepelatihan dulu.”

Tanpa Tammy Abraham, 5 Pemain AS Roma ini Bisa Bikin Juventus Ketar-ketir!

Beberapa hari mendatang, Serie A Italia akan menggelar sebuah laga bertajuk grande partita. Dua tim raksasa Italia, Juventus dan AS Roma akan saling bentrok di Allianz Stadium Turin di giornata kesembilan Serie A.

 

Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan yang menentukan siapa calon peraih scudetto musim ini. Karena baik Juventus maupun AS Roma sama-sama diperhitungkan jadi calon juara di akhir musim nanti.

Juventus memang kedapatan mendapatkan start yang buruk dari empat pertandingan perdananya, tetapi kali ini mereka yang baru menemukan performa bagusnya tanpa bantuan Cristiano Ronaldo, Si Nyonya Tua kali ini harus bertemu dengan tim peringkat empat Serie A sebagai ujian berat mereka.

Jose Mourinho datang ke Turin tanpa kekuatan terbaik mereka. Ini disebabkan striker andalan mereka, Tammy Abraham harus menepi akibat cedera.

Rui Patricio

Rui Patricio adalah bagian penting sebagai penjaga gawang AS Roma. Sejak datang dari Wolves, sang kiper Portugal tersebut mampu menjadi kiper utama bersama Mourinho.

Dirinya bisa menjadi mimpi buruk bagi para penyerang Juventus yang bertemu dirinya. Rui Patricio setidaknya mampu mencetak tiga clean sheets dari tujuh laga bersama Roma di Serie A.

Ketenangan dalam berhadapan satu lawan satu dan refleks yang hebat, menjadikan kiper berusia 33 tahun tersebut masalah utama bagi Allegri dalam membuat skema penyerangan untuk dirinya.

Henrikh Mkhitaryan

Pemain yang pernah bersinar bersama Manchester United, Arsenal, dan Borussia Dortmund ini, masih memberikan dampak yang hebat untuk AS Roma bersama Mou.

Dirinya sukses mencetak dua gol dan tiga buah assist dari sembilan pertandingan di semua kompetisi. Dalam pertandingan terakhir dirinya di Serie A, Henrikh Mkhitaryan berhasil mencetak satu gol dan satu assist.

Meskipun sudah berusia 32 tahun, keterampilan dirinya dalam memegang bola serta kemampuan passingnya yang cukup hebat, pemain sayap tersebut masih tergolong merepotkan untuk lawan sekelas Juventus sekalipun.

Nicolo Zaniolo

Sejak datang dari Inter Milan dengan harga murah, dirinya berhasil memantapkan posisinya sebagai sayap kanan sebagai pembantu serangan dari sisi kanan Roma.

Meskipun memiliki postur yang tinggi layaknya seorang striker, dirinya mampu membuktikan levelnya sebagai pemain sayap berkat keterampilan bolanya yang sangat hebat dan body balance yang sangat bagus. Dengan tinggi 190 cm bola yang bersama dirinya seakan sulit untuk direbut berkat kekuatan badannya serta skill miliknya.

Pemain berusia 22 tahun tersebut sudah bermain sebanyak sembilan kali dan sudah mencetak setidaknya satu gol dan satu assist bagi AS Roma. Dirinya yang juga memiliki mental yang kuat dan tak ragu-ragu menunjukan kehebatannya di hadapan tim besar, bisa menjadi masalah serius bagi lini belakang Juventus.

Jordan Veretout

AS Roma memang memiliki keunikan sendiri dalam mencetak skor. Skuad asuhan Mourinho ini sejauh ini memiliki top skor sementara yang dipimpin oleh dua gelandang dan bukan penyerang, yakni Jordan Veretout dan Lorenzo Pellegrini.

Dirinya bisa dibilang gelandang yang sangat lengkap layaknya Kevin De Bruyne. Memiliki keterampilan cukup hebat dalam dribbling, hebat dalam melakukan defence dan memotong bola, bisa melakukan heading yang tajam, memiliki umpan yang bagus, bisa berlari dengan kencang sebagai posisi gelandang, dan memiliki shooting yang akurat dalam jarak jauh maupun dekat.

Dirinya seakan merupakan gelandang yang lengkap sebagai salah satu key player AS Roma musim ini. Total dirinya mampu mencetak empat gol dan tiga assist yang menjadikan dirinya pemilik assist terbanyak AS Roma saat ini dan menjadi salah satu top skor bersama Pellegrini.

Lorenzo Pellegrini

Kapten muda didikan AS Roma ini saat ini menjadi pemain paling menonjol untuk AS Roma dan menjadi top skor sementara bagi AS Roma bersama Jordan Veretout.

Mourinho memang saat ini tengah kesulitan dalam mencari pengganti Tammy Abraham, tetapi Pellegrini yang mampu bermain hebat dan menjanjikan sebagai pemain yang sangat bisa diandalkan bisa menjadi solusi bagi The Special One.

Total dirinya mencetak tujuh gol dan dua assist dari 10 pertandingan di semua kompetisi dan menjadi top skor AS Roma musim ini. Memiliki postur tinggi dan memiliki penguasaan bola yang baik serta memiliki pertahanan dan penyerangan yang apik menjadikan dirinya akan menjadi masalah serius bagi gawang Szczesny saat berhadapan dengan dirinya dalam kondisi apapun.

Krisis Bek Tengah, Manchester United Bakal Pulangkan Axel Tuanzebe

Sebuah rumor beredar mengenai manuver Manchester United dalam beberapa hari ke depan. Setan Merah dilaporkan akan memulangkan Axel Tuanzebe karena mereka mengalami badai cedera.

 

Seperti yang sudah diketahui, lini pertahanan Manchester United tengah mengalami masalah. Ini dimulai dari cedera yang dialami Harry Maguire di laga melawan Aston Villa.

Di jeda internasional kemarin, Satu bek MU kembali tumbang. Ia adalah Raphael Varane yang tumbang di partai final UEFA Nations League.

Beredar kabar bahwa MU akan mengambil opsi darurat untuk memulangkan Axel Tuanzebe yang sedang dipinjamkan ke Aston Villa. Namun Manchester Evening News mengklaim bahwa kabar itu tidak benar.

Menurut laporan tersebut, tim pelatih Manchester United tidak mau mengganggu masa peminjaman Tuanzebe.

Sang bek saat ini sedang memulihkan karirnya lagi di Aston Villa. Sejauh ini ada progress yang bagus dari Tuanzebe.

Jadi mereka menilai lebih baik sang bek tetap di Aston Villa agar perkembangannya lebih maksimal.

Alasan lain mengapa MU tidak akan memanggil Tuanzebe karena badai cedera mereka akan segera berakhir.

Harry Maguire dilaporkan sudah hampir pulih. Pekan depan sang kapten dilaporkan sudah bisa bermain di skuat MU.

Raphael Varane juga mengalami cedera yang tidak terlalu parah. Jadi ia juga akan segera comeback di tim utama MU.

Manchester United akan menjalani jadwal neraka mulai pekan ini.

Diawali dari melakoni laga tandang melawan Leicester City di akhir pekan ini.

Fabinho Sempat Berharap Raphinha Cabut dari Leeds ke Liverpool

Gelandang Liverpool Fabinho mengaku ia sempat berharap Raphinha akan cabut dari Leeds United dan bergabung dengannya di Anfield.

 

Raphinha gabung dengan Leeds pada Oktober 2020 lalu. Ia tampil apik di musim debutnya di Premier League.

Di musim perdananya itu, ia ia sukses mengemas enam gol dan sembilan assist dari 30 pertandingan di Premier League. Penampilan Raphinha itu membuatnya dilirik sejumlah klub.

Di antaranya ada Liverpool dan Manchester United. Untuk The Reds, mereka diklaim mengincar Raphinha karena butuh pelapis di pos sayapnya.

Kabar itu begitu santer muncul di media. Sampai-sampai Fabinho pun meyakini Raphinha memang bakal cabut dari Leeds United ke Liverpool.

“Raphinha, sejak ia tiba di Premier League, telah tampil dan menonjol dengan sangat baik di Leeds,” buka Fabinho seperti dilansir Metro.

“Bahkan di bursa transfer musim panas, ada beberapa pembicaraan bahwa ia bisa pergi ke Liverpool, saya bahkan berharap itu terjadi, tetapi ia tetap di Leeds,” tuturnya.

“Hari ini ia adalah pemain terbaik di Leeds. Setiap kali tim akan bermain melawan mereka, mereka tahu bahwa Raphinha adalah pemain yang paling berbahaya,” pujinya.

Raphinha sempat angkat bicara soal gosip ketertarikan dari Liverpool dan Manchester United itu. Ia mengaku tersanjung dikaitkan dengan kedua klub besar tersebut.

Akan tetapi, ia tak berniat cabut ke kedua klub tersebut sekarang ini. Sebab ia masih merasa nyaman bermain di Leeds United.

“Hari ini saya membuat orang senang dengan sepak bola saya. Saya tidak hanya berbicara tentang klub lain, tetapi juga Leeds, yang mengambil kesempatan pada saya,” ujarnya.

“Mereka semua sangat baik, termasuk para pendukung yang tampaknya memiliki kasih sayang yang besar untuk saya,” seru Raphinha.

“Saya memiliki empat tahun tersisa di kontrak saya dan saya bahkan tidak berpikir untuk pergi dari sini karena alasan ini: saya bahagia dan membuat orang lain bahagia,” tandas Raphinha.

Raphinha musim ini telah bermain tujuh kali bagi Leeds United di Premier League. Ia mencetak tiga gol. Ia juga sempat bermain lawan Liverpool di pekan keempat akan tetapi ia gagal menghindarkan timnya dari kekalahan.

Tammy Abraham Kembali ke Chelsea? Bukan Mustahil

Tammy Abraham menunjukkan performa yang cukup apik bersama AS Roma. Mantan pemain Chelsea Glen Johnson tidak terkejut apabila The Blues merekrut kembali Abraham di kemudian hari.

 

Keputusan Chelsea membeli Romelu Lukaku berdampak pada nasib Abraham. Striker berusia 23 tahun itu tak lagi punya tempat di skuat The Blues asuhan Thomas Tuchel.

Abraham akhirnya meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim panas kemarin. Dia hijrah ke Italia untuk bermain dengan Jose Mourinho di AS Roma.

Di bawah asuhan pelatih asal Portugal tersebut, Abraham bermain dengan sangat baik. Dia sudah mencetak empat gol dan dua assist dari 10 pertandingan di semua kompetisi.

Melihat penampilan Abraham saat ini, Johnson tidak terkejut apabila Chelsea memutuskan memulangkan sang striker di kemudian hari. Terlebih The Blues sudah sering melakukannya termasuk pada Romelu Lukaku.

“Dia mencetak gol, menikmati sepak bola lagi dan dia punya banyak hal untuk ditawarkan. Dan tentu saja semua tim besar akan menginginkan striker yang mencetak gol,” kata Johnson kepada Bettingodds.com.

“Chelsea telah menunjukkan di masa lalu bahwa mereka tidak malu untuk mengontrak kembali seseorang dengan uang lebih banyak daripada yang mereka jual. Jika dia terus mencetak gol maka saya pikir ya mereka akan tertarik. Striker sulit didapat, bukan?”

Johnson juga mengungkapkan keyakinannya kalau Abraham masih ingin kembali bermain untuk Chelsea.

“Sebagai pemain muda Inggris, kita semua dibesarkan untuk ingin bermain di Premier League, jadi saya yakin dia ingin kembali suatu hari nanti untuk mencetak beberapa gol,” lanjutnya.

“Saya juga bisa melihatnya menjadi bagian dari persiapan Inggris di Qatar 2022. Dia memiliki usia di sisinya. Dia memiliki fisik yang besar, dan bagi saya dia juga bagus di depan gawang. Jika dia terus mencetak gol maka dia akan sulit untuk dilewatkan, bukan?”

Beberapa waktu lalu, Abraham mengungkapkan keputusannya meninggalkan Chelsea. Dia merasa sudah mengambil keputusan tepat. “Saya pikir pilihan yang mudah adalah bertahan dan duduk,” kata Abraham.

“Chelsea adalah klub besar, mereka akan bersaing dan mencoba memenangkan trofi sehingga opsi yang mudah adalah melakukan itu.

“Saya menyadari bahwa saya harus keluar dan membuktikan diri, saya perlu bermain. Saya mengambil keputusan dan itu adalah keputusan yang tepat.”

Rapor Pemain U-25 AC Milan: Leao dan Diaz Tajam, Tomori dan Calabria Solid

AC Milan membangun proyek jangka panjang yang dimulai musim 2020/2021 lalu. Ada banyak pemain muda yang dipercaya menjadi tulang punggung. Rata-rata usia skuad Milan musim 2021/2022 ini adalah 24.5 tahun.

 

Milan menjadi tim dengan rataan usia paling muda ketiga di Serie A. Rossoneri hanya kalah muda dari Empoli (24.5) dan Spezia (24.1).

Milan memang punya beberapa pemain senior, bahkan uzur. Zlatan Ibrahimovic baru saja merayakan ulang tahun ke-40. Lalu, ada Olivier Giroud yang berusia 34 tahun. Tapi, mereka adalah minoritas di skuad Milan.

Rafael Leao

Usia: 22 tahun

Posisi: Penyerang/winger

Menit bermain: 9 laga/631 menit

Leao tidak tampil cukup stabil pada musim 2020/2021 lalu. Tapi, pada awal musim ini, Leao menunjukkan progres yang sangat bagus. Dari tujuh laga Serie A, Leao sudah mencetak tiga gol dan satu di Liga Champions.

Leao kini lebih efektif di depan gawang. Sementara, kemampuan dribel dan duel satu lawan satu juga makin meningkat.

Daniel Maldini

Usia: 20 tahun

Posisi: Penyerang

Menit bermain: 4 laga/72 menit

Daniel mewarisi jersey AC Milan dari sang kakek (Cesare) dan ayah (Paolo). Dia sudah promosi ke tim utama sejak musim lalu. Tapi, kesempatan bermain yang didapat masih minim.

Sejauh ini, Daniel tampil maksimal saat mendapat kesempatan bermain. Daniel mencetak gol pada kesempatan pertama menjadi starter, melawan Spezia. Ke depan, Daniel bisa menjadi opsi bagi lini serang Milan.

Franck Kessie

Usia: 24 tahun

Posisi: Gelandang

Menit bermain: 7 laga/425 menit

Dua musim terakhir, Kessie menjadi pemain yang sangat penting bagi Milan. Tapi, pada awal musim ini, Kessie harus berjuang. Dia kehilangan sesi pramusim karena tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Performanya pun tidak cukup stabil.

Salah satu momen sulit Kessie pada awal musim ini adalah ketika mendapat kartu merah di laga melawan Atletico.

Sandro Tonali

Usia: 21 tahun

Posisi: Gelandang

Menit bermain: 9 laga/673 menit

Tonali mendapatkan momen bagus. Franck Kessie absen pada beberapa laga awal musim karena tampil di Olimpiade 2020. Tonali yang menjadi pengganti Kessie tampil sangat bagus.

Tonali mampu mengalirkan bola dengan sangat bagus. Tonali juga cukup tajam dengan catatan dua gol dan satu assist di Serie A.

Brahim Diaz

Usia: 22 tahun

Posisi: Gelandang serang

Menit bermain: 9 laga/634 menit

Tidak percuma Milan bernegosiasi alot dengan Real Madrid untuk bisa meminjam Diaz (lagi). Diaz tampil sangat bagus awal musim ini. Bukan hanya kreatif, Diaz juga tajam di depan gawang.

Diaz telah mencetak tiga gol dan satu assist di Serie A. Selain itu, dia juga mencetak sepasan gol dan assist di Liga Champions.

Ismael Bennacer

Usia: 23 tahun

Posisi: Gelandang

Menit bermain: 9 laga/368 menit

Bennacer mendapatkan kebugaran yang jauh lebih baik dibanding musim lalu. Dia pun memberi impresi bagus ketika mendapat kesempatan bermain. Performa Bennacer cukup stabil.

Namun, Milan mungkin harus bersiap untuk kehilangan Bennacer pada Januari 2022 nanti. Sebab, Bennacer mungkin masuk dalam skuad Aljazair untuk Piala Afrika 2022.

Alexis Saelemaekers

Usia: 22 tahun

Posisi: Winger

Menit bermain: 9 laga/696 menit

Saelemaekers menjadi andalan untuk posisi winger kanan. Performanya meningkat secara signifikan pada musim 2021/2022. Sejauh ini, pemain asal Belgia sudah membuat dua assist di Serie A.

Namun, Saelemaekers perlu meningkatkan satu hal yakni ketajaman mencetak gol. Dia belum cukup berani masuk kotak penalti dan mencari peluang gol.

Fikayo Tomori

Usia: 23 tahun

Posisi: Bek Tengah

Menit bermain: 9 laga/751 menit

Tomori menjadi andalan Milan di posisi bek tengah. Romagnoli dan Kjaer harus bergantian menemani bek asal Inggris itu. Performa Tomori sangat bagus sejauh ini.

Tomori punya kemampuan yang lengkap. Dia punya kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan teknis yang sangat bagus.

Theo Hernandez

Usia: 24 tahun

Posisi: Bek kiri

Menit bermain: 9 laga/741 menit

Theo menjadi pemain yang sangat penting. Jika tidak sedang cedera, Theo hampir pasti jadi mendapat tempat di starting XI. Theo punya kecepatan, dribel, dan naluri menyerang sangat bagus.

Theo sejauh ini menjadi top assist bagi Milan. Dia membuat tiga assist di Serie A, dan mencetak satu gol.

Davide Calabria

Usia: 24 tahun

Posisi: Bek kanan

Menit bermain: 7 laga/556 menit

Musim 2021/2022 menjadi momen penting bagi Calabria. Sebab, dia bukan hanya makin matang sebagai pemain utama, tapi juga dipercaya menjadi kapten saat Romagnoli tidak bermain.

Calabria sempat absen beberapa laga karena cedera. Sejauh ini, Calabria telah mencetak satu gol dan satu assist di Serie A.

Pierre Kalulu

Usia: 21 tahun

Posisi: Belakang

Menit bermain: 4 laga/224 menit

Kalulu menjadi opsi untuk posisi bek kanan saat Calabria cedera. Pemain asal Prancis ini memang bukan pilihan utama, tetapi bisa diandalkan ketika jasanya dibutuhkan.

Salah satu kelebihan Kalulu adalah bisa memainkan dua posisi dengan sama baiknya: bek kanan dan bek tengah.

Timo Werner di Timnas Jerman Kesurupan Lewandowski, tapi Jadi Mas-mas Biasa di Chelsea

Jerman menghajar tuan rumah Makedonia Utara 4-0 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup J, Selasa (12/10/2021). Penyerang klub Chelsea, Timo Werner tampil tajam dan memborong dua gol.

 

Werner mencetak gol ke-2 dan ke-3 Jerman. Gol pembuka dicetak oleh rekan Werner dari Chelsea, yakni Kai Havertz. Sementara itu, gol penutup tim besutan Hansi Flick diciptakan oleh pemain Bayern Munchen, Jamal Musiala.

Bersama sang kompatriot Serge Gnabry, Werner memimpin daftar top skor sementara Grup J dengan torehan masing-masing lima gol. Jerman sendiri sudah dipastikan lolos setelah meraih 21 poin dari delapan pertandingan (M7 S0 K1), unggul delapan poin atas peringkat dua Rumania.

Netizen, terutama fans Chelsea, seolah tak habis pikir dengan ketajaman Werner di timnas. Sebab, bersama Chelsea musim ini, dia baru mencetak dua gol dalam penampilan di semua ajang.

Jerman memainkan matchday ke-6 fase grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Islandia, Kamis (9/9/2021) dini hari WIB. Laga ini diwarnai kegagalan Timo Werner mencetak gol ke gawang yang sudah kosong.

Jerman tidak menemui kendala berarti pada duel di Stadion Laugardalsvöllur itu. Pasukan Hansi Flick menang dengan skor 4-0. Gol-gol Jerman dicetak Serge Gnabry, Antonio Rudiger, Leroy Sane, dan Timo Werner.

Hasil ini menandai start bagus Jerman bersama Hansi Flick. Jerman juga mampu melangkah mulus di babak Kualifikasi. Der Panzer kini berada di puncak klasemen Grup J dengan 15 poin dari enam laga.

Jerman sejatinya punya banyak peluang emas untuk menang lebih dari empat gol atas Islandia. Salah satunya terjadi pada menit ke-61. Jerman punya peluang emas dari Timo Werner yang berada di depan gawang.

Jerman melakukan serangan balik cepat. Lukas Klostermann mampu lolos dari pengawalan pemain Islandia. Dia kemudian melepas umpan silang pada Timo Werner yang berada di depan gawang tanpa pengawalan.

Sukar dipercaya! Di hadapan gawang yang sudah kosong, tendangan Werner justru gagal menjadi gol. Pemain Chelsea itu gagal membidik target karena tendangan yang dilepas membuat bola melambung tinggi.

Eden Hazard Bisa Jadi Pemulus Real Madrid untuk Merekrut Erling Haaland

Mendapatkan Erling Braut Haaland pada bursa transfer musim panas nanti akan menjadi misi sulit buat banyak klub papan atas Eropa, termasuk Real Madrid. Namun, situasinya bisa dipermulus oleh Eden Hazard.

 

Chelsea sudah mencoba merekrut Haaland beberapa bulan yang lalu sebelum akhirnya berbelok merekrut Romelu Lukaku dari Inter Milan. Mereka terus dihadapkan dengan jalan buntu karena Borussia Dortmund enggan diajak bernegosiasi.

Ketika Chelsea mendekat, Dortmund dikabarkan mematok harga 170 juta pounds untuk penyerang berdarah Norwegia tersebut. Mereka enggan bergeming meski tawaran Chelsea tidak jauh dari harga yang mereka tetapkan.

Tahun depan, Dortmund mungkin takkan bisa mendapatkan uang sebanyak itu dari penjualan Haaland. Sebab menurut laporan, kontrak Haaland di Signal Iduna Park meliputi klausul transfer sebesar 68 juta pounds yang berlaku mulai 2022.

Angka tersebut seharusnya bisa dijangkau oleh banyak klub papan atas Eropa. Justru karena itulah, beban Madrid untuk merekrut Haaland semakin berat. Sebab mereka bukanlah satu-satunya klub yang mampu membayar segitu.

Selama ada klausul transfer, Real Madrid seharusnya tidak perlu melakukan perang harga dengan klub lain. Namun mereka tetap membutuhkan dana untuk menggoda Haaland dengan kontrak bernilai besar.

Di sinilah, Hazard bisa memainkan perannya. Sedihnya, seperti yang dilaporkan Sport, Real Madrid hanya akan menggunakan Hazard sebagai pendatang uang dengan menjualnya ke klub lain saat bursa transfer musim panas dibuka kembali.

Kabar soal Madrid ingin menjual Hazard bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Gelandang serang asal Belgia tersebut berulang kali dilaporkan akan dijual lantaran jarang memberi kontribusi yang maksimal buat Los Merengues. Alih-alih bermain dan produktif dalam hal gol dan asis, Hazard malah lebih sering mendekam di ruang rawat karena cedera. Dalam tiga musim, termasuk sekarang, Hazard cuma mampu mengoleksi lima gol dari 51 penampilan di semua ajang.

Label ‘pemain gagal’ akan melekat sangat erat pada Hazard ketika hari di mana dirinya didepak dari Santiago Bernabeu tiba. Namun Hazard bertekad takkan meninggalkan Madrid dengan label memalukan tersebut.

“Tidak pernah terpikirkan sedetik pun bahwa saya lebih baik pergi. Saya takkan pergi dari sana sebagai pemain yang gagal. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa saya terlahir buat Real Madrid,” ujarnya kepada Het Niewusblad pada bulan Juni lalu.